Celoteh

The Pursuit of Happyness, Film dengan Banyak Pelajaran Hidup

Selain buku, saya juga suka nonton film. Tapi kalau untuk yang satu ini, jujur saja saya jarang sekali nonton di bioskop, kecuali filmnya benar2 bagus atau gratisan hehehe…Saya lebih seneng nonton film di laptop saja, baik itu download atau streaming. Kenapa nggak nonton di bioskop? Yang pertama yang jelas nonton di laptop lebih irit. Yang kedua hemat waktu, nggak perlu cari jadwal dan sebagainya. Kalau mau nonton ya tinggal buka laptop saja. Yang ketiga, harus jagain si Kenzie di rumah, secara gitu belum bisa bawa Kenzie nonton. Tapi kalau kayak mba Untari sih sudah bisa ngajak anaknya nonton bareng. Apalagi yang belum punya anak kayak mba Ira Sulistiana pastinya lebih leluasa kalau mau nonton di bioskop.

Dari berbagai film yang pernah saya tonton, sebenarnya banyak sekali film yang saya suka. Tapi dari sekian banyak tersebut ada beberapa film yang menurut saya sangat inspiratif. Salah satu film inspiratif yang patut kalian tonton menurut saya adalah film Continue reading “The Pursuit of Happyness, Film dengan Banyak Pelajaran Hidup”

Celoteh

Buku Favorit Yang Menginspirasi Hidup

Kalau di tanya tentang hobi, saya dengan mantap akan menjawab hobi saya membaca. Meskipun sudah beberapa tahun terakhir ini saya sudah jarang banget baca buku hehehe…Ya, harap maklum saja, saya terlalu sibuk ngurus rumah tangga terutama momong anak *alasan* . Sejak kecil saya suka baca, masih ingat banget dulu zaman kecil saya selalu ngobrak-abrik lemari buku milik alm.Bapak buat nyari buku bagus versi saya. Saya pun bercita-cita nanti kalau punya rumah sendiri, saya pengin punya perpustakaan sendiri. Tapi bukan berarti lantas saya jadi sering beli buku loh, hmm..sebenarnya sih penginnya gitu, tapi apa daya kantong saya pas-pasan dan juga tempat di rumah pun pas-pasan hehehe…. Makanya, saya lebih pinjam buku baik itu diperpustakaan atau pinjam sama teman. Kalau saya di perpustakaan, bisa sampai berjam-jam deh. Lupa waktu saking asyiknya baca buku. Tapi itu dulu, zaman masih single. Kalau sekarang sih…mana sempat deh. Bagi para ibu-ibu rumah tangga apalagi pekerja seperti mba Vita dan mba Anita, pasti ngerti banget deh hehehe..

Nah, dari berbagai macam buku yang pernah saya baca, tentunya saya punya banyak buku favorit. Dan dari banyaknya buku favorit tersebut, ada beberapa buku yang cukup berkesan dan menjadi inspirasi bagi saya. Kira-kira buku apa sajakah itu? Buat yang penasaran, bisa langsung cek daftar bukunya berikut ini :

Continue reading “Buku Favorit Yang Menginspirasi Hidup”

Celoteh

4 Alasan Kenapa Memilih Traveling Bareng Keluarga

Traveling sekarang ini kayaknya sudah jadi salah satu kebutuhan hampir tiap orang. Setiap musim liburan atau long weekend hampir bisa dipastikan tempat-tempat wisata bakalan penuh dan ramai dengan manusia. Entah hanya sekedar untuk melepas lelah, atau ingin menyegarkan diri dari rutinitas yang sering membosankan. Entah itu datang bersama teman, sendirian, atau ramai-ramai bareng keluarga. Eh,tapi ngomong-ngomong kalian pernah bingung nggak sih ketika kamu harus memilih harus traveling dengan siapa? Mba Winda sama mba Dwi pernah bingung juga nggak nih? Bersyukurlah kalau kalian nggak pernah galau milih teman traveling. Soalnya galau itu nggak enak cuy…Meski cuma galau milih teman traveling, rasanya kayak galau sama gebetan*halah* :p Saya sendiri juga pernah galau milih teman traveling, tapi itu dulu… jaman masih single. Kalau sekarang? Tentunya sudah nggak lagi milih teman traveling. Tapi galau nyari duit buat travelingnya hahahaha….

