Kesehatan

Pengalaman Operasi Kuretase

Bisa hamil dan melahirkan dengan lancar tentu menjadi kebahagiaan tersensiri bagi setiap ibu. Namun ada kalanya juga seorang ibu tidak bisa merasakan semua proses itu hingga akhir. Seperti yang saya alami beberapa waktu lalu, ketika saya positif hamil namun akhirnya harus menjalani kuretase karena janin tidak berkembang. Saya sudah pernah menceritakannya di postingan sebelumnya di sini. Nah, jadi kali ini saya mau cerita tentang proses kuret yang saya alami. Mungkin saja ada yang penasaran gitu hehehe…

Buat kalian yang belum tahu apa itu kuretase? Kuretase merupakan sebuah prosedur yang harus dijalankan untuk wanita yang mengalami keguguran dan juga beberapa masalah lain pada wanita yang berhubungan dengan kandungan serta rahim. Sedangkan kuret merupakan alat operasi yang dipakai untuk pengangkatan jaringan yang ada pada rahim dan kuretasi merupakan prosedur yang dijalankannya. Kuretase ini akan dilakukan oleh ginekolog dengan durasi antara 10 sampai 15 menit pada pasien yang sebelumnya sudah dibius. Untuk penjelasan mengenai kuretase selengkapnya seperti manfaat, metode, efek samping dan hal lain menyangkut kuretase, kalian bisa cek di di sini.

Menjalani kuret dengan dr. Widi Fatmawati Sp.Og di RS Hermina Pandanaran, saya dijadwalkan kuret hari minggu sore. Namun, saya sudah harus masuk RS pagi hari sekitar jam 8-9 pagi untuk persiapannya. Jadi sekitar jam 8.30  WIB, saya bersama dengan suami dan Kenzie berangkat ke RS. Lah kok Kenzie dibawa? Iya, soalnya Kenzie masih nenen dan juga nggak ada yang bisa momong dia. Jadi saya sebisa mungkin meminimalkan waktu berpisah dengan Kenzie. Karena tindakan kuret dilakukan sore, saya masih bisa bersama Kenzie sampai sore. Dan di RS juga ada tempat bermain untuk anak, jadi Kenzie juga nggak terlalu bosan selama menunggui saya. Continue reading “Pengalaman Operasi Kuretase”

Celoteh

Pengalaman Keguguran Pertama

Bulan Agustus kemarin, saya sempat surprise karena alhamdulilah dapat garis 2 di test pack. Antara bahagia, terkejut, bingung semuanya campur aduk. Bahagia karena ternyata dikasih amanah adiknya Kenzie lebih cepat. Terkejut karena nggak nyangka bisa hamil tanpa program ke dokter, karena saya ini seorang PCOs fighter. Dan bingung juga gimana nyapih Kenzie yang masih menyusui. Beberapa hari kemudian saya pun ke dokter di RS dekat rumah untuk sekadar memastikan kebenaran kehamilan saya. Selain itu tentunya juga pengin tahu kondisi kandungan saya.

Pertama kali cek kehamilan ke dokter Vannya di RS Permata Medika. Saat USG, menurut dokter katanya memang ada kantong rahim, tapi bakal janinnya belum terlihat. Diperkirakan umur kandungan sesuai ukuran kantong rahim yang berdiameter sekitar 3 cm yaitu 7 minggu 3 hari. Selanjutnya disuruh balik lagi seminggu atau dua minggu kemudian untuk melihat perkembangan janin. Tapi pas kontrol selanjutnya saya nggak balik lagi sih karena saya memilih periksa ke dokter Putri di RS Bunda, yang nanganin saya pas hamil Kenzie. Pertimbangannya karena beliau ini yang tahu sejarah kesehatan saya, mulai dari PCOs, promil hingga lahiran Kenzie. Sekitar 10 hari kemudian saya pun ke dokter Putri. Sebenarnya saat itu belum rencana periksa, tapi berhubung saya mengalami flek selama 3 hari, akhirnya saya memutuskan periksa saat itu. Saat di USG, ternyata hasilnya masih sama dengan cek USG pertama. Ukuran kantong rahim masih sama dan bakal janin belum terlihat. Padahal seharusnya sedari usia 6 minggu bakal janin sudah bisa terlihat. Hmm…selesai periksa hari itu saya sudah mulai cemas. Ngebayangin setiap kontrol hamil ada perkembangan bagus dalam kandungan kita, itu adalah momen spesial sih menurut saya. Bagi yang sudah pernah hamil seperti mba Marita dan mba Dini, pasti tahulah rasanya kalau kehamilan kita dinyatakan baik-baik saja. Akhirnya saya pun disuruh kembali lagi seminggu kemudian sambil melihat perkembangan selanjutnya.

