Celoteh

4 Alasan Kenapa Memilih Traveling Bareng Keluarga

Traveling sekarang ini kayaknya sudah jadi salah satu kebutuhan hampir tiap orang. Setiap musim liburan atau long weekend hampir bisa dipastikan tempat-tempat wisata bakalan penuh dan ramai dengan manusia. Entah hanya sekedar untuk melepas lelah, atau ingin menyegarkan diri dari rutinitas yang sering membosankan. Entah itu datang bersama teman, sendirian, atau ramai-ramai bareng keluarga. Eh,tapi ngomong-ngomong kalian pernah bingung nggak sih ketika kamu harus memilih harus traveling dengan siapa? Mba Winda sama mba Dwi pernah bingung juga nggak nih? Bersyukurlah kalau kalian nggak pernah galau milih teman traveling. Soalnya galau itu nggak enak cuy…Meski cuma galau milih teman traveling, rasanya kayak galau sama gebetan*halah* :p Saya sendiri juga pernah galau milih teman traveling, tapi itu dulu… jaman masih single. Kalau sekarang? Tentunya sudah nggak lagi milih teman traveling. Tapi galau nyari duit buat travelingnya hahahaha….

Nah, kalau saya pergi traveling saya pilih pergi dengan siapa? Hmm…Kalau itu sih kayaknya nggak usah ditanya lagi deh. Jawabannya sudah jelas, yaitu keluarga. Kalau ngomongin keluarga berarti itu artinya pasangan saya alias mas bojo termasuk satu paket ama si bocil hehehe… Untuk segala hal termasuk traveling, tentu saja keluarga saya bakalan jadi prioritas pertama. Kenapa keluarga? Well, ada beberapa alasan utama kenapa sih travelingnya sama keluarga. Continue reading “4 Alasan Kenapa Memilih Traveling Bareng Keluarga”

Event & Review

Carousell, Cara Mudah dan Cepat Jual Barang Preloved

Cewek mana sih yang nggak suka belanja? Hmm…hampir semuanya kayaknya doyan belanja deh. Bahkan meskipun sebenarnya nggak butuh, tapi kadang kita selalu punya alesan buat beli barang. Entah itu karena barangnya lucu, murah, bagus, atau yang lainnya. Masalah mau dipakai apa nggak itu urusan nanti, iya nggak sih? hehehe… Sampai  akhirnya masalah baru muncul. Makin lama, banyak barang yang sudah nggak kita pakai lagi (atau bahkan belum sama sekali), sampai menuhin sudut kamar dan bikin  berantakan. Hmm…kalau sudah gitu jadi bikin pusing deh itu barang mau diapain. Eits, daripada pusing mending di jual aja deh. Barang nggak terpakai bisa jadi duit buat beli barang baru lagi hihihi…Emangnya nggak repot jual barang bekas? Kata siapa repot, secara  gitu loh, zaman sudah makin canggih boo… Kalau ada yang mikir bakal repot jualnya, berarti belum kenal sama Carousell. Continue reading “Carousell, Cara Mudah dan Cepat Jual Barang Preloved”

Jalan-jalan

Liburan Lebaran di Desa

Libur panjang sekolah memang paling asyik buat jalan-jalan bareng keluarga. Tapi kayaknya itu nggak ngefek sih buat emak-emak beranak bayi kayak saya hehehe…Jalan-jalan keluar kota menjelajahi tempat baru memng menjadi salah satu alternatif seru mengisi liburan. Tapi kalau buat saya yang budgetnya cekak, liburan ke luar kota paling masuk akal adalah liburan pulang mudik ke kampung. Yup, bagi saya liburan itu nggak harus selalu jalan-jalan ke tempat baru. Pulang mudik ke desa sudah cukup sebagai liburan istimewa bagi saya. Why? Karena saya bisa ketemu sama keluarga yang jarang bersua. Mungkin setahun hanya sekali bertemu bahkan ada yang lebih. Pulang mudik menjadi cerita nostalgia tersendiri buat saya.

