Kesehatan

Tips ASI Lancar

Beberapa hari yang lalu, dapat kabar teman kuliah ada yang baru saja melahirkan. Namun, karena jarak yang memisahkan saya belum bisa menjenguknya dan hanya berkomunikasi via telp saja. Kami pun saling bertukar cerita tentang proses persalinan serta menyusui.  Kebetulan teman saya ini ASI-nya nggak keluar di awal-awal pasca persalinan. Keluar sih, tapi hanya sedikit saja dan hal tersebut cukup membuat cemas dan stres teman saya. Dia takut ASI-nya nggak lancar dan terpaksa harus memberi susu formula, padahal dia ingin memberikan ASI eksklusif  kepada anaknya. Hal tersebut jadi kembali mengingatkan saya saat melahirkan Kenzie sekitar satu tahun lalu.

Menjadi ibu untuk pertama kali, saya juga sempat mengalami kebingungan dan kehebohan tentang bagaimana saya mengurus dan merawat anak nantinya. Di awal pasca melahirkan, yang paling bikin pusing adalah bagaimana saya bisa menyusui si kecil dengan benar, bisa memberikan ASI eksklusif dan anak bisa lulus S3. Semenjak masa kehamilan, saya sudah bercita-cita anak saya nggak usah pakai susu formula. Sebisa mungkin bisa menyusui hingga 2 tahun, atau setidaknya minimal bisa ASIX deh. Dan untuk itu, I will do everything… Yup, saya akan berusaha semaksimal mungkin biar anak saya bisa dapat ASIX dan tetap dapat ASI hingga 2 tahun. Kenapa? Tentunya para ibu-ibu sudah pada tahu dong segimana penting dan hebatnya si ASI. Nggak cuma bermanfaat bagi bayi tapi juga bagi ibunya. Buat yang belum tahu, silahkan googling sendiri saja dan saya yakin kalian pasti akan say “yes” juga hihihi… Continue reading “Tips ASI Lancar”

Kesehatan

Estimasi Biaya Persalinan di Semarang

Alhamdulilah, nggak terasa usia kehamilan sudah memasuki 7 bulan. Selama 7 bulan ini berat saya hanya naik 6 kg saja semenjak 3 bulan terakhir. Jadi tiap bulan rata-rata naik 2 kg saja, maka itu artinya sampai nanti waktunya melahirkan totalnya hanya 12 kg saja hihihi…Insyallah sih berat tersebut masih aman untuk janin, karena dokter saya juga nggak komentar apa-apa dan setahu saya memang kenaikan berat normal antara 10-15 kg.

Nah, ngomongin masalah persalinan yang sekitar 2 bulanan lagi. Saya sudah mulai memikirkan segala tetek bengeknya. Mulai dari nama calon anak jika laki-laki maupun perempuan, perlengkapan calon ibu dan bayi hingga yang utama adalah biaya melahirkan.Sebenarnya sih sudah mulai di pikir dan sudah pula di list dari kemarin-kemarin, tapi masih nyantai. Kalau masalah nama sudah ada beberapa pilihan. Masalah perlengkapan ibu dan bayi juga sudah mulai terkumpul. Alhamdulilah nggak terlalu banyak yang harus dibeli, karena dapat hibah dari kakak ipar. Lumayan berhemat banget gitu, hehehe…Nah, yang paling penting adalah masalah biaya persalinan. Untuk yang satu ini tergantung tempat dimana saya melahirkan nanti dan itu masih dalam proses. Penginnya di bidan saja yang lebih murah dan semoga nanti semuanya lancar sehingga saya bisa melahirkan dengan normal.

Ngomongin soal biaya untuk lahiran, tentunya yang jadi perhatian utama adalah masalah biaya. Kalau punya banyak duit mah nggak masalah mau lahiran dimana, bebas memilih RS yang dimau dan yang memiliki fasilitas terbaik. Tapi bagi saya, biaya/tarif tiap RS yang berbeda-beda menjadi pertimbangan tersendiri. Jadi, untuk itu saya pun mencari tahu tarif beberapa RS yang berpotensi menjadi tujuan tempat bersalin saya nanti. Berikut ini adalah hasil survey saya untuk estimasi biaya melahirkan di beberapa RS di Semarang Continue reading “Estimasi Biaya Persalinan di Semarang”

Kesehatan

Cerita tentang HSG #TTC

IMG-20150217-WA0000
Menu pengisi perut setelah HSG

Dipostingan sebelumnya, saya sudah cerita kalau saya ini suspect PCOS. Selain tahu keadaan sel telur saya yang belum normal, saya tentunya juga ingin tahu kondisi kesehatan alat reproduksi saya yang lainnya. Apakah selain sel telur yang tidak normal, ada masalah lain yang menyebabkan saya belum hamil juga. Salah satu pemeriksaan yang saya lakukan yaitu mengecek apakah ada sumbatan di saluran telur atau tidak melalui HSG (Histerosalpingografi).