Minggu berikutnya, saat di USG kembali dan ternyata hasilnya masih sama, saya juga masih flek. Dokter pun menyatakan bahwa kandungan saya tidak berkembang. Itu artinya saya kemungkinan besar harus kuret. Saat itu dokter Putri masih memberi kesempatan untuk melihat perkembangan kandungan seminggu lagi. Jika nantinya tidak ada kemajuan maka mau nggak mau harus segera dikuret. Kalau dibiarkan terlalu lama, nanti bisa jadi hamil anggur. Meskipun sebenarnya katanya tubuh kita secara alami akan berusaha mengeluarkanya dengan sendiri. Sempat ditawari penguat kandungan, namun saya memilih alami saja. Apalagi beliau juga bilang kalau terlalu sering diberi penguat kandungan, nanti saat kuret malah akan menyulitkan pembukaan jalan lahir. Saya juga diberi surat pengantar masuk RS saat mau kuret. Jadi kalau mau kuret sebelum seminggu saya tinggal langsung ke RS saja.

Sepulang dari RS, karena sudah pasti harus di kuret, saya pun akhirnya mulai hunting biaya kuret. Penginnya sih bisa kuret di dokter Putri saja, tapi sayangnya kalau ke dokter Putri nggak bisa pakai BPJS. Soalnya beliau cuma praktek di RS Bunda dan di paviliun Garuda RS Karyadi. Dulu pernah praktek di RS Hermina Banyumanik, tapi terakhir lihat jadwal praktek di RS saya nggak menemukan namanya. Kemungkinan besar dokter Putri sudah nggak praktek di sana lagi. Ya maklum saja sih, karena jarak yang jauh dan juga kesibukan dokter Putri yang juga mengajar di FK Undip.

Oh ya, saya hunting biaya kuret hanya di 3 RS yaitu RS Bunda, Roemani dan Hermina Pandanaran. Di RS Bunda biaya kuret komplit sekitar 7,5 juta. Di Roemani untuk tindakannya saja sekitar 4,5 juta. Di RS Hermina Pandanaran tidak bisa dipastikan, karena tergantung diagnosis dari dokter. Beuuhh….mahal juga ya ternyata biayanya. Hampir sama bahkan lebih mahal dibandingkan biaya lahiran normal. Mungkin karena kuret termasuk operasi besar dan dibius total jadinya biayanya cukup mahal. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan, saya pun memilih ke RS Hermina Pandanaran. Pertimbangannya karena di RS Hermina khusus untuk ibu dan anak. Dibandingkan dengan Roemani yang RS umum, setidaknya meminimalisir Kenzie terkontaminasi dengan lebih banyak penyakit.

