Jeprat-jepret

Jepret Indah Kulinermu dengan ASUS Zenfone

Siapa yang pernah memotret makanan sebelum menyantapnya?Hmm…kayaknya hampir semua orang pernah melakukannya atau bahkan sering melakukannya. Termasuk juga saya hehehe…. Memotret makanan bisa dibilang sekarang ini telah menjadi trend. Bahkan seakan-akan menjadi suatu ritual wajib sebelum mencicipi makanan. Kalau dulu kita diwajibkan berdo’a sebelum makan, sekarang bertambah menjadi memotret sebelum makan. Nggak cukup hanya sekadar memotret saja, tapi hasilnya juga di unggah ke media sosial.

Terlepas adanya penelitian yang bilang, bahwa memotret makanan sebelum makan dan mengunggahnya ke media sosial merupakan suatu penyakit jiwa, menurut saya sih itu nggak masalah. Tergantung yang di unggah tersebut apakah bermanfaat atau tidak. Karena menurut saya, dengan membagikan foto-foto makanan ataupun minuman yang menarik, sebenarnya kita bisa membagi berbagai informasi. Misalnya seperti berbagi tentang tempat makan disekitar kita, menunya apa saja, rasanya bagaimana, dan sebagainya. Yang terpenting adalah foto tersebut informatif, jadi bukan hanya sekadar untuk eksistensi diri saja. Meskipun nggak informatif, setidaknya foto makanan yang diunggah nggak bikin sakit mata yang memandang hehehe…

Continue reading “Jepret Indah Kulinermu dengan ASUS Zenfone”

Jalan-jalan

Ikikuwi,Tempat Belanja Souvenir Khas Semarang

kaos_semarang_8Diantara kalian adakah yang hobi traveling atau jalan-jalan? Nah, kalau iya pastinya dong sudah jadi hal umum kalau pulangnya bawa oleh-oleh. Mau itu berupa makanan atau bermacam cinderamata seperti kaos hingga gantungan kunci. Atau bahkan mungkin cuma sekedar foto atau cerita aja? hehehe… Ibarat kata nih ya, kalau kalian pergi liburan/traveling tanpa bawa pulang oleh-oleh itu seperti omdo alias omong doang tanpa ada bukti hihihi…

Nah, buat yang mampir ke Semarang, kira-kira apa hayo oleh-oleh khas dari ibukota Jawa Tengah ini? Kalau dari makanan yang terkenal antara lain ada lumpia, wingko, bandeng presto hingga kue moaci/moci.  Tapi kalau mau beli oleh-oleh yang awet biar nggak takut basi, beli aja souvenir atau cinderamata. Apalagi sekarang sudah banyak yang jualan aneka souvenir khas Semarang. Mulai dari gantungan kunci hingga kaos. Ada berbagai merek di Semarang, salah satunya adalah Ikikuwi.

Hmm….pasti buat yang belum tahu Ikikuwi pada bertanya-tanya neh. Nggak perlu bingung, asal kalian tahu saja Ikikuwi ini adalah nama salah satu merek souvenir khas Semarang. Produknya macam-macam, ada kaos (dewasa & anak), gantungan kunci, mug, hingga dompet dan tas. Tuh kan komplit bin banget produknya hehehe…

ikikuwicollage

Tapi mahal nggak harganya? Harganya bervariasi, mulai dari Rp 10 ribu-130 ribu, tergantung produknya. Sebenarnya kalau masalah mahal atau murah mah, itu relatif. Tapi yang jelas produknya berkualitas, jadi tenang saja nggak perlu khawatir. Duh, ngiklan banget yach? hihihi…Kalaupun ngiklan tapi  yang penting kan nggak bohong, betul nggak hehehe… 😀 Kalau buat saya sih recomended. Gimana nggak, lha wong saya sendiri juga demen ama produknya Ikikuwi. Kaos saja saya sudah punya beberapa biji. Eits, asal tahu saja nih, beda sama yang lainnya, kaos Ikikuwi setiap desainnya diproduksi dalam jumlah terbatas loh. Jadi bakalan bikin kita lebih pede pakainya, soalnya nggak banyak yang punya.

