Celoteh

Sahabat, Berbeda Namun Sehati

“Persahabatan bagai kepompong, mengubah ulat menjadi kupu-kupu. Persahabatan bagai kepompong, hal yang tak mudah berubah jadi indah. Persahabatan bagai kepompong, maklumi teman hadapi perbedaan. Persahabatan bagai kepompongna na na na na..”

Hayo, siapa yang tahu lagu di atas? Itu merupakan cuplikan dari lagu Kepompong milik Sind3ntosca. Beberapa tahun lalu ini lagu sempat ngehit saat menjadi OST di salah satu serial TV. Saya termasuk salah satu penontonnya, soalnya ceritanya bagus sih. Sesuai lagu OST-nya, cerita serialnya memang tentang persahabatan.

Nah, ngomongin tentang persahabatan, kita semua yang hidup dunia ini pasti memiliki sahabat. Sahabat yang begitu berarti untuk kita. Bahkan, terkadang ada yang rasa sayang kepada sahabat sama besarnya dengan rasa sayang kepada keluarganya sendiri. Di dalam hati kita, sahabat memiliki ruang tersendiri. Ada yang bilang, mencari seorang sahabat sejati lebih sulit daripada mencari seorang pacar. Bahkan ada juga seseorang yang rela berkorban apapun asalkan sahabatnya itu bahagia. Itulah yang namanya sahabat sejati.

Saya sendiri memiliki beberapa sahabat, salah satunya yaitu seorang perempuan bernama Astrid. Yup, she is one of my bestfriend. Astrid ini teman kuliah satu jurusan. Meskipun dari awal kuliah sudah kenal, tapi kami nggak langsung dekat. Tahun-tahun pertama kuliah, bisa dibilang kami hanya sekadar bertemu dan say “hai” di kelas saja. Sepertinya terlalu banyak perbedaan di antara kami. Saya dan Astrid berasal dari daerah dan suku yang berbeda. Dia orang Jakarta dengan suku Betawi, sedangkan saya orang Purwokerto dengan suku Jawa. Dia lebih sering ngumpul sama teman-teman yang sedaerah sama dia. Sedangkan saya sendiri? Sama teman-teman lain, seprovinsi tapi nggak sedaerah juga sih… lha wong yang dari Purwokerto cuma saya doang hehehe…. Selain beda pergaulan, kami pun punya gaya berpakaian yang berbeda. Dia gayanya modis dan feminim yang ala anak gaul gitu deh. Sedangkan saya, alamak jangankan dibilang modis apalagi feminim. Penampilan lebih sering acak adut dan cenderung tomboi hehehe… Kami juga punya sifat yang berbeda. Astrid cenderung kalem, penurut, pendiam dan penyabar, sedangkan saya cenderung hmm…cerewet, nggak bisa diam, keras kepala serta nggak sabaran.

Astrid ini orangnya selain cantik, pintar dan bisa dibilang unik. Gimana nggak unik coba kalau cuma dia yang bayar iuran angkatan pakai uang receh. Masih ingat banget tuh, saat habis kuliah pagi, saya bantuin dia ngitungin uang receh bejibun dari kaleng celengannya hahaha… Lalu, seiring berlalunya waktu *halah*, pada akhirnya saya tahu kalau dia ini ternyata adalah sahabat dari teman SMA saya. Kebetulan saat SMA sahabatnya itu pindah ke sekolah saya. Berawal dari situlah kami mulai lebih terbuka satu sama lain, meskipun masih belum dekat. Barulah saat menjelang tahun-tahun terakhir kuliah, tepatnya saat kami KKN, kami mulai akrab dan dekat. Kebetulan kami dapat KKN satu tempat. Di tempat KKN, kami jadi sering ngobrol dan nyambung karena ternyata dalam beberapa hal kami memiliki pemikiran yang sama. Saat tim KKN mengadakan rapat atau diskusi, kamipun sering kali sependapat dan sepemikiran.