Karena saya pakai BPJS, saya pun berencana segera mengurus rujukan dari faskes 1. Supaya kalau ada apa-apa bisa langsung segera ke RS. Nah ternyata, saat besoknya saya mau mengurus surat rujukan, malam sebelumnya saya keluar darah banyak banget dan keluar gumpalan. Waktu itu tengah malam sekitar jam 12-an, perut rasanya mules kayak orang mau kebelet dan nyeri seperti lagi haid. Tapi menurut saya sih masih biasa saja, nggak yang sakit banget atau gimana gitu. Akhirnya saya pun ke kamar mandi dan habis itu keluarlah darah banyak dan gumpalan. Di kamar mandi mungkin sekitar 1 jam lebih, sempat balik ke kamar dan nyusuin Kenzie, lalu akhirnya balik ke kamar mandi lagi. Akhirnya jam 2-an baru bisa tenang dan tidur kembali. Sebenarnya sih sama dokter Putri kalau keluar gumpalan disuruh langsung ke UGD. Tapi kok saya malas kalau tengah malam harus pergi ke RS. Selain itu juga saya merasa baik-baik saja, nggak ada yang perlu dicemaskan. Jadi ya sudah deh, baru pagi harinya saya ke klinik untuk minta surat rujukan.

Saat ketemu sama dokternya, saya sempat dimarahi dan dibilang sembrono saat cerita kalau saya keluar gumpalan dan darah banyak. Ya sih, seharusnya kalau kandungannya normal dan keluar darah banyak memang bahaya dan harus segera ke RS masuk IGD. Tapi berhubung saya ini termasuk BO alias hamil kosong, ya saya anggap pengecualian. Jangan ditiru loh ya kalau ada yang hamil dan kejadian kayak saya. Lalu suami pun langsung bilang kalau saya hamil tapi janinnya nggak berkembang. Singkat cerita, saya pun akhirnya di rujuk ke poli di RS Hermina. Hari itu juga setelah mendapat surat rujukan saya ke RS Hermina, tapi sayangnya dokter yang saya tuju yaitu dokter Widi sudah pulang. Alhasil, saya pun disuruh balik besoknya, sekalian saya didaftarkan nomor antrian.

Keesokan harinya, saya pun kembali ke RS. Oleh dokter setelah dicek lewat USG, ternyata masih ada sisa placenta jadi memang harus dikuret. Sebenarnya mau periksa dalam juga, tapi berhubung Kenzie sudah nangis heboh akhirnya nggak dilakukan. Oleh dokter, saya pun dijadwalkan kuret hari besoknya yaitu Minggu. Rencananya saya masuk RS pagi jam 8-9an, tindakan sore jam 5 dan malamnya saya bisa langsung pulang. Saya sungguh beryukur banget, karena itu artinya saya nggak harus nginep di RS dan bisa ketemu Kenzie lebih lama. Karena dari awal yang saya bingung adalah siapa yang jagain Kenzie. Apalagi Kenzie masih nenen dan nggak bisa tidur kalau nggak nenen. Nggak mungkin juga nitipin sama mertua lama-lama karena mertua bakalan kerepotan kalau Kenzie rewel. Mertua juga nggak bisa nggendong Kenzie lama-lama karena sakit punya sakit punggung. Kalau Kenzie bisa ikut ke RS, saya pisahnya sama Kenzie saat operasi saja.

Nah, itu tadi cerita tentang pengalaman keguguran yang pertama bagi saya. Saat tahu kehamilan saya yang kedua ini nggak bisa dipertahankan, perasaan saya kembali campur aduk. Sempat sedih juga, tapi saya ambil hikmahnya saja. Mungkin belum rezekinya dan saya disuruh sama Allah fokus ngurus Kenzie dulu. Nggak kebayang juga sih kalau saya ngurus bayi sama Kenzie. Lha wong ngurus Kenzie saja saya sudah ngos-ngosan hehehe… Saya cuma bisa berdo’a, semoga ini adalah yang terbaik. Biar bagaimanapun Allah lebih tahu apa yang kita butuhkan bukan?

Kesehatan

Ini Bahaya Penyakit Diabetes

Siapa yang nggak tahu diabetes? penyakit yang menyelinap diam-diam, sebab penyebabnya yang cuma disebabkan gula yang berlebihan dikonsumsi tubuh. Diabetes pun menjadi momok menakutkan bagi siapa saja. Pasalnya bahaya dari penyakit diabetes, tak bisa dianggap main-main. Sebab kematian bukanlah hal yang dapat dianggap main-main bukan?

Yup, tentu saja diabetes bisa menyebabkan kematian. Kenapa? karena bahaya yang ditimbulkan saja sampai menyerang jantung. Di mana pusat kehidupan manusia ada di sana. Bisa juga menyerang ginja. Organ yang berfungsi menyaring darah itu, bila sudah rusak, maka tubuh kita tentu akan kerepotan untuk mengurus masalah darah saja. Sebab, jika ginjal sudah rusak, dengan apa tubuh kita menyaring darah? Ya memang, alat-alat medis sudah begitu canggih di masa ini. Tapi masalahnya, apa hidup kita dipertahankan pada alat-alat medis dokter untuk selama-lamanya? Nggak mau kan?

Nah, maka dari itu kita harus tahu tentang penyakit diabetes, terutama bahayanya. Berikut ini beberapa bahaya penyakit diabetes, antara lain :

  • Mata yang mengalami kerusakan. Diabetes dapat merusak kornea dan lensa mata. Bahaya seperti kehilangan penglihatan, menjadi hal yang sering terjadi untuk penderita penyakit satu ini. Tak jarang, dan kita pasti bisa menemukan orang-orang di sekitar yang menderita penyakit ini, kehilangan penglihatannya, katarak, atau glaukoma.
  • Pendengaran terganggu. Menjadi tuli, penderita bisa mengalami gangguan pendengaran. Jadi tak hanya mata, telinga pun juga bisa terkena dampaknya. Dua hal penting tersebut adalah dua indera dari 5 indera manusia. Dengan demikian ini membuktikan, diabetes ada kaitan erat dengan kerusakan alat-alat indera manusia.
  • Pikun. Sistem memori menjadi terganggu. Tak hanya dipengaruhi faktor usia, pikun atau pelupa ternyata bisa disebabkan oleh kehadiran penyakit diabetes juga loh.
  • Infeksi pada kulit. Penderita akan mengalami luka kulit yang susah untuk sembuh. Gampang terluka, tapi susah untuk sembuh. Bahkan luka yang tak kunjung sembuh, bisa berakibat membusuknya kulit yang terdapat luka.
  • Kerusakan sistem saraf. Saraf yang diserang lebih condong ke kaki. Penderita akan merasakan kesemutan, rasa terbakar, merasakan sakit pada ujung jari dan kaki menjadi mati rasa.
  • Cacat pada kaki. Karena mengalami gangguan saraf, pada kondisi tertentu, penderita bisa saja harus melakukan amputasi kaki agar tidak menyerang jaringan lain yang belum rusak. Amputasinya sendiri tidak menggunakan obat bius. Jadi bisa dibayangkan betapa sakit yang dirasakan penderita.
  • Kerusakan ginjal. Seperti yang dijelaskan di atas. Ginjal akan mengalami kerusakan karena diabetes. Untuk mempertahankan kehidupan, maka penderita pun harus rutin melakukan cuci darah.
  • Penyakit jantung. Diabetes akan menyebabkan dada terasa sakit. Jenis penyakit jantung pun akan menyerang kita yang disebabkan diabetes. Yang sering terjadi adalah, penderita mengalami stroke, dan serangan jatung tiba-tiba.

See, itulah bahaya dari penyakit diabetes. Mengerikan bukan? Jadi, sebelum terlambat jagalah kesehatan tubuh kita agar terhindar dari penyakit diabetes. Namun bila sudah terkena penyakit diabates, segera sembuhkan penyakit diabetes dengan obat tradisional yang bisa dibeli di toko obat. Bila seperti itu, masihkan kita tidak mau menjaga kesehatan? Jarang olahraga atau tidak menjaga makan-makanan yang sehat?

Celoteh

Sahabat, Berbeda Namun Sehati

“Persahabatan bagai kepompong, mengubah ulat menjadi kupu-kupu. Persahabatan bagai kepompong, hal yang tak mudah berubah jadi indah. Persahabatan bagai kepompong, maklumi teman hadapi perbedaan. Persahabatan bagai kepompongna na na na na..”