Sebenarnya sudah dari dulu ingin HSG, hanya saja selain terkendala biaya saya juga perlu waktu untuk mempersiapkan mental. Kenapa? karena saya takut jika hasilnya tidak sesuai dengan harapan. Sehingga saya menundanya, meskipun sebenarnya dokter Sp.OG saya juga belum meminta saya untuk tes HSG. Namun daripada saya penasaran, akhirnya saat terakhir konsul ke dokter beberapa waktu lalu, saya memberanikan diri untuk minta HSG. Supaya jika memang ada masalah akan lebih baik tahu lebih awal dan bisa segera di obati. Saya kemudian diberi surat rujukan untuk HSG di RSIA Gunung Sawo yang dokternya perempuan. Continue reading “Cerita tentang HSG #TTC”

Kesehatan

I am PCOS Fighter

tumblr_ng2xezbaSS1tlh6oko1_500Perempuan mana sih yang nggak mau hamil? Dijamin hampir semua perempuan ingin bisa hamil dan memiliki anak ketika mereka sudah menikah. Termasuk juga saya. Yup, satu tahun lebih menikah, kami belum dikaruniai buah hati. Bukan karena kami ingin menunda, namun karena saya ternyata suspect PCOS (Polycystic Ovary Syndrom). Itu baru saya ketahui tahun lalu, beberapa bulan setelah kami menikah. Saya yang memang sudah curiga dengan mens saya yang tidak teratur, akhirnya memberanikan diri periksa ke dokter. Sampai akhirnya saya dinyatakan suspect PCOS.

Apa itu PCOS? silahkan bisa di gooling sendiri, atau baca salah satu infonya di sini. Pada intinya bisa dikatakan, PCOS menjadi salah satu penyebab infertilitas/sulit hamil. Umumnya penderita PCOS memiliki sel telur yang banyak namun kecil-kecil dan tidak memenuhi ukuran minimal untuk dibuahi. Penyebabnya apa? Sepertinya belum diketahui penyebab pastinya, namun terdapat banyak faktor risiko yang menyebabkan seseorang menderita PCOS. Mulai dari hormon Continue reading “I am PCOS Fighter”

Beauty

My Makeup Tools

sketsaSiapa sih perempuan yang nggak kepengin tampil cantik? Almost of them want to look beautiful. Bahkan untuk mencapainya, nggak sedikit yang rela melalukan apa saja. Mulai dari hal sederhana dari sekadar cuci muka, sampai berias hingga operasi plastik. Dan saya salah satu di antara para perempuan yang selali ingin terlihat cantik.

Untuk bisa tampil cantik, saya melakukan usaha yang namanya ber-makeup. Nah, untuk alat dan kelengkapan makeup, bisa dibilang saya punya cukup lengkap. Mulai dari lip balm, lipstik, pencil alis, eyeliner,lipliner, bedak, eyeshadow hingga maskara dan blush on, meskipun variasinya nggak banyak sih. Tapi asal tahu aja, saya dulu itu tomboy lho. Jangankan pake makeup lengkap, lha wong dulu aja yang saya punya cuma bedak, itupun jarang saya pakai. Pakai baju juga ala kadarnya. Sudah mirip cowok yang seringnya pakai kaos dan celana jeans. Yang ngebedain cuma saya pakai kerudung hehehe…. Continue reading “My Makeup Tools”

Tak Terdefinisi

Marry U…

Banyak janur kuning melengkung, itulah kesan pertama di bulan November. Yup, sepertinya banyak yang menikah di bulan ini. Bahkan tadi pas berangkat dari kos ke studio, melewati beberapa janur kuning sampai mobil berjanur kuning. Bulan November, musim hujan dan banyak yang nikah. Hmm….adakah hubungannya? I don’t know. Maybe yes or maybe not. Whatever the reason, I want to congrats for all my friends that got married in this month. I am really sorry if I couldn’t come to your wedding, but I hope you are all will have a happy married 🙂

Kalau wedding bouquet-nya beneran permen mah, mending di makan aja :p

Ngomongin soal pