Celoteh

Malas Ngeblog? Ini Dia Penyebab Dan Cara Mengatasinya

Setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa malas. Sama seperti halnya bagi blogger, pasti juga pernah mengalami rasa malas untuk ngeblog. Terutama bagi blogger part-time seperti saya. Ya, dan gara2 saya malas ngeblog traffic pengunjung jadi turun deh. Sedih nggak sih? Ya sedih dong pastinya.

Makanya saya berusaha untuk selalu bisa update blog sebisa saya. Minimal sebulan sekali. Dan sekarang lagi berusaha biar bisa update postingan baru seminggu sekali. Meski ya kadang meleset. Yang penting niatnya dulu hehehe  

tips ngeblog
Continue reading “Malas Ngeblog? Ini Dia Penyebab Dan Cara Mengatasinya”
Celoteh

Kehamilan Anak Ketiga

Kali ini saya mau cerita tentang pengalaman kehamilan anak ketiga yang saya alami tahun lalu. Jadi, kami sekeluarga sempat positif Covid 19 pada bulan Maret 2021. Setelah sembuh, badan saya rasanya kok tetap nggak enak. Saya juga belum mendapatkan mens, sejak mens terakhir di Januari.

Sebenarnya, sedari dulu mens saya memang nggak teratur, nggak tiap bulan mens. Kadang 2 bulan sekali, 3 bulan sekali bahkan pernah 8 bulan sekali. Itu karena saya memiliki pengalaman PCOS. Bahkan, selama saya menyusui saya nggak pernah mens. Sama seperti anak pertama, saya juga baru mens lagi setelah anak kedua disapih.

Kehamilan ketiga
Continue reading “Kehamilan Anak Ketiga”
Celoteh

Pengalaman Pertama Cek Laboratorium di Puskesmas

Seperti yang sudah saya ceritakan di postingan sebelumnya, saya berniat cek laboratorium ibu hamil di Puskesmas namun ternyata di tolak. Alasannya? Karena ternyata alamat KTP saya bukan termasuk cakupan wilayah layanan Puskesmas yang saya datangi. Jadi saya nggak bisa cek lab, kecuali saya dapat surat rujukan.

Setelah gagal cek lab di Puskesmas Ngaliyan pada hari Sabtu, saya pun akhirnya ke Puskesmas Purwoyoso di hari Senin. Di drop oleh adik ipar, sekitar jam 7.30 WIB, saya pun sampai di Puskesmas. Sesampainya di sana, kondisi Puskesmas cukup ramai oleh warga yang mendaftar untuk vaksin Covid-19. Saya pun terpaksa menunggu, karena petugas di loket pendaftaran sedang kosong untuk mengurusi pendaftaran vaksin Covid.

Puskesmas Purwoyoso

Prosedur Cek Laboratorium Ibu Hamil

Pendaftaran Pasien

Alhamdulilah-nya, pasien yang mendaftar untuk pemeriksaan kesehatan hari itu hanya sedikit. Jadi sebenarnya, katanya ibu mertua, biasanya kalau mau antri daftar kita harus ambil no antrian pendaftaran terlebih dahulu. Namun saat saya datang kemarin, no.antrian tersebut nggak saya lihat. Jadi, lihat situasi saja menunggu loket bagian pendaftaran kosong. Setelah menunggu sekitar 30 menitan, saya pun akhirnya bisa mendaftar.

Continue reading “Pengalaman Pertama Cek Laboratorium di Puskesmas”
Celoteh

Ditolak Cek Laboratorium Ibu Hamil di Puskesmas

Kali ini saya mau cerita tentang pengalaman saya cek laboratorium di Puskesmas. Jujur saja, saya sebelum ini saya sudah lupa kapan terakhir kali pernah ke Puskesmas. Sepertinya sih saat suntik TT ketika akan menikah pada tahun 2013 lalu. Hingga akhirnya akhir Juli kemarin saya pun ke Puskesmas.