Hayo, siapa yang tahu lagu di atas? Itu merupakan cuplikan dari lagu Kepompong milik Sind3ntosca. Beberapa tahun lalu ini lagu sempat ngehit saat menjadi OST di salah satu serial TV. Saya termasuk salah satu penontonnya, soalnya ceritanya bagus sih. Sesuai lagu OST-nya, cerita serialnya memang tentang persahabatan.

Nah, ngomongin tentang persahabatan, kita semua yang hidup dunia ini pasti memiliki sahabat. Sahabat yang begitu berarti untuk kita. Bahkan, terkadang ada yang rasa sayang kepada sahabat sama besarnya dengan rasa sayang kepada keluarganya sendiri. Di dalam hati kita, sahabat memiliki ruang tersendiri. Ada yang bilang, mencari seorang sahabat sejati lebih sulit daripada mencari seorang pacar. Bahkan ada juga seseorang yang rela berkorban apapun asalkan sahabatnya itu bahagia. Itulah yang namanya sahabat sejati.

Saya sendiri memiliki beberapa sahabat, salah satunya yaitu seorang perempuan bernama Astrid. Yup, she is one of my bestfriend. Astrid ini teman kuliah satu jurusan. Meskipun dari awal kuliah sudah kenal, tapi kami nggak langsung dekat. Tahun-tahun pertama kuliah, bisa dibilang kami hanya sekadar bertemu dan say “hai” di kelas saja. Sepertinya terlalu banyak perbedaan di antara kami. Saya dan Astrid berasal dari daerah dan suku yang berbeda. Dia orang Jakarta dengan suku Betawi, sedangkan saya orang Purwokerto dengan suku Jawa. Dia lebih sering ngumpul sama teman-teman yang sedaerah sama dia. Sedangkan saya sendiri? Sama teman-teman lain, seprovinsi tapi nggak sedaerah juga sih… lha wong yang dari Purwokerto cuma saya doang hehehe…. Selain beda pergaulan, kami pun punya gaya berpakaian yang berbeda. Dia gayanya modis dan feminim yang ala anak gaul gitu deh. Sedangkan saya, alamak jangankan dibilang modis apalagi feminim. Penampilan lebih sering acak adut dan cenderung tomboi hehehe… Kami juga punya sifat yang berbeda. Astrid cenderung kalem, penurut, pendiam dan penyabar, sedangkan saya cenderung hmm…cerewet, nggak bisa diam, keras kepala serta nggak sabaran.

Astrid ini orangnya selain cantik, pintar dan bisa dibilang unik. Gimana nggak unik coba kalau cuma dia yang bayar iuran angkatan pakai uang receh. Masih ingat banget tuh, saat habis kuliah pagi, saya bantuin dia ngitungin uang receh bejibun dari kaleng celengannya hahaha… Lalu, seiring berlalunya waktu *halah*, pada akhirnya saya tahu kalau dia ini ternyata adalah sahabat dari teman SMA saya. Kebetulan saat SMA sahabatnya itu pindah ke sekolah saya. Berawal dari situlah kami mulai lebih terbuka satu sama lain, meskipun masih belum dekat. Barulah saat menjelang tahun-tahun terakhir kuliah, tepatnya saat kami KKN, kami mulai akrab dan dekat. Kebetulan kami dapat KKN satu tempat. Di tempat KKN, kami jadi sering ngobrol dan nyambung karena ternyata dalam beberapa hal kami memiliki pemikiran yang sama. Saat tim KKN mengadakan rapat atau diskusi, kamipun sering kali sependapat dan sepemikiran.