Contohnya seperti saat lebaran kemarin. Setelah 2 kali lebaran nggak pulang mudik, akhirnya saya sekeluarga mudik juga ke Purwokerto coret. Ini merupakan lebaran ke dua saya di desa semenjak menikah. Lebaran tahun pertama menikah, Kenzie belum ada. Tahun ke-2 lagi hamil Kenzie dan saat itu adik yang lebaran di Semarang. Tahun ke-3, Kenzie masih bayi banget jadi rempong mudik bawa bayi. Buat emak-emak lainnya kayak mba Wuri sama mba Muna pasti tahu dong kerempongan pergi bawa bayi hehehe….Nah, sekarang Kenzie sudah 1,5 tahun jadi sudah besar, saatnya ngajakin Kenzie mengeksplore tanah kelahiran emaknya hehehe… Continue reading “Liburan Lebaran di Desa”

Beauty

Tampil Kece Saat Lebaran, Siapkan Kebutuhan Berikut Ini


Nggak terasa seminggu lagi sudah mau lebaran. Berbagai persiapan untuk menyambut hari raya pastinya sudah mulai dilakukan. Bahkan mungkin ada yang sudah melakukannya sejak dari awal Ramadan. Memang sih, untuk umat Islam hari raya Lebaran merupakan sesuatu yang penting. Umumnya kita pasti ingin tampil dengan maksimal saat hari raya Lebaran nanti. Eits, tapi maksudnya tampil maksimal di sini adalah menampilkan sisi terbaik kita. Nggak hanya fisik namun juga sikap diri. Kenapa? Karena selain merupakan perayaan kemenangan setelah berpuasa selama sebulan, kita juga akan bersilaturahmi dengan saudara, tetangga hingga teman-teman lama.

Nah, untuk urusan fisik, so pasti harus ditunjang dengan yang melekat pada tubuh dong. Mulai dari pakaian, aksesoris dan hal lainnya yang bikin penampilan makin terlihat menarik. Di bawah ini ada beberapa persiapan yang perlu kita lakukan yang bisa memaksimalkan penampilan kita saatHari Raya Idul Fitri: Continue reading “Tampil Kece Saat Lebaran, Siapkan Kebutuhan Berikut Ini”

Tak Terdefinisi

12 Kiat Menjaga Diri di ATM

ATM

Kita tentu sering menggunakan fasilitas ATM untuk berbagai keperluan baik untuk keperluan pribadi maupun bisnis. Banyak transaksi yang dapat dilakukan dari ATM, mulai dari tarik tunai, setoran, melakukan pembayaran, transfer, dan lain sebagainya. Sebuah mesin yang menyediakan uang kontan 24 jam penuh dan juga manfaat lainnya, ATM memang sungguh merupakan suatu kenyamanan prima. Meski demikian, kita perlu waspada ketika menggunakan ATM karena banyaknya berbagai modus kejahatan yang dilakukan orang tidak bertanggung jawab untuk keuntungan pribadi. Nah, biar aman saat berada di ATM, berikut ini kiat-kiat agar kamu bisa meninggalkan ATM sambil tetap menggenggam uangmu. Continue reading “12 Kiat Menjaga Diri di ATM”

Celoteh

Sahabat, Berbeda Namun Sehati

“Persahabatan bagai kepompong, mengubah ulat menjadi kupu-kupu. Persahabatan bagai kepompong, hal yang tak mudah berubah jadi indah. Persahabatan bagai kepompong, maklumi teman hadapi perbedaan. Persahabatan bagai kepompongna na na na na..”

Hayo, siapa yang tahu lagu di atas? Itu merupakan cuplikan dari lagu Kepompong milik Sind3ntosca. Beberapa tahun lalu ini lagu sempat ngehit saat menjadi OST di salah satu serial TV. Saya termasuk salah satu penontonnya, soalnya ceritanya bagus sih. Sesuai lagu OST-nya, cerita serialnya memang tentang persahabatan.

Nah, ngomongin tentang persahabatan, kita semua yang hidup dunia ini pasti memiliki sahabat. Sahabat yang begitu berarti untuk kita. Bahkan, terkadang ada yang rasa sayang kepada sahabat sama besarnya dengan rasa sayang kepada keluarganya sendiri. Di dalam hati kita, sahabat memiliki ruang tersendiri. Ada yang bilang, mencari seorang sahabat sejati lebih sulit daripada mencari seorang pacar. Bahkan ada juga seseorang yang rela berkorban apapun asalkan sahabatnya itu bahagia. Itulah yang namanya sahabat sejati.