Lalu belinya dimana? Kalian bisa mampir ke toko Ikikuwi yang beralamat di Jl. Bendungan Raya 1157 B Semarang Barat (Banjir Kanal Barat). Dari arah RS Karyadi, perempatan sebelum jembatan banjir kanal barat belok kanan. Satu tempat dengan rumah jahit Arifin. Tokonya buka setiap hari Senin-Sabtu mulai pukul 09.00 – 17.00 WIB . Eh, tapi kalau diluar jam itu bisa kok, asal janjian dulu ya sama ownernya yach. Kalau mau bisa kontak owner di nomor telp 085727806680. Oh ya, bagi yang nggak bisa datang ke Semarang dan mampir ke Ikikuwi, boleh loh pesan lewat online atau minta dikirim ke luar Semarang. Kalian bisa cek toko onlinenya di blognya ikikuwi.com atau ikikuwisemarang.wordpress.com atau di intagram @ikikuwi.

Gimana, masih bingung cari oleh-oleh kalau ke Semarang? Nggak lagi dong tentunya, kan sekarang sudah ada Ikikuwi. Tempat yang komplit dan lengkap buat belanja souvenir Semarangan.

 

Celoteh

Review RS Bunda Semarang

Pengalaman melahirkan merupakan sesuatu yang mendebarkan terutama untuk yang pertama kalinya. Persiapan menyambut si kecil membuat orang tua khususnya si ibu menjadi excited. Salah satunya adalah memilih tempat persalinan. Apakah memilih melahirkan dengan bantuan dokter atau bidan? Apakah memilih di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA), Rumah Sakit Umum atau Rumah Bersalin? Saya yakin, tidak sedikit yang mengalami kegalauan memilih tempat persalinannya, termasuk saya hehehe….

Nah, setelah sebelumnya jauh-jauh hari saya survei tentang RS berikut biaya persalinannya, menjelang HPL saya masih saja galau. Baru di minggu terakhir akhirnya saya bisa memutuskan mau melahirkan dimana. Seperti sudah saya ceritakan di postingan sebelumnya, saya akhirnya memilih melahirkan di RS Bunda mengambil kamar kelas 3 yang paling murah.

Berhubungan kehamilan pertama saya ini normal dan tidak ada indikasi yang mengharuskan saya untuk operasi, saya sempat berniat melahirkan di dokter lain atau bahkan di bidan saja, yang murah bahkan gratis jika menggunakan BPJS. Namun atas beberapa pertimbangan saya akhirnya memilih melahirkan di dokter saya biasa kontrol. Continue reading “Review RS Bunda Semarang”

Celoteh

My First Baby Boy

Setelah sekian lama absen ngeblog, postingan pertama di tahun 2016 ini saya ingin berbagi kabar bahagia. Yup, alhamdulilah pada akhir Januari kemarin saya berhasil melahirkan seorang anak laki-laki mungil melalui persalinan normal. Sebenarnya saya ingin segera posting segera setelah si kecil lahir, tapi apa daya waktu saya tersita untuk mengurusnya. Bukan hal mudah untuk mendapatkan free time, bahkan untuk tidur pun harus pintar-pintar cari waktu.

So, kali ini saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman pertama saya melahirkan. Bermula dari kegalauan saya yang belum merasakan tanda-tanda mau melahirkan padahal sudah mendekati HPL yaitu tanggal 26 Januari. Sehari sebelumnya saya kontrol ke dokter dan saya cukup cemas ketika dokter bilang air ketuban saya sudah berkurang. Dokter pun menyarankan untuk menunggu hingga 3 hari. Jika dalam jangka waktu 3 hari tidak ada kontraksi maka saya disuruh untuk induksi, karena takutnya air ketuban keburu habis. Besoknya pas HPL belum juga ada tanda-tanda kontraksi, namun dari sore sampai malam saya sempat flek. Besoknya, kami pun memutuskan untuk ke dokter, supaya jelas apakah saya tetap harus induksi/tidak. Berhubung hari itu hari Rabu dan dokter saya hanya ada jadwal praktek di RS Banyumanik, maka saya pun bela-belain ke Banyumanik meskipun jauh dan hujan deras pula. Continue reading “My First Baby Boy”