Selepas KKN, kami tetap sering bertemu. Sering pergi bareng dan saling curhat ngalor ngidul dari A-Z. Seiring berjalannya waktu kami pun semakin mengenal dan mengerti kepribadian satu sama lain. Masih ingat banget zaman dulu kami masih kuliah. Saya sering menginap di kosnya. Kalau saya ada kegiatan hingga tengah malam, maka kosan dialah yang jadi tempat tujuan berpulang. Masih terbayang juga saat dia jadi fashion stylist dadakan setiap kali saya ada acara “penting”. Kalau sedang bosan, kami bakal jalan-jalan berdua keliling kota sambil mencari kuliner enak. Nggak cuma itu saja, meskipun kami berasal dari latar belakang yang berbeda, di sisi lain kami ternyata juga memiliki banyak persamaan yang bisa bikin kami jadi sehati loh. Apa itu? Kami sama-sama suka nonton K-Drama, sama-sama suka baca komik, sama-sama hobi makan dan sama-sama suka nge-teh. Iya, ternyata kami berdua sama-sama penikmat teh dan favorit kami adalah teh hijau Kepala Djenggot. Eh, tapi sebenarnya ada lagi sih yang bikin kami sehati. Kami sama-sama tipe orang yang setia sama pasangan *halah* dan sama-sama jatuh cinta sama orang Semarang. Yang terakhir jadi faktor penting tuh kenapa kami tetap bersahabat dan sehati hingga sekarang hehehe….

Oh ya, ngomongin soal teh, mekipun punya teh favorit yang sama, tapi kami punya alasan berbeda kenapa kami menyukainya. Astrid suka mengkonsumsi teh hijau Kepala Djenggot karena antioksidan yang tinggi dalam teh hijau berfungsi menjaga kesehatan kulit secara alami dan dapat mengurangi stres, karena di dalamnya terdapat asam amino bernama L-thanine yang membantu meringankan stres dan kecemasan pada seseorang. Pantas saja dia punya wajah cantik dan kulit yang bagus euy. Kalau saya sih, alasan utama suka minum teh hijau Kepala Djenggot buat menurunkan dan menjaga berat badan hehehe…Asal kalian tahu saja, teh hijau terbukti dapat mengurangi penyerapan lemak dalam tubuh sehingga secara otomatis jumlah lemak pada tubuh akan berkurang. Selain itu pada teh hijau juga terdapat ketekin polifenol yang menyebabkan intensitas pembakaran lemak.

Sebenarnya masih banyak lagi manfaat teh hijau bagi kesehatan. Tapi mau sebanyak apapun manfaat teh hijau untuk kesehatan tubuh, kesehatan jiwa juga nggak kalah penting. Saya dan Astrid percaya, sehat itu nggak hanya fisiknya saja, tapi juga hatinya. Tubuh yang sehat nggak ada gunanya kalau nggak punya jiwa yang sehat. Makanya, antara tubuh dan jiwa harus seimbang sehatnya. Dan untuk mewujudkan fisik dan hati yang sehat kami berdua memiliki jurus Sehatea. Apa itu? Yaitu dengan rutin mengkonsumsi teh hijau Kepala Djenggot untuk menjaga kesehatan tubuh dan selalu menghargai dan mengasihi satu sama lain untuk menjaga kesehatan jiwa. Misalnya seperti kami, yang walaupun berbeda tapi kami bisa mengapresiasi perbedaan yang ada, sehingga kami bisa sehati. Well, untuk melakukan memang awalnya tidak mudah tapi bukan berarti mustahil.

Saya sendiri nggak kebayang, kalau dulu saya dan Astrid nggak KKN bareng, mungkin kami nggak bakal jadi dekat dan bersahabat hingga sekarang. Meskipun awalnya bukan sesuatu yang gampang, namun kami mencoba untuk lebih mengenal satu sama lain. Saya sih percaya, kalau kita mau terbuka dan menerima perbedaan yang ada, pada akhirnya kita pun bisa saling mengerti, saling menghargai dan mengasihi satu sama lain. Bahkan dengan perbedaan yang ada bisa saling melengkapi dan menambah indah persahabatan yang terjalin. Dan hal tersebut sudah saya buktikan melalui persahabatan kami.

Saat kami akhirnya lulus kuliah, Astrid kembali ke Jakarta dan saya tetap stay di Semarang. Walaupun jarak memisahkan, tapi kami tetap saling kontak dan masih sering ngobrol dan curhat meski cuma via telpon. Sampai akhirnya kami masing-masing menikah dan sama-sama stay di Semarang. Senang banget rasanya kalau bisa lebih dekat sahabat kita. Kalau kangen bisa meet up, kalau ada yang butuh bantuan bisa segera membantu. Kalau jauh-jauhan kan pastinya bakalan jarang banget ketemunya dan kalau ada yang butuh bantuan terbatas jarak dan waktu. Betul nggak sih?