Selepas KKN, kami tetap sering bertemu. Sering pergi bareng dan saling curhat ngalor ngidul dari A-Z. Seiring berjalannya waktu kami pun semakin mengenal dan mengerti kepribadian satu sama lain. Masih ingat banget zaman dulu kami masih kuliah. Saya sering menginap di kosnya. Kalau saya ada kegiatan hingga tengah malam, maka kosan dialah yang jadi tempat tujuan berpulang. Masih terbayang juga saat dia jadi fashion stylist dadakan setiap kali saya ada acara “penting”. Kalau sedang bosan, kami bakal jalan-jalan berdua keliling kota sambil mencari kuliner enak. Nggak cuma itu saja, meskipun kami berasal dari latar belakang yang berbeda, di sisi lain kami ternyata juga memiliki banyak persamaan yang bisa bikin kami jadi sehati loh. Apa itu? Kami sama-sama suka nonton K-Drama, sama-sama suka baca komik, sama-sama hobi makan dan sama-sama suka nge-teh. Iya, ternyata kami berdua sama-sama penikmat teh dan favorit kami adalah teh hijau Kepala Djenggot. Eh, tapi sebenarnya ada lagi sih yang bikin kami sehati. Kami sama-sama tipe orang yang setia sama pasangan *halah* dan sama-sama jatuh cinta sama orang Semarang. Yang terakhir jadi faktor penting tuh kenapa kami tetap bersahabat dan sehati hingga sekarang hehehe….

Oh ya, ngomongin soal teh, mekipun punya teh favorit yang sama, tapi kami punya alasan berbeda kenapa kami menyukainya. Astrid suka mengkonsumsi teh hijau Kepala Djenggot karena antioksidan yang tinggi dalam teh hijau berfungsi menjaga kesehatan kulit secara alami dan dapat mengurangi stres, karena di dalamnya terdapat asam amino bernama L-thanine yang membantu meringankan stres dan kecemasan pada seseorang. Pantas saja dia punya wajah cantik dan kulit yang bagus euy. Kalau saya sih, alasan utama suka minum teh hijau Kepala Djenggot buat menurunkan dan menjaga berat badan hehehe…Asal kalian tahu saja, teh hijau terbukti dapat mengurangi penyerapan lemak dalam tubuh sehingga secara otomatis jumlah lemak pada tubuh akan berkurang. Selain itu pada teh hijau juga terdapat ketekin polifenol yang menyebabkan intensitas pembakaran lemak.

Sebenarnya masih banyak lagi manfaat teh hijau bagi kesehatan. Tapi mau sebanyak apapun manfaat teh hijau untuk kesehatan tubuh, kesehatan jiwa juga nggak kalah penting. Saya dan Astrid percaya, sehat itu nggak hanya fisiknya saja, tapi juga hatinya. Tubuh yang sehat nggak ada gunanya kalau nggak punya jiwa yang sehat. Makanya, antara tubuh dan jiwa harus seimbang sehatnya. Dan untuk mewujudkan fisik dan hati yang sehat kami berdua memiliki jurus Sehatea. Apa itu? Yaitu dengan rutin mengkonsumsi teh hijau Kepala Djenggot untuk menjaga kesehatan tubuh dan selalu menghargai dan mengasihi satu sama lain untuk menjaga kesehatan jiwa. Misalnya seperti kami, yang walaupun berbeda tapi kami bisa mengapresiasi perbedaan yang ada, sehingga kami bisa sehati. Well, untuk melakukan memang awalnya tidak mudah tapi bukan berarti mustahil.

Saya sendiri nggak kebayang, kalau dulu saya dan Astrid nggak KKN bareng, mungkin kami nggak bakal jadi dekat dan bersahabat hingga sekarang. Meskipun awalnya bukan sesuatu yang gampang, namun kami mencoba untuk lebih mengenal satu sama lain. Saya sih percaya, kalau kita mau terbuka dan menerima perbedaan yang ada, pada akhirnya kita pun bisa saling mengerti, saling menghargai dan mengasihi satu sama lain. Bahkan dengan perbedaan yang ada bisa saling melengkapi dan menambah indah persahabatan yang terjalin. Dan hal tersebut sudah saya buktikan melalui persahabatan kami.