Nah, kalau saya pergi traveling saya pilih pergi dengan siapa? Hmm…Kalau itu sih kayaknya nggak usah ditanya lagi deh. Jawabannya sudah jelas, yaitu keluarga. Kalau ngomongin keluarga berarti itu artinya pasangan saya alias mas bojo termasuk satu paket ama si bocil hehehe… Untuk segala hal termasuk traveling, tentu saja keluarga saya bakalan jadi prioritas pertama. Kenapa keluarga? Well, ada beberapa alasan utama kenapa sih travelingnya sama keluarga. Continue reading “4 Alasan Kenapa Memilih Traveling Bareng Keluarga”

Celoteh

Sahabat, Berbeda Namun Sehati

“Persahabatan bagai kepompong, mengubah ulat menjadi kupu-kupu. Persahabatan bagai kepompong, hal yang tak mudah berubah jadi indah. Persahabatan bagai kepompong, maklumi teman hadapi perbedaan. Persahabatan bagai kepompongna na na na na..”

Hayo, siapa yang tahu lagu di atas? Itu merupakan cuplikan dari lagu Kepompong milik Sind3ntosca. Beberapa tahun lalu ini lagu sempat ngehit saat menjadi OST di salah satu serial TV. Saya termasuk salah satu penontonnya, soalnya ceritanya bagus sih. Sesuai lagu OST-nya, cerita serialnya memang tentang persahabatan.

Nah, ngomongin tentang persahabatan, kita semua yang hidup dunia ini pasti memiliki sahabat. Sahabat yang begitu berarti untuk kita. Bahkan, terkadang ada yang rasa sayang kepada sahabat sama besarnya dengan rasa sayang kepada keluarganya sendiri. Di dalam hati kita, sahabat memiliki ruang tersendiri. Ada yang bilang, mencari seorang sahabat sejati lebih sulit daripada mencari seorang pacar. Bahkan ada juga seseorang yang rela berkorban apapun asalkan sahabatnya itu bahagia. Itulah yang namanya sahabat sejati.

Saya sendiri memiliki beberapa sahabat, salah satunya yaitu seorang perempuan bernama Astrid. Yup, she is one of my bestfriend. Astrid ini teman kuliah satu jurusan. Meskipun dari awal kuliah sudah kenal, tapi kami nggak langsung dekat. Tahun-tahun pertama kuliah, bisa dibilang kami hanya sekadar bertemu dan say “hai” di kelas saja. Sepertinya terlalu banyak perbedaan di antara kami. Saya dan Astrid berasal dari daerah dan suku yang berbeda. Dia orang Jakarta dengan suku Betawi, sedangkan saya orang Purwokerto dengan suku Jawa. Dia lebih sering ngumpul sama teman-teman yang sedaerah sama dia. Sedangkan saya sendiri? Sama teman-teman lain, seprovinsi tapi nggak sedaerah juga sih… lha wong yang dari Purwokerto cuma saya doang hehehe…. Selain beda pergaulan, kami pun punya gaya berpakaian yang berbeda. Dia gayanya modis dan feminim yang ala anak gaul gitu deh. Sedangkan saya, alamak jangankan dibilang modis apalagi feminim. Penampilan lebih sering acak adut dan cenderung tomboi hehehe… Kami juga punya sifat yang berbeda. Astrid cenderung kalem, penurut, pendiam dan penyabar, sedangkan saya cenderung hmm…cerewet, nggak bisa diam, keras kepala serta nggak sabaran.

Astrid ini orangnya selain cantik, pintar dan bisa dibilang unik. Gimana nggak unik coba kalau cuma dia yang bayar iuran angkatan pakai uang receh. Masih ingat banget tuh, saat habis kuliah pagi, saya bantuin dia ngitungin uang receh bejibun dari kaleng celengannya hahaha… Lalu, seiring berlalunya waktu *halah*, pada akhirnya saya tahu kalau dia ini ternyata adalah sahabat dari teman SMA saya. Kebetulan saat SMA sahabatnya itu pindah ke sekolah saya. Berawal dari situlah kami mulai lebih terbuka satu sama lain, meskipun masih belum dekat. Barulah saat menjelang tahun-tahun terakhir kuliah, tepatnya saat kami KKN, kami mulai akrab dan dekat. Kebetulan kami dapat KKN satu tempat. Di tempat KKN, kami jadi sering ngobrol dan nyambung karena ternyata dalam beberapa hal kami memiliki pemikiran yang sama. Saat tim KKN mengadakan rapat atau diskusi, kamipun sering kali sependapat dan sepemikiran.