Nah, itu tadi cerita tentang persahabatan saya dengan Astrid yang berbeda namun #Sehatea. Kalau kamu sendiri, apakah punya cerita tentang persahabatan dengan teman atau rekan yang berbeda namun #Sehatea? Bisa yang berbeda suku/agama/ras/golongan. Kalau iya, share dong tentang cerita persahabatan kalian di kolom komentar. Akan lebih seru lagi kalau kalian mau menuliskannya di blog. Bagikan ceritanya dan jadilah menginspirasi karena meski kita berbeda namun #Sehatea.

 

Celoteh

8 Alasan Kenapa Suami Menjadi Best Friend

Adakah diantara kalian yang nggak punya sahabat? Hmm…kayaknya hampir semuanya pasti memiliki sahabat, iya nggak? Mau banyak atau hanya hitungan jari, itu sih lain soal. Bicara tentang sahabat, kalau ada yang tanya, siapakah sahabat yang paling dekat dengan saya? Maka dengan tanpa ragu saya akan menjawab sahabat terdekat saya adalah sang suami. Yes, sahabat terdekat saya adalah teman hidup saya.

Buat saya, keluarga sudah seharusnya menjadi sahabat terdekat. Bukan justru orang lain yang bukan keluarga. Iya sih, memang kenyataannya nggak seperti itu. Karena satu dan lain hal, banyak yang menjadikan sahabat terdekat mereka adalah orang di luar keluarga. Itu sah-sah saja kok, tapi jika orang lain saja bisa jadi sahabat kita, bukan hal yang aneh kan kalau keluarga yang kita temui hampir setiap hari lebih pantas menjadi sahabat terdekat. Kalau ada apa-apa bukankah keluarga yang jadi tempat kita kembali, yang akan menerima kita apa adanya. Well, dan bagi saya keluarga sekaligus sahabat terdekat itu ya suami saya. Pasangan hidup yang saya pilih untuk menemani saya hingga akhir hayat. Yup, dialah sahabat terdekat yang saya pilih sendiri. Kalau yang sudah menikah kayak mba Nurul pasti setuju, iya kan? iyain aja yah.. *maksa* hehehe… Trus yang masih single? Ya, kalau yang masih single kayak Tina, kan masih ada keluarga seperti orang tua atau saudara. Eh, atau jangan-jangan sudah ada calon sahabat seumur hidupnya? hohoho…. Continue reading “8 Alasan Kenapa Suami Menjadi Best Friend”

Celoteh

Masa Kecil Yang Tak Terlupakan

Sudah sejak lama saya pengin cerita tentang masa kecil saya, tapi belum kesampaian mulu. Eh, kok kebetulan banget tema arisan blog dari mba Anjar dan Mba Nia tentang masa kecil hehehe… Ngomongin masa kecil, sebenarnya nggak terlalu istimewa-istimewa amat. Biasa-biasa saja gitu, sama kayak teman-teman yang lain. Tapi itu dulu…entah kenapa, sekarang malah menurut saya masa kecil saya itu istimewa banget. Masa kecil saya jadi berasa amazing dan special. Kenapa? Hmm…mungkin karena sekarang saya jarang menemukan anak-anak yang memiliki masa kecil seperti saya. Lah, memangnya masa kecil saya kayak gimana sih?

Kalau disuruh ngomongin masa kecil, yang paling berkesan bagi saya adalah permainan masa kecil saya. Tahu sendiri dong, namanya juga anak-anak, kerjanya ya main hehehe…. Eits, tapi mainnya tentunya beda sama anak zaman sekarang. Apalagi kalau dibandingin sama anak sekarang yang mainnya sama gadget. Beuh….beda jauh boo…. Zaman saya kecil, nggak kenal tuh sama yang namanya gadget. Jangankan ada smartphone canggih kayak sekarang, handphone saja saya nggak punya. Bahkan yang namanya TV, dulu tuh di dusun cuma ada satu atau dua rumah doang yang punya. Dan salah satunya di rumah saya. Itupun TV-nya masih hitam putih dan cuma ada TVRI. Kalau nonton TV di jam tertentu ruang tengah rumah bakalan ramai dan penuh sesak dengan para tetangga yang ikutan nonton. Tapi seiring berjalannya waktu, TV di rumah saya sekarang malah kalah canggih sama TV tetangga hehehe…. Continue reading “Masa Kecil Yang Tak Terlupakan”