Saat kami akhirnya lulus kuliah, Astrid kembali ke Jakarta dan saya tetap stay di Semarang. Walaupun jarak memisahkan, tapi kami tetap saling kontak dan masih sering ngobrol dan curhat meski cuma via telpon. Sampai akhirnya kami masing-masing menikah dan sama-sama stay di Semarang. Senang banget rasanya kalau bisa lebih dekat sahabat kita. Kalau kangen bisa meet up, kalau ada yang butuh bantuan bisa segera membantu. Kalau jauh-jauhan kan pastinya bakalan jarang banget ketemunya dan kalau ada yang butuh bantuan terbatas jarak dan waktu. Betul nggak sih?

Nah, itu tadi cerita tentang persahabatan saya dengan Astrid yang berbeda namun #Sehatea. Kalau kamu sendiri, apakah punya cerita tentang persahabatan dengan teman atau rekan yang berbeda namun #Sehatea? Bisa yang berbeda suku/agama/ras/golongan. Kalau iya, share dong tentang cerita persahabatan kalian di kolom komentar. Akan lebih seru lagi kalau kalian mau menuliskannya di blog. Bagikan ceritanya dan jadilah menginspirasi karena meski kita berbeda namun #Sehatea.

 

Kesehatan

​Tips Ampuh Mengatasi Mabuk Perjalanan Ketika Berlibur

Tubuh yang sehat dan bersemangat akan membuat perjalanan liburan semakin menyenangkan. Walaupun sudah melindungi diri dengan asuransi perjalanan, kita tetap harus cermat menjaga kesehatan setiap saat. Agar nanti kita bisa menikmati perjalanan liburan secara maksimal.

Salah satu musuh terbesar ketika berlibur adalah kondisi mabuk perjalanan. Sebenarnya ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi mabuk perjalanan. Jika kita memahami beberapa tips ampuh ini, pasti mabok perjalanan tak lagi menjadi kendala besar saat berlibur :

Mengonsumsi Obat Anti Mabuk

Solusi ini merupakan cara terbaik untuk mengatasi mabuk perjalanan. Sebab obat anti mabuk akan membuat kita menjadi lebih rileks dan mudah tertidur. Bila kita tertidur pulas selama berada di perjalanan, risiko mabuk dan gangguan kesehatan lainnya bisa diminimalkan.

Menikmati Minuman Hangat

Tubuh butuh minuman hangat untuk menjaga keseimbangan sistem pencernaan selama mabuk. Jadi, siapkan saja teh hangat atau air jahe untuk menstabilkan kondisi pencernaan. Hindari makanan dan minuman yang terlalu asam atau mengandung banyak lemak.

Mencari Udara Segar

Udara dalam kendaraan yang tertutup juga dapat menjadi pemicu mabuk perjalanan. Untuk mengatasi hal ini, cobalah duduk dekat jendela agar bisa merasakan hembusan angin segar. Dengan demikian, sirkulasi udara yang lancar membuat tubuh akan kembali fit dan bebas mabuk.

Posisi Tubuh yang Rileks Selama Perjalanan

Ternyata posisi tubuh juga bisa mempengaruhi risiko mabuk perjalanan. Duduklah secara rileks dengan kondisi kepala yang bersandar. Bukalah sebagian kancing baju atau ikat pinggang yang terlalu ketat. Supaya tubuh merasa lebih rileks dan bisa memperoleh asupan oksigen secara maksimal.

Tak Perlu Menahan Muntah

Muntah saat merasa mabuk akan membuat kita menjadi lebih lega. Siapkan kantong plastik berukuran besar untuk menampung muntah. Setelah muntah, makanlah sedikit camilan dan minum air agar kondisi perut tidak terlalu kosong.

Kemampuan kita untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan orang-orang sekitar saat berlibur tentu membuat kita jadi lebih tenang. Jangan lupa pula mengakses Futuready, supermarket asuransi yang telah menyiapkan berbagai asuransi perjalanan terpercaya. Temukan asuransi perjalanan di sini, di Futuready yang super lengkap dan prosedurnya praktis. Keselamatan perjalanan dan barang bawaan semakin terjamin jika kita memilih asuransi perjalanan terbaik.