Jadi, ceritanya saya yang sedang hamil anak ke-3 ini disuruh cek laboratorium oleh dokter kandungan. Pada kehamilan sebelumnya, biasanya saya baru disuruh cek lab pada trisemester ke-3 menjelang minggu-minggu terakhir HPL. Namun kali ini saya disuruh cek lab lebih awal yaitu di semester ke-2. Saya sih nurut aja. Meski sebenarnya sudah disuruh cek lab semenjak kunjungan terakhir pada akhir Mei, saya baru melakukan cek lab pada akhir bulan Juli. Selain beberapa faktor lainnya, faktor utamanya karena masalah biaya.

Continue reading “Ditolak Cek Laboratorium Ibu Hamil di Puskesmas”
Celoteh

Makin Cantik dengan Produk Kecantikan Lokal

Tampil cantik dan terawat tentu menjadi keinginan semua orang terutama kaum hawa, termasuk saya. Di era pandemi seperti sekarang, saat saya justru jarang bepergian malahan saya lebih rajin melakukan perawatan. Baik itu perawatan wajah maupun perawatan tubuh. Semuanya demi bisa tampil cantik dan menarik, meski usia sudah nggak lagi muda. Berhubung budget untuk perawatan kecantikan terbatas, saya pun harus pintar memilih produk perawatan dan kecantikan yang saya pakai. Maklum, saya bukan kaum borjuis yang bisa dengan sesuka hati merogoh kocek dalam-dalam hanya untuk membeli produk kecantikan.

Menerapkan prinsip ekonomi, saya berusaha mencari produk kecantikan dengan hasil terbaik namun dengan harga termurah. Caranya? Salah satu caranya saya kini mulai memperhatikan dengan jeli dan cermat tentang produk yang akan saya beli.Saya nggak mau asal-asalan membeli produk hanya karena tergiur iming-iming iklan suatu produk. Beli skincare abal-abal yang katanya cepat bikin kulit glowing? It’s a BIG NO banget. Saya sih nggak mau mencari jalan pintas demi memiliki kulit glowing cerah bersinar. Hal ini lantaran pada kenyataannya, produk yang bagus membutuhkan waktu cukup lama karena membiarkan kulit membaik dengan alami. Selain itu, skincare yang aman juga nggak menyebabkan ketergantungan maupun efek samping setelah penghentian pemakaian. Nggak mau deh, mengorbankan kesehatan kulit saya hanya karena mengikuti trend.

Continue reading “Makin Cantik dengan Produk Kecantikan Lokal”
Celoteh

Asyiknya Mendongeng dengan Let’s Read

Pendidikan nggak harus melulu sekolah, namun juga bisa dilakukan dengan cara lainnya. Salah satunya yaitu dengan membaca. Pasalnya, buku bisa menjadi media pembelajaran yang akan mengantarkan anak menjadi sosok penuh pengetahuan, memiliki bekal kuat dalam meniti masa depan.

Sayangnya, kegemaran membaca nggak muncul seketika. Anak perlu dibiasakan membaca sedari kecil supaya bisa merasakan kenikmatan membaca buku tanpa paksaan. Untuk itulah, saya mulai mengenalkan buku kepada mereka sedari mereka bayi. Buku cerita bergambar pun dapat menjadi langkah awal untuk memperkenalkan dunia membaca pada anak dengan cara yang menyenangkan.

Membaca buku cerita bergambar

Demi anak-anak, saya pun rela merogoh kocek lebih dalam untuk membelikan mereka buku. You know lah, harga buku anak seringkali lebih mahal dari harga buku orang dewasa, apalagi kalau buku impor. Meski mahal, tapi memang sebanding dengan kualitasnya. Selain kualitas kertasnya bagus, kualitas isinya juga bagus. Paling senang kalau nemu buku dengan kualitas ilustrasi keren-keren, membuat anak-anak jadi tertarik untuk membacanya.

Continue reading “Asyiknya Mendongeng dengan Let’s Read”