Selepas KKN, kami tetap sering bertemu. Sering pergi bareng dan saling curhat ngalor ngidul dari A-Z. Seiring berjalannya waktu kami pun semakin mengenal dan mengerti kepribadian satu sama lain. Masih ingat banget zaman dulu kami masih kuliah. Saya sering menginap di kosnya. Kalau saya ada kegiatan hingga tengah malam, maka kosan dialah yang jadi tempat tujuan berpulang. Masih terbayang juga saat dia jadi fashion stylist dadakan setiap kali saya ada acara “penting”. Kalau sedang bosan, kami bakal jalan-jalan berdua keliling kota sambil mencari kuliner enak. Nggak cuma itu saja, meskipun kami berasal dari latar belakang yang berbeda, di sisi lain kami ternyata juga memiliki banyak persamaan yang bisa bikin kami jadi sehati loh. Apa itu? Kami sama-sama suka nonton K-Drama, sama-sama suka baca komik, sama-sama hobi makan dan sama-sama suka nge-teh. Iya, ternyata kami berdua sama-sama penikmat teh dan favorit kami adalah teh hijau Kepala Djenggot. Eh, tapi sebenarnya ada lagi sih yang bikin kami sehati. Kami sama-sama tipe orang yang setia sama pasangan *halah* dan sama-sama jatuh cinta sama orang Semarang. Yang terakhir jadi faktor penting tuh kenapa kami tetap bersahabat dan sehati hingga sekarang hehehe….

Oh ya, ngomongin soal teh, mekipun punya teh favorit yang sama, tapi kami punya alasan berbeda kenapa kami menyukainya. Astrid suka mengkonsumsi teh hijau Kepala Djenggot karena antioksidan yang tinggi dalam teh hijau berfungsi menjaga kesehatan kulit secara alami dan dapat mengurangi stres, karena di dalamnya terdapat asam amino bernama L-thanine yang membantu meringankan stres dan kecemasan pada seseorang. Pantas saja dia punya wajah cantik dan kulit yang bagus euy. Kalau saya sih, alasan utama suka minum teh hijau Kepala Djenggot buat menurunkan dan menjaga berat badan hehehe…Asal kalian tahu saja, teh hijau terbukti dapat mengurangi penyerapan lemak dalam tubuh sehingga secara otomatis jumlah lemak pada tubuh akan berkurang. Selain itu pada teh hijau juga terdapat ketekin polifenol yang menyebabkan intensitas pembakaran lemak.

Sebenarnya masih banyak lagi manfaat teh hijau bagi kesehatan. Tapi mau sebanyak apapun manfaat teh hijau untuk kesehatan tubuh, kesehatan jiwa juga nggak kalah penting. Saya dan Astrid percaya, sehat itu nggak hanya fisiknya saja, tapi juga hatinya. Tubuh yang sehat nggak ada gunanya kalau nggak punya jiwa yang sehat. Makanya, antara tubuh dan jiwa harus seimbang sehatnya. Dan untuk mewujudkan fisik dan hati yang sehat kami berdua memiliki jurus Sehatea. Apa itu? Yaitu dengan rutin mengkonsumsi teh hijau Kepala Djenggot untuk menjaga kesehatan tubuh dan selalu menghargai dan mengasihi satu sama lain untuk menjaga kesehatan jiwa. Misalnya seperti kami, yang walaupun berbeda tapi kami bisa mengapresiasi perbedaan yang ada, sehingga kami bisa sehati. Well, untuk melakukan memang awalnya tidak mudah tapi bukan berarti mustahil.

Saya sendiri nggak kebayang, kalau dulu saya dan Astrid nggak KKN bareng, mungkin kami nggak bakal jadi dekat dan bersahabat hingga sekarang. Meskipun awalnya bukan sesuatu yang gampang, namun kami mencoba untuk lebih mengenal satu sama lain. Saya sih percaya, kalau kita mau terbuka dan menerima perbedaan yang ada, pada akhirnya kita pun bisa saling mengerti, saling menghargai dan mengasihi satu sama lain. Bahkan dengan perbedaan yang ada bisa saling melengkapi dan menambah indah persahabatan yang terjalin. Dan hal tersebut sudah saya buktikan melalui persahabatan kami.