Kesehatan

Tips ASI Lancar

Beberapa hari yang lalu, dapat kabar teman kuliah ada yang baru saja melahirkan. Namun, karena jarak yang memisahkan saya belum bisa menjenguknya dan hanya berkomunikasi via telp saja. Kami pun saling bertukar cerita tentang proses persalinan serta menyusui.  Kebetulan teman saya ini ASI-nya nggak keluar di awal-awal pasca persalinan. Keluar sih, tapi hanya sedikit saja dan hal tersebut cukup membuat cemas dan stres teman saya. Dia takut ASI-nya nggak lancar dan terpaksa harus memberi susu formula, padahal dia ingin memberikan ASI eksklusif  kepada anaknya. Hal tersebut jadi kembali mengingatkan saya saat melahirkan Kenzie sekitar satu tahun lalu.

Menjadi ibu untuk pertama kali, saya juga sempat mengalami kebingungan dan kehebohan tentang bagaimana saya mengurus dan merawat anak nantinya. Di awal pasca melahirkan, yang paling bikin pusing adalah bagaimana saya bisa menyusui si kecil dengan benar, bisa memberikan ASI eksklusif dan anak bisa lulus S3. Semenjak masa kehamilan, saya sudah bercita-cita anak saya nggak usah pakai susu formula. Sebisa mungkin bisa menyusui hingga 2 tahun, atau setidaknya minimal bisa ASIX deh. Dan untuk itu, I will do everything… Yup, saya akan berusaha semaksimal mungkin biar anak saya bisa dapat ASIX dan tetap dapat ASI hingga 2 tahun. Kenapa? Tentunya para ibu-ibu sudah pada tahu dong segimana penting dan hebatnya si ASI. Nggak cuma bermanfaat bagi bayi tapi juga bagi ibunya. Buat yang belum tahu, silahkan googling sendiri saja dan saya yakin kalian pasti akan say “yes” juga hihihi… Continue reading “Tips ASI Lancar”

Kesehatan

Tubuh Tetap Sehat ,Traveling Jalan Terus

Saya ini termasuk orang yang  aktif. Dulu pas masih muda, nggak betah gitu kalau pulang sekolah cuma di rumah saja. Saya pun ikut ekstrakurikuler mulai dr pramuka, PMR hingga rohis sampai karate.  Pas kuliah apalagi, makin nambah deh itu daftar kegiatan. Pulang malam hingga ikut kegiatan luar kota juga dijabanin. Hobi traveling saya pun semakin menjadi setelah kuliah. Traveling naik motor dari Semarang ke Jogja, Solo hingga Purwokerto itu sudah biasa. Ke Jakarta atau ke Surabaya sendirian naik kereta juga bukan sesuatu yang aneh bagi saya. Rasanya senang saja gitu, bisa melihat belahan bumi yang lain dan bertemu dengan orang-orang yang baru.

Tapi….itu dulu, pas jaman masih single fighter. Saat masih tinggal bawa badan sendiri kalau mau traveling. Kalau sekarang emangnya sudah nggak suka traveling? Ya masih, tapi nggak sesering dulu. Karena sekarang tantangannya lebih berat boo… Secara sekarang saya sudah jadi emak-emak beranak satu gitu loh. Tahu sendiri dong ya bagaimana hebatnya profesi seorang ibu itu. Meskipun ibu rumah tangga, tapi kerjaannya nggak pernah kelar, nonstop 24 jam. Jadi sekarang saya sadar diri. Saya sudah nggak bisa seenak jidat sendiri langsung berangkat traveling begitu saja. Kalau mau pergi-pergi, kemanapun itu saya harus sepaket sama si kecil. Apalagi kalau perginya jauh ke luar kota. Jauh hari sebelumnya saya harus menyiapkan segala sesuatunya. Mulai dari barang-barang yang perlu dibawa hingga yang terpenting adalah kondisi fisik kami semua. Harus dipastikan sehat semuanya dan gak boleh sakit. Terutama si kecil, dilarang keras sakit saat mau bepergian. Bisa makin rempong nanti hehehe…. Continue reading “Tubuh Tetap Sehat ,Traveling Jalan Terus”