Celoteh

6 Tips Belajar Sistem Kebut Semalam

Bagi yang masih sekolah atau kuliah? Kira-kira kalau besok ujian dan kalian belum belajar, padahal bahan banyak banget! Atau banyak tugas, besok harus dikumpulin! Nah, apa yang bakal kalian lakuin? Hmm…kayaknya bakalan banyak yang jawab begadang buat belajar atau SKS (Sistem Kebut Semalam) hihihi…. Tos dulu ah kalau begitu hehehe… Sama kayak saya nih, dulu jaman masih sekolah/kuliah sering banget pakai jurus ini kalau sudah kepepet. Nah, meskipun sekarang ggak (belum) sekolah lagi, tapi bolehkan berbagi tips biar sukses SKS.

Ada beberapa kiat nih buat kalian yang mau SKS,  antara lain:

  1. Niat. Sudah pasti dong kalau mau mau ngapain aja pakai niat. Termasuk untuk yang satu ini. Sepele sih, tapi sebenernya itu yang bikin tekat kita lebih kuat. Niat itu juga bisa kamu omongin ke orang-orang serumah atau orang terdekat, biar mereka ikut support atau nggak ganggu kamu.
  1. Istirahat Cukup. Dalam sehari kita minimal sebaiknya tidur sekitar enam jam. Nah, usahakan untuk mencukupi kebutuhan tidur minimal itu. Nggak harus efektif enam jam dalam sekali tidur sih. Jadi, karena malamnya kita kepengen nggak tidur, usahakan untuk tidur siang, sore, atau sebelum kita memulai aktivitas wayangan (nggak tidur sampai pagi). Tapi jangan lupa pasang weker, bisa-bisa kebablasan, batal deh rencana SKS.
  1. Posisi Nyaman. Carilah tempat senyaman mungkin untuk posisi memulai wayangan. Mungkin bisa pakai alas yang empuk sebagai sandaran atau tempat duduk. Tapi ingat, usahakan jangan memposisikan diri sambil tidur ya.
  1. Makanan dan Minuman Pendukung. Yang ini sih sesuai selera. Kalau untuk makanan usahakan jangan yang ‘berat-berat’, yang nggak mengenyangkan. Karena kalau kenyang biasanya kita kan ngantuk tuh. Terus, kalau minuman bisa milih yang membuat mata tetap terjaga tapi rileks, semisal kopi atau teh. Saran, jangan memilih minuman yang mengandung susu atau cokelat, soalnya kedua minuman itu malah bakal bikin kita lebih cepat ngantuk.
  1. Dengerin Musik. Sebenarnya nggak harus musik sih, pokoknya suara-suara yang nggak ngebuat suasana sepi. Misalnya, suara radio atau televisi juga bisa. Khusus untuk musik, usahakan milih musik-musik yang sesuai sama kamu. Maksudnya yang biasa kamu dengerin. Itu biar kamu tetap fokus ke tugas atau materi ujian, bukannya ke musiknya. Jangan juga milih musik yang terlalu soft, biar otak tetap fresh;
  1. Jeda. Jangan lupa lakukan variasi kegiatan. Bayangin aja kalau kamu bakal melek delapan jam sampai pagi dan cuma mantengin materi ujian atau tugas tanpa variasi kegiatan lain. Dijamin pasti bosen deh! Untuk itulah coba bikin jeda, sekadar istirahat sebentar. Entah itu jalan-jalan dari ruang tamu sampai dapur, cuci muka, meluruskan sendi-sendi tubuh, sms-an, atau buka FB. Tapi jangan kelamaan, setelah refresh balik lagi ke niatan awal.