Saat kami akhirnya lulus kuliah, Astrid kembali ke Jakarta dan saya tetap stay di Semarang. Walaupun jarak memisahkan, tapi kami tetap saling kontak dan masih sering ngobrol dan curhat meski cuma via telpon. Sampai akhirnya kami masing-masing menikah dan sama-sama stay di Semarang. Senang banget rasanya kalau bisa lebih dekat sahabat kita. Kalau kangen bisa meet up, kalau ada yang butuh bantuan bisa segera membantu. Kalau jauh-jauhan kan pastinya bakalan jarang banget ketemunya dan kalau ada yang butuh bantuan terbatas jarak dan waktu. Betul nggak sih?

Nah, itu tadi cerita tentang persahabatan saya dengan Astrid yang berbeda namun #Sehatea. Kalau kamu sendiri, apakah punya cerita tentang persahabatan dengan teman atau rekan yang berbeda namun #Sehatea? Bisa yang berbeda suku/agama/ras/golongan. Kalau iya, share dong tentang cerita persahabatan kalian di kolom komentar. Akan lebih seru lagi kalau kalian mau menuliskannya di blog. Bagikan ceritanya dan jadilah menginspirasi karena meski kita berbeda namun #Sehatea.

 

Celoteh

8 Alasan Kenapa Suami Menjadi Best Friend

Adakah diantara kalian yang nggak punya sahabat? Hmm…kayaknya hampir semuanya pasti memiliki sahabat, iya nggak? Mau banyak atau hanya hitungan jari, itu sih lain soal. Bicara tentang sahabat, kalau ada yang tanya, siapakah sahabat yang paling dekat dengan saya? Maka dengan tanpa ragu saya akan menjawab sahabat terdekat saya adalah sang suami. Yes, sahabat terdekat saya adalah teman hidup saya.

Buat saya, keluarga sudah seharusnya menjadi sahabat terdekat. Bukan justru orang lain yang bukan keluarga. Iya sih, memang kenyataannya nggak seperti itu. Karena satu dan lain hal, banyak yang menjadikan sahabat terdekat mereka adalah orang di luar keluarga. Itu sah-sah saja kok, tapi jika orang lain saja bisa jadi sahabat kita, bukan hal yang aneh kan kalau keluarga yang kita temui hampir setiap hari lebih pantas menjadi sahabat terdekat. Kalau ada apa-apa bukankah keluarga yang jadi tempat kita kembali, yang akan menerima kita apa adanya. Well, dan bagi saya keluarga sekaligus sahabat terdekat itu ya suami saya. Pasangan hidup yang saya pilih untuk menemani saya hingga akhir hayat. Yup, dialah sahabat terdekat yang saya pilih sendiri. Kalau yang sudah menikah kayak mba Nurul pasti setuju, iya kan? iyain aja yah.. *maksa* hehehe… Trus yang masih single? Ya, kalau yang masih single kayak Tina, kan masih ada keluarga seperti orang tua atau saudara. Eh, atau jangan-jangan sudah ada calon sahabat seumur hidupnya? hohoho…. Continue reading “8 Alasan Kenapa Suami Menjadi Best Friend”

Celoteh

Masa Kecil Yang Tak Terlupakan

Sudah sejak lama saya pengin cerita tentang masa kecil saya, tapi belum kesampaian mulu. Eh, kok kebetulan banget tema arisan blog dari mba Anjar dan Mba Nia tentang masa kecil hehehe… Ngomongin masa kecil, sebenarnya nggak terlalu istimewa-istimewa amat. Biasa-biasa saja gitu, sama kayak teman-teman yang lain. Tapi itu dulu…entah kenapa, sekarang malah menurut saya masa kecil saya itu istimewa banget. Masa kecil saya jadi berasa amazing dan special. Kenapa? Hmm…mungkin karena sekarang saya jarang menemukan anak-anak yang memiliki masa kecil seperti saya. Lah, memangnya masa kecil saya kayak gimana sih?

Kalau disuruh ngomongin masa kecil, yang paling berkesan bagi saya adalah permainan masa kecil saya. Tahu sendiri dong, namanya juga anak-anak, kerjanya ya main hehehe…. Eits, tapi mainnya tentunya beda sama anak zaman sekarang. Apalagi kalau dibandingin sama anak sekarang yang mainnya sama gadget. Beuh….beda jauh boo…. Zaman saya kecil, nggak kenal tuh sama yang namanya gadget. Jangankan ada smartphone canggih kayak sekarang, handphone saja saya nggak punya. Bahkan yang namanya TV, dulu tuh di dusun cuma ada satu atau dua rumah doang yang punya. Dan salah satunya di rumah saya. Itupun TV-nya masih hitam putih dan cuma ada TVRI. Kalau nonton TV di jam tertentu ruang tengah rumah bakalan ramai dan penuh sesak dengan para tetangga yang ikutan nonton. Tapi seiring berjalannya waktu, TV di rumah saya sekarang malah kalah canggih sama TV tetangga hehehe…. Continue reading “Masa Kecil Yang Tak Terlupakan”