Saya sendiri memiliki beberapa sahabat, salah satunya yaitu seorang perempuan bernama Astrid. Yup, she is one of my bestfriend. Astrid ini teman kuliah satu jurusan. Meskipun dari awal kuliah sudah kenal, tapi kami nggak langsung dekat. Tahun-tahun pertama kuliah, bisa dibilang kami hanya sekadar bertemu dan say “hai” di kelas saja. Sepertinya terlalu banyak perbedaan di antara kami. Saya dan Astrid berasal dari daerah dan suku yang berbeda. Dia orang Jakarta dengan suku Betawi, sedangkan saya orang Purwokerto dengan suku Jawa. Dia lebih sering ngumpul sama teman-teman yang sedaerah sama dia. Sedangkan saya sendiri? Sama teman-teman lain, seprovinsi tapi nggak sedaerah juga sih… lha wong yang dari Purwokerto cuma saya doang hehehe…. Selain beda pergaulan, kami pun punya gaya berpakaian yang berbeda. Dia gayanya modis dan feminim yang ala anak gaul gitu deh. Sedangkan saya, alamak jangankan dibilang modis apalagi feminim. Penampilan lebih sering acak adut dan cenderung tomboi hehehe… Kami juga punya sifat yang berbeda. Astrid cenderung kalem, penurut, pendiam dan penyabar, sedangkan saya cenderung hmm…cerewet, nggak bisa diam, keras kepala serta nggak sabaran.

Astrid ini orangnya selain cantik, pintar dan bisa dibilang unik. Gimana nggak unik coba kalau cuma dia yang bayar iuran angkatan pakai uang receh. Masih ingat banget tuh, saat habis kuliah pagi, saya bantuin dia ngitungin uang receh bejibun dari kaleng celengannya hahaha… Lalu, seiring berlalunya waktu *halah*, pada akhirnya saya tahu kalau dia ini ternyata adalah sahabat dari teman SMA saya. Kebetulan saat SMA sahabatnya itu pindah ke sekolah saya. Berawal dari situlah kami mulai lebih terbuka satu sama lain, meskipun masih belum dekat. Barulah saat menjelang tahun-tahun terakhir kuliah, tepatnya saat kami KKN, kami mulai akrab dan dekat. Kebetulan kami dapat KKN satu tempat. Di tempat KKN, kami jadi sering ngobrol dan nyambung karena ternyata dalam beberapa hal kami memiliki pemikiran yang sama. Saat tim KKN mengadakan rapat atau diskusi, kamipun sering kali sependapat dan sepemikiran.

Selepas KKN, kami tetap sering bertemu. Sering pergi bareng dan saling curhat ngalor ngidul dari A-Z. Seiring berjalannya waktu kami pun semakin mengenal dan mengerti kepribadian satu sama lain. Masih ingat banget zaman dulu kami masih kuliah. Saya sering menginap di kosnya. Kalau saya ada kegiatan hingga tengah malam, maka kosan dialah yang jadi tempat tujuan berpulang. Masih terbayang juga saat dia jadi fashion stylist dadakan setiap kali saya ada acara “penting”. Kalau sedang bosan, kami bakal jalan-jalan berdua keliling kota sambil mencari kuliner enak. Nggak cuma itu saja, meskipun kami berasal dari latar belakang yang berbeda, di sisi lain kami ternyata juga memiliki banyak persamaan yang bisa bikin kami jadi sehati loh. Apa itu? Kami sama-sama suka nonton K-Drama, sama-sama suka baca komik, sama-sama hobi makan dan sama-sama suka nge-teh. Iya, ternyata kami berdua sama-sama penikmat teh dan favorit kami adalah teh hijau Kepala Djenggot. Eh, tapi sebenarnya ada lagi sih yang bikin kami sehati. Kami sama-sama tipe orang yang setia sama pasangan *halah* dan sama-sama jatuh cinta sama orang Semarang. Yang terakhir jadi faktor penting tuh kenapa kami tetap bersahabat dan sehati hingga sekarang hehehe….

Oh ya, ngomongin soal teh, mekipun punya teh favorit yang sama, tapi kami punya alasan berbeda kenapa kami menyukainya. Astrid suka mengkonsumsi teh hijau Kepala Djenggot karena antioksidan yang tinggi dalam teh hijau berfungsi menjaga kesehatan kulit secara alami dan dapat mengurangi stres, karena di dalamnya terdapat asam amino bernama L-thanine yang membantu meringankan stres dan kecemasan pada seseorang. Pantas saja dia punya wajah cantik dan kulit yang bagus euy. Kalau saya sih, alasan utama suka minum teh hijau Kepala Djenggot buat menurunkan dan menjaga berat badan hehehe…Asal kalian tahu saja, teh hijau terbukti dapat mengurangi penyerapan lemak dalam tubuh sehingga secara otomatis jumlah lemak pada tubuh akan berkurang. Selain itu pada teh hijau juga terdapat ketekin polifenol yang menyebabkan intensitas pembakaran lemak.