Celoteh

Bikin Paspor Sulit dan Ribet?

kantor-imigrasi-semarangYeay, Finally I got my pasport *jingkrak2*. Sebenarnya saya masih kepengin nunggu atau nyari kesempatan untuk bikin e-pasport. Sayangnya untuk sementara pelayanan e-paspor baru bisa di Kanim Jakarta saja hiks… 😦   Dan karena kakak ipar menghibahkan hadiah menang lomba ngeblog berupa tiket PP ke Singapura untuk 2 orang, maka akhirnya saya buru-buru bikin paspor deh. Sedangkan untuk suami karena sudah punya paspor, jadi dia nggak ikutan bikin (yang ternyata belakangan baru sadar kalau paspor suami sudah mau expired dan mau gak mau harus perpanjang).

Saya memilih untuk mengajukan permohonan pembuatan paspor melalui online. Lebih praktis dan simpel. Kita hanya perlu membuka situs imigrasi yang bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Tanpa perlu repot-repot datang ke kantor imigrasi hanya untuk membuat permohonan. Apalagi sekarang lebih mudah, karena sudah nggak perlu menyertakan/mengupload scan dokumen seperti dulu. Jadi kita hanya perlu mengisi biodata saja. Continue reading “Bikin Paspor Sulit dan Ribet?”

Celoteh

Lapas Itu Menakutkan?

DSC00221Apa yang ada dalam benak kalian ketika mendengar kata lapas? Menyeramkan?Menakutkan?Mungkin bagi sebagian orang berpikiran seperti itu, bahwa lapas itu adalah tempat yang tidak bersahabat. Penuh dengan kekerasan seperti yang digambarkan dalam film-film atau media. Saya juga awalnya berpikiran sama. Tapi itu dulu…dulu sebelum saya menginjakkan kaki sendiri dan melihat dengan mata kepala saya sendiri ke lapas.

Yap, dan beberapa waktu lalu, saya akhirnya menginjakkan kaki ke lapas untuk pertama kalinya. Tepatnya ke lapas wanita kela IIA Semarang. Begitu memasuki lapas, seketika semua bayangan saya tersebut langsung menghilang. Karena faktanya, keadaan di lapas wanita Semarang terlihat jauh berbeda dari imajinasi saya. Oh ya, alasan saya ke lapas karena ada pelatihan Pertolongan Pertama di sana yang diadakan oleh Rumah Zakat bekerjasama dengan Safety Code (perusahaan pelatihan keselamatan) dari Jakarta. Continue reading “Lapas Itu Menakutkan?”

Jalan-jalan

Kreo River Tubing

10352886_689019441166956_5587092496049074251_nPepatah bilang  “tak ada rotan akarpun jadi”. Saya dari dulu pengin sekali main arung jeram tapi belum kesampaian dan sebagai gantinya saya mencoba permainan yang nggak kalah seru yaitu tubing sungai. Kalau ada yang belum tahu apa itu tubing? tubing adalah permainan arung jeram menggunakan ban bekas. Jika arung jeram itu merupakan permainan kelompok dengan beberapa orang berada di dalam satu perahu karet, maka tubing adalah permainan individu dengan satu orang menggunakan satu ban.

Berawal dari keinginan untuk menghilangkan kejenuhan dan refreshing, salah seorang teman relawan Rumah Zakat (RZ) menawarkan untuk main tubing di sungai Kreo. Berhubung merupakan wisata baru dan belum pernah mencobanya maka kami pun sepakat untuk menjajalnya akhir bulan Agustus kemarin. Kalau ada warga Semarang yang belum tahu harap maklum saja, karena wisata tubing sungai Kreo memang baru beberapa bulan.Terletak di Desa Wisata Kandri, Gunungpati, lewat permainan yang juga dinamai Nginthir Kalijaga ini , kami di ajak menyusuri Sungai Kreo yang dahulu digunakan oleh Sunan Kalijaga untuk membawa kayu jati melewati Goa Kreo untuk pembangunan Masjid Demak. Sebenarnya Continue reading “Kreo River Tubing”