Celoteh

6 Tips Belajar Sistem Kebut Semalam

Bagi yang masih sekolah atau kuliah? Kira-kira kalau besok ujian dan kalian belum belajar, padahal bahan banyak banget! Atau banyak tugas, besok harus dikumpulin! Nah, apa yang bakal kalian lakuin? Hmm…kayaknya bakalan banyak yang jawab begadang buat belajar atau SKS (Sistem Kebut Semalam) hihihi…. Tos dulu ah kalau begitu hehehe… Sama kayak saya nih, dulu jaman masih sekolah/kuliah sering banget pakai jurus ini kalau sudah kepepet. Nah, meskipun sekarang ggak (belum) sekolah lagi, tapi bolehkan berbagi tips biar sukses SKS.

Ada beberapa kiat nih buat kalian yang mau SKS,  antara lain:

  1. Niat. Sudah pasti dong kalau mau mau ngapain aja pakai niat. Termasuk untuk yang satu ini. Sepele sih, tapi sebenernya itu yang bikin tekat kita lebih kuat. Niat itu juga bisa kamu omongin ke orang-orang serumah atau orang terdekat, biar mereka ikut support atau nggak ganggu kamu.
  1. Istirahat Cukup. Dalam sehari kita minimal sebaiknya tidur sekitar enam jam. Nah, usahakan untuk mencukupi kebutuhan tidur minimal itu. Nggak harus efektif enam jam dalam sekali tidur sih. Jadi, karena malamnya kita kepengen nggak tidur, usahakan untuk tidur siang, sore, atau sebelum kita memulai aktivitas wayangan (nggak tidur sampai pagi). Tapi jangan lupa pasang weker, bisa-bisa kebablasan, batal deh rencana SKS.
  1. Posisi Nyaman. Carilah tempat senyaman mungkin untuk posisi memulai wayangan. Mungkin bisa pakai alas yang empuk sebagai sandaran atau tempat duduk. Tapi ingat, usahakan jangan memposisikan diri sambil tidur ya.
  1. Makanan dan Minuman Pendukung. Yang ini sih sesuai selera. Kalau untuk makanan usahakan jangan yang ‘berat-berat’, yang nggak mengenyangkan. Karena kalau kenyang biasanya kita kan ngantuk tuh. Terus, kalau minuman bisa milih yang membuat mata tetap terjaga tapi rileks, semisal kopi atau teh. Saran, jangan memilih minuman yang mengandung susu atau cokelat, soalnya kedua minuman itu malah bakal bikin kita lebih cepat ngantuk.
  1. Dengerin Musik. Sebenarnya nggak harus musik sih, pokoknya suara-suara yang nggak ngebuat suasana sepi. Misalnya, suara radio atau televisi juga bisa. Khusus untuk musik, usahakan milih musik-musik yang sesuai sama kamu. Maksudnya yang biasa kamu dengerin. Itu biar kamu tetap fokus ke tugas atau materi ujian, bukannya ke musiknya. Jangan juga milih musik yang terlalu soft, biar otak tetap fresh;
  1. Jeda. Jangan lupa lakukan variasi kegiatan. Bayangin aja kalau kamu bakal melek delapan jam sampai pagi dan cuma mantengin materi ujian atau tugas tanpa variasi kegiatan lain. Dijamin pasti bosen deh! Untuk itulah coba bikin jeda, sekadar istirahat sebentar. Entah itu jalan-jalan dari ruang tamu sampai dapur, cuci muka, meluruskan sendi-sendi tubuh, sms-an, atau buka FB. Tapi jangan kelamaan, setelah refresh balik lagi ke niatan awal.

Kira-kira itu deh persiapan tempur menjadi SKS-er. Namun, yang perlu kalian ingat, ngerjain tugas atau belajar yang paling efektif tentu saja tetap waktu reguler, dari pagi sampai sore hari. Malam itu ya buat istirahat. SKS itu nggak baik loh. Cuma, kalau memang bener-bener kepepet ya selamat mencoba aja. Kalau ada yang mau berbagi tips lain juga boleh loh! Silahkan masukkan di kolom komentar 😀