Beauty

Pengalaman Perawatan Wajah dengan Oxy Facial di Shaqila Beauty Center

Pengalaman Oxy FacialTahun 2018 ini, saya memasuki usia 30 tahun. Selain usia yang bertambah, memasuki usia 30 tahun juga berarti kondisi kulit pada tubuh juga ikut berubah. Kenapa? Pasalnya di usia ini, jika tubuh dan kulit nggak terawat dengan baik maka tanda-tanda awal dari penuaan dini akan muncul.

Kalau dulu, masalah kulit yang paling sering saya alami adalah munculnya jerawat dan kulit yang berminyak. Kini memasuki usian kepala 3, selain komedo yang masih setia nangkring di wajah, saya merasa pori-pori wajah semakin membesar dan kulit semakin terlihat kusam. Jujur deh nggak enak banget, saya jadi merasa semakin kelihatan tua dari usia sebenarnya. Karena itu kini saya jadi mulai  lebih perhatian ke kulit wajah. Continue reading “Pengalaman Perawatan Wajah dengan Oxy Facial di Shaqila Beauty Center”

Celoteh

Suami, Sahabat Seumur Hidup

Sahabat Terdekat

Kamu punya sahabat? Hmm, mungkin ada yang jawab iya dan juga enggak. Well, ini tergantung bagaimana kamu mendeskripsikan tentang makna seorang sahabat. Mungkin bagi sebagian besar di antara kamu bakalan setuju jika sahabat adalah orang selalu ada untuk kita pada saat apapun. Bahkan, saking dekatnya mungkin kamu akan merasa bahwa mereka sudah seperti saudara. Ya, dan saya pun setuju dengan hal tersebut. Eh, tapi kalau menurut mba Tanty dan mba Ade gimana nih? Apakah punya pemahaman yang berbeda?

Nah, kalau ada yang tanya, siapakah sahabat yang paling dekat dengan saya? Tentu saya akan menjawab dia adalah sang suami. Kenapa? Karena bagi saya dialah orang yang menjadi partner hidup yang saya pilih untuk menemani hingga akhir hayat. Wajar saja bukan, jika saya menjadikan orang yang jelas-jelas akan menjadi partner seumur hidup sebagai sahabat terdekat? Lalu yang masih single? Ya, kalau yang masih single kan masih ada keluarga seperti orang tua atau saudara. Betul nggak?  Continue reading “Suami, Sahabat Seumur Hidup”

Celoteh

Hello May and Welcome To My 30th

Hello May and Happy Birthday To Me…

cake 30

Yeay, Finally… Saya akhirnya memasuki umur kepala 3.  Yes, it’s big three O. Tepatnya di hari pendidikan nasional kemarin, saya berusia 30 tahun. Should I be happy? Well, actually some part of me feel exciting and the another is not. Jujur saja, ini bukanlah fase usia yang mudah. Why? Kepala 3 gitu, lo. Itu artinya saya sudah menua. Saya bukan lagi anak muda, melainkan sudah menjadi orang dewasa dan orang tua.

Dewasa? Ah…saya sendiri nggak tahu pasti, apakah saya memang sudah layak dan pantas untuk disebut sebagai orang dewasa. Karena kedewasaan itu bukan ditentukan dari umur. Jadi, saya sendiri nggak bisa menjamin bahwa saya adalah orang yang sudah bisa dewasa. Saya masih merasa bahwa saya ini masih sering bersikap childish. Padahal saya sendiri sudah punya anak kecil, bahkan mau dua pula. Continue reading “Hello May and Welcome To My 30th”

Celoteh

Catatan 2017: Kejadian yang Paling Berkesan

P_20170630_084620.jpg

Sudah tahun baru, nggak terasa setahun berlalu dengan cepat. Kalau flash back ke belakang, rasanya banyak banget kejadian di 2017 lalu. Banyak hal nggak terduga yang terjadi. Baik itu sesuatu yang menyenangkan maupun sebaliknya. Dari banyaknya kejadian yang terjadi tahun lalu, ada beberapa kejadian yang berkesan bagi saya dan nggak akan pernah saya lupakan.  Jadi kalau mba Tanti dan Nuzha, tanya tentang kejadian paling berkesan bagi saya di 2017, and this is my answers: Continue reading “Catatan 2017: Kejadian yang Paling Berkesan”