Kira-kira itu deh persiapan tempur menjadi SKS-er. Namun, yang perlu kalian ingat, ngerjain tugas atau belajar yang paling efektif tentu saja tetap waktu reguler, dari pagi sampai sore hari. Malam itu ya buat istirahat. SKS itu nggak baik loh. Cuma, kalau memang bener-bener kepepet ya selamat mencoba aja. Kalau ada yang mau berbagi tips lain juga boleh loh! Silahkan masukkan di kolom komentar 😀

Celoteh

6 Alasan Nonton Drama Korea

Siapa diantara kalian yang suka nonton drama Korea? Hmmm….kalau ditanya kayak gitu, saya bakalan jadi salah satu yang angkat tangan hihihi… Semenjak demam Korea melanda Indonesia, nggak cuma industri musik atau K-pop aja yang punya banyak penggemar, tapi juga K-drama. Tapi kira-kira pada tahu nggak sih, kenapa banyak orang yang suka dengan K-drama? Mungkin setiap pecinta K-drama punya alasanya masing-masing yang berbeda. Saya sendiri juga punya beberapa alasan kenapa saya suka dengan K-Drama. Tapi sepertinya dari berbagai banyak alasan, berikut ini ada 6 alasan kenapa K-Drama disukai banyak orang. Nggak hanya di Indonesia, tapi juga di hampir seluruh negara Asia, bahkan hingga dunia. Continue reading “6 Alasan Nonton Drama Korea”

Celoteh

5 Alasan Memilih Kamera Mirrorless

kamera fotografiJaman sekarang coba siapa yang nggak doyan foto-foto? Hmm…sebagian besar dijamin hobi foto-foto, termasuk saya sendiri. Malahan dulu saya termasuk yang hobi narsis hehehe…Tapi itu dulu kok, sekarang sih hobi narsis saya bisa dibilang sudah menguap entah kemana. Dibandingkan berperan sebagai objek foto, sekarang saya lebih senang berperan menjadi fotografernya. Ada rasa puas tersendiri kalau bisa menghasilkan foto yang bagus. Dan karena itu pula saya dari dulu kepingin banget tuh punya kamera sendiri. Penginnya sih punya kamera DSLR yang nggak cuma canggih tapi juga bikin yang nenteng kamera terlihat bak fotografer profesional. Tapi eh tapi…apalah daya kalau isi dompet nggak mumpuni huhuhu… Apalagi saat itu saya belum punya penghasilan sendiri, masih mengandalkan uang saku dari orangtua yang hanya cukup untuk biaya hidup diperantauan selama kuliah.

Singkat cerita, saya pun akhirnya berhasil membeli kamera dengan hasil jerih payah sendiri. Memang sih bukan kamera DSLR, hanya sekedar kamera digital biasa. Tapi meski begitu, saya senangnya bukan main. Soalnya bisa puas-puasin pakai buat foto-foto. Nggak perlu repot-repot pinjem punya teman apalagi pakai acara nggak enak hati keseringan pinjam. Maklum, soalnya saat itu kebetulan tuntutan pekerjaan mengharuskan selalu bawa kamera saat bertugas. Tapi sayangnya kamera pertama saya tersebut harus dimuseumkan karena terjatuh dan eror. Saya pun kembali menabung dan berhasil membeli kamera baru lagi yang lagi-lagi hanya kamera digital biasa. Nggak masalah sih, saya sudah cukup puas. Kamera kedua bertahan hingga beberapa tahun sebelum akhirnya terjatuh dan kembali eror. Kali ini sih erornya nggak separah kamera yang pertama, fungsi untuk memotretnya masih bisa dipakai. Hanya saja nggak bisa buat  merekam.

Nah, permasalahannya adalah…..saat ini selain memotret, saya juga mulai punya hobi baru yaitu merekam. Lebih tepatnya merekam si anak lanang hehehe…. Tahu sendirilah kalau punya anak pertama apalagi masih bayi, bawaannya pasti ingin mengabadikan semua momen si kecil. Termasuk saya yang juga ingin mengabadikan setiap momen tumbuh kembang si Kenzie. Selama ini saya biasanya merekam pakai kamera handphone. Tapi berhubung handphone saya kualitas standar, maka hasil rekamannya ya gitu deh…Selain itu kalau dipakai buat merekam memorinya cepat banget habis, jadi harus segera rajin-rajin mindahin hasil rekamannya ke laptop. Maka dari itu saya kepingin banget tuh beli kamera baru lagi. Biar  nggak perlu pusing kepikiran memori handphone yang terbatas saat merekam. Nggak lucu juga kan kalau pas lagi seru-serunya merekam tiba-tiba berhenti gara-gara memori full. Selain itu juga tentunya biar hasil fotonya lebih kece dikitlah hehehe….