Sebenarnya masih banyak lagi manfaat teh hijau bagi kesehatan. Tapi mau sebanyak apapun manfaat teh hijau untuk kesehatan tubuh, kesehatan jiwa juga nggak kalah penting. Saya dan Astrid percaya, sehat itu nggak hanya fisiknya saja, tapi juga hatinya. Tubuh yang sehat nggak ada gunanya kalau nggak punya jiwa yang sehat. Makanya, antara tubuh dan jiwa harus seimbang sehatnya. Dan untuk mewujudkan fisik dan hati yang sehat kami berdua memiliki jurus Sehatea. Apa itu? Yaitu dengan rutin mengkonsumsi teh hijau Kepala Djenggot untuk menjaga kesehatan tubuh dan selalu menghargai dan mengasihi satu sama lain untuk menjaga kesehatan jiwa. Misalnya seperti kami, yang walaupun berbeda tapi kami bisa mengapresiasi perbedaan yang ada, sehingga kami bisa sehati. Well, untuk melakukan memang awalnya tidak mudah tapi bukan berarti mustahil.

Saya sendiri nggak kebayang, kalau dulu saya dan Astrid nggak KKN bareng, mungkin kami nggak bakal jadi dekat dan bersahabat hingga sekarang. Meskipun awalnya bukan sesuatu yang gampang, namun kami mencoba untuk lebih mengenal satu sama lain. Saya sih percaya, kalau kita mau terbuka dan menerima perbedaan yang ada, pada akhirnya kita pun bisa saling mengerti, saling menghargai dan mengasihi satu sama lain. Bahkan dengan perbedaan yang ada bisa saling melengkapi dan menambah indah persahabatan yang terjalin. Dan hal tersebut sudah saya buktikan melalui persahabatan kami.

Saat kami akhirnya lulus kuliah, Astrid kembali ke Jakarta dan saya tetap stay di Semarang. Walaupun jarak memisahkan, tapi kami tetap saling kontak dan masih sering ngobrol dan curhat meski cuma via telpon. Sampai akhirnya kami masing-masing menikah dan sama-sama stay di Semarang. Senang banget rasanya kalau bisa lebih dekat sahabat kita. Kalau kangen bisa meet up, kalau ada yang butuh bantuan bisa segera membantu. Kalau jauh-jauhan kan pastinya bakalan jarang banget ketemunya dan kalau ada yang butuh bantuan terbatas jarak dan waktu. Betul nggak sih?

Nah, itu tadi cerita tentang persahabatan saya dengan Astrid yang berbeda namun #Sehatea. Kalau kamu sendiri, apakah punya cerita tentang persahabatan dengan teman atau rekan yang berbeda namun #Sehatea? Bisa yang berbeda suku/agama/ras/golongan. Kalau iya, share dong tentang cerita persahabatan kalian di kolom komentar. Akan lebih seru lagi kalau kalian mau menuliskannya di blog. Bagikan ceritanya dan jadilah menginspirasi karena meski kita berbeda namun #Sehatea.

 

Celoteh

8 Alasan Kenapa Suami Menjadi Best Friend

Adakah diantara kalian yang nggak punya sahabat? Hmm…kayaknya hampir semuanya pasti memiliki sahabat, iya nggak? Mau banyak atau hanya hitungan jari, itu sih lain soal. Bicara tentang sahabat, kalau ada yang tanya, siapakah sahabat yang paling dekat dengan saya? Maka dengan tanpa ragu saya akan menjawab sahabat terdekat saya adalah sang suami. Yes, sahabat terdekat saya adalah teman hidup saya.

Buat saya, keluarga sudah seharusnya menjadi sahabat terdekat. Bukan justru orang lain yang bukan keluarga. Iya sih, memang kenyataannya nggak seperti itu. Karena satu dan lain hal, banyak yang menjadikan sahabat terdekat mereka adalah orang di luar keluarga. Itu sah-sah saja kok, tapi jika orang lain saja bisa jadi sahabat kita, bukan hal yang aneh kan kalau keluarga yang kita temui hampir setiap hari lebih pantas menjadi sahabat terdekat. Kalau ada apa-apa bukankah keluarga yang jadi tempat kita kembali, yang akan menerima kita apa adanya. Well, dan bagi saya keluarga sekaligus sahabat terdekat itu ya suami saya. Pasangan hidup yang saya pilih untuk menemani saya hingga akhir hayat. Yup, dialah sahabat terdekat yang saya pilih sendiri. Kalau yang sudah menikah kayak mba Nurul pasti setuju, iya kan? iyain aja yah.. *maksa* hehehe… Trus yang masih single? Ya, kalau yang masih single kayak Tina, kan masih ada keluarga seperti orang tua atau saudara. Eh, atau jangan-jangan sudah ada calon sahabat seumur hidupnya? hohoho…. Continue reading “8 Alasan Kenapa Suami Menjadi Best Friend”