Celoteh

Review RS Bunda Semarang

Pengalaman melahirkan merupakan sesuatu yang mendebarkan terutama untuk yang pertama kalinya. Persiapan menyambut si kecil membuat orang tua khususnya si ibu menjadi excited. Salah satunya adalah memilih tempat persalinan. Apakah memilih melahirkan dengan bantuan dokter atau bidan? Apakah memilih di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA), Rumah Sakit Umum atau Rumah Bersalin? Saya yakin, tidak sedikit yang mengalami kegalauan memilih tempat persalinannya, termasuk saya hehehe….

Nah, setelah sebelumnya jauh-jauh hari saya survei tentang RS berikut biaya persalinannya, menjelang HPL saya masih saja galau. Baru di minggu terakhir akhirnya saya bisa memutuskan mau melahirkan dimana. Seperti sudah saya ceritakan di postingan sebelumnya, saya akhirnya memilih melahirkan di RS Bunda mengambil kamar kelas 3 yang paling murah.

Berhubungan kehamilan pertama saya ini normal dan tidak ada indikasi yang mengharuskan saya untuk operasi, saya sempat berniat melahirkan di dokter lain atau bahkan di bidan saja, yang murah bahkan gratis jika menggunakan BPJS. Namun atas beberapa pertimbangan saya akhirnya memilih melahirkan di dokter saya biasa kontrol. Continue reading “Review RS Bunda Semarang”

Tak Terdefinisi

Marry U…

Banyak janur kuning melengkung, itulah kesan pertama di bulan November. Yup, sepertinya banyak yang menikah di bulan ini. Bahkan tadi pas berangkat dari kos ke studio, melewati beberapa janur kuning sampai mobil berjanur kuning. Bulan November, musim hujan dan banyak yang nikah. Hmm….adakah hubungannya? I don’t know. Maybe yes or maybe not. Whatever the reason, I want to congrats for all my friends that got married in this month. I am really sorry if I couldn’t come to your wedding, but I hope you are all will have a happy married 🙂

Kalau wedding bouquet-nya beneran permen mah, mending di makan aja :p

Ngomongin soal pernikahan, teman saya pernah iseng melakukan survey kecil-kecilan. Menurut dia, mayoritas teman-teman perempuannya yang lahir tahun 1988 ingin menikah tahun depan. Well, I think It can be understood. Why? Karena tahun depan, kelahiran 1988 bakalan berada di umur 25 tahun. Nah, ini dia neh bedanya perempuan ma laki-laki. Karena umur 25 tahun buat wanita merupakan usia di mana kesehatan reproduksinya berada pada saat terbaik dan akan semakin berkurang seiring bertambahnya usia. Tentu ini berbeda dengan pria Continue reading “Marry U…”

Celoteh

Bekerja setelah Menikah?

Hari ini, entah kenapa lagi pengin nulis lagi buat ngisi blog. Tadi iseng-iseng aja jalan-jalan ke blog tetangga. Gara-gara baca tulisan dia, aku jadi keingat beberapa hari lalu, tepatnya Selasa kemarin, aku ikut FGD untuk penelitian S3 salah satu dosen di salah satu universitas di Semarang. Sebenarnya tema disertasinya dia tentang analisi wacana, cuma kemarin agak menyinggung tentang gender. Salah satu pertanyaan kemarin adalah pendapat tentang topik artikel terkait pernikahan. Gara-gara pertanyaan itu, mau nggak mau jawaban kami para responden secara langsung maupun tidak langsung pun akhirnya menyinggung ranah gender terutama tentang posisi perempuan ketika setelah menikah. Continue reading “Bekerja setelah Menikah?”