Lalu, kamera seperti apa yang saya mau? Untuk kali ini saya pengin naik “kelas”, nggak beli kamera digital biasa. Maksudnya mau beli kamera DSLR gitu? Hmm…pengin sih beli kamera DSLR, tapi kali ini saya lebih tertarik buat beli kamera mirrorless. Why? Continue reading “5 Alasan Memilih Kamera Mirrorless”

Celoteh

My 2017 Goals!

shield-417824_960_720

Sudah di bulan Desember, artinya sudah di penghujung tahun. Sebentar lagi tahun baru horeee….eh, harusnya senang apa sedih sih? Hmm…kalau saya sih sepertinya keduanya deh. Senang sih tahun baru, si Kenzie berarti bentar lagi ulang tahun dan tambah gede. Tapi sedih juga karena belum banyak hal bermanfaat yang bisa saya lakukan hiks..hiks..

Nah, kalau ngomongin pergantian tahun biasanya neh yang jadi trend adalah bikin resolusi. Semua berlomba-lomba bikin resolusi ini dan itu. Macam-macam dan beragam resolusi. Mau resolusinya sedikit atau banyak nggak masalah, karena yang jadi pertanyaan adalah bisakah kita melaksanakannya? hehehe

Kalau saya sendiri, tahun 2015 sempat bikin resolusi. Lalu apakah semuanya terlaksana? Jawabannya adalah jelas tidak hahahaha…Hanya beberapa saja yang berhasil saya wujudkan huhuhu…*miris banget kan?* Karena sadar diri akan kemampuan saya, maka di tahun 2016 saya nggak bikin resolusi. Lagian saat itu pikiran terfokus sama Kenzie, karena kebetulan lahirnya pas Januari.

Tapi karena beberapa alasan, tahun 2017 sepertinya saya harus membuat resolusi neh. Buat apaan? Biar ada target gitu…supaya ada tolak ukurnya. Saya mau mencoba memaksa kembali diri saya supaya lebih disiplin. Bedanya kali ini saya mau buat resolusi yang nggak terlalu muluk-muluk. Berkaca dengan kemampuan diri serta pengalaman sebelumnya saja deh. Sebenarnya resolusi saya ditahun 2017 ini adalah resolusi tahun 2015 yang belum terlaksana yang saya perbarui ulang, nggak masalah kan? hehehe….

Dan berikut ini adalah daftar acak untuk #Resolusiku2017 :

1. Ibadah lebih rajin.  Pas hamil Kenzie ibadahnya lumayan kenceng, tapi habis lahiran jadi kendor lagi. Efek ngurus baby nih *alasan*. Jadi nanti mau memperbaiki lagi ibadahnya biar bisa rajin lagi, dan jujur itu sangat nggak mudah buat saya. Dimulai dari sholat tepat waktu, sholat sunnah rawatib min. 3 kali dalam sehari, nambahin jumlah rakaat sholat dhuha jadi 6 rakaat dan sholat Tahajud minimal sekali seminggu aja deh (syukur bisa lebih), baca Qur’an setiap hari walau 1 ayat, menambah hafalan surah (juzz amma)

2. Read at least 1  book in a month. Sebelumnya saya pernah bikin target 35 buku setahun. Maksudnya biar saya memaksakan diri gitu supaya baca, tapi hasilnya malah jauh dibawah ekspektasi. Jadinya kali ini saya nggak berani bikin target banyak-banyak. Takutnya malah ingkar janji lagi. Soalnya semenjak ada Kenzie curi-curi waktu buat yang lain sangat susah sekali.

3. Posting blog minimal seminggu sekali. Sebelumnya saya bikin target minimal 2 postingan tiap minggu tapi ternyata hasilnya juga gagal. Jadi tahun depan dikurangi lah, minimal 1 kali postingan. Selain itu, kebetulan blog ini baru saja ganti domain jadi TLD jadi DA/PA masih dikit. Nah, saya pengin tuh di akhir tahun 2017 nanti DA/PA sudah bertambah, kalau bisa sih diatas 20. Biar makin sering dapat job ngeblog dan penghasilan makin lancar hehehe….Apalagi sewa domainnya lumayan mahal hiks.

4. Improve my English and start blogging in EnglishMungkin terlalu lebay kah? lha wong yang bahasa Indonesia saja jarang posting apalagi mau pakai bahasa Inggris. Yo ben…namanya juga usaha. Saat ini sebagai langkah awal saya ikutan belajar bahasa Inggris via online, dimana yang nggak aktif dan serius mengikuti kelas nanti akan terdepak dari kelas. Saya ingin menguji niat dan tekad saya di kelas belajar ini, apakah saya bisa bertahan di kelas hingga akhir pembelajaran yang memakan waktu hingga 10 bulan. Kalau saya nggak memaksakan diri buat belajar, kapan saya bisa maju, kapan bisa punya TOEFL yang oke dan kapan saya bisa dapat beasiswa S2 di luar negeri??? *tanya sama tembok*

5. Lebih sabar dan jaga mulut serta intonasi bicara. Bisa dibilang saya ini orangnya cepat marah tapi cepat adem juga . Selain itu ditambah intonasi dan nada bicara yang tinggi (kalau cara bicara kayaknya bawaan dari daerah asal deh). Alhasil bikin saya dikira galak huhuhu…Maka dari itu saya mau mencoba belajar jadi orang yang kalem dan lemah lembut gitu. Apalagi saya sudah punya anak, jadi benar-benar jaga bicara didepan anak.

6. Punya bisnis dan penghasilan sendiri. Sekarang sih masih merintis, mulai dari ngeblog sama jualan tapi masih belum maksimal. Semoga saja resolusi ini benar-benar bisa terwujud nyata tahun depan.

7. Bisa bikin cupcakespancake dan mashed potato. Pancake sebenarnya sudah bisa, tapi hasilnya belum memuaskan (baca:gagal). Yang lain belum pernah nyoba. Siapa tahu gitu, bisa bikin dan hasilnya oke trus jadi bisnis hehehe…Kenapa harus tiga makanan tesebut? Ga tahu juga sih, saya suka aja makan ketiganya hehe… :p

8. Bikin paspor buat Kenzie. Yup, supaya kalau tiba-tiba dapat rezeki buat jalan-jalan ke luar negeri nggak perlu bingung dan harus mendadak bikin paspor buat Kenzie. Kalau bisa sih yang e-pasport, sekalian emak bapaknya juga bikin yang e-pasport. Tapi di KANIM Semarang entah sudah bisa atau belum. Karena dulu kan sempat ada wacana tahun 2015 sudah e-pasport semua.

9. Makan ice cream Haagen Dazs/Baskin Robbins. Ini resolusi masih juga belum kesampain setelah 2 tahun hahahaha…Lah gimana mau kesampaian, kalau pas ada duitnya malah kepakai buat yang lain. Resolusi yang simple tapi malah berat nglakuinnya. Secara harganya juga mahal boo, eh tapi nggak mahal banget juga sih. Palingan 2-3 kali lipat harga es krim biasa bisa apat 1 cup kecil…tapi entah kenapa tiap kali ada duitnya mikir-mikir lagi kalau mau beli sampai akhirnya ditunda terus. Nunggu sampai benar-benar duitnya “lebih” beneran kali ya. Resolusinya nggak banget ya? Tapi biarkanlah… Saya tuh pengin banget ngerasain kedua es krim tersebut sejak jaman kuliah gara-gara dosen ada yang bilang Haagen Dazs rasanya enak banget. Dan sejak saat itu saya penasaran, seberapa enaknya sih es krim mereka? Dan sampai sekarang pun belum kesampaian. Kira-kira adakah yang mau beliin? *ngarep 😀

10. Mengganti kaos dan pakaian pendek dilemari dengan pakaian syari. Iyes, serius ini. Saya mau bebenah lemari dan mengisinya dengan pakain syari (gamis/pakaian panjang). Saya punya banyak kaos pendek dan pakaian pendek bahkan ada yang seksi loh hehe… nah itu mau saya satu-persatu ganti dengan gamis. Secara kalau langsung diganti semua kok berat banget diongkos. Jadi gantinya pelan-pelan saja. Belajar memperbaiki penampilan diri 🙂

Sepertinya cukup segitu saja resolusi saya ya…hmm…ternyata lumayan banyak juga hehe… Terlihat berat dan susah sih, tapi kata mentor saya “Let’s break the limits“. Tercapai atau tidaknya semua resolusi tersebut, let wee see in the end of 2017 😉

e90acd9c466eb8790d736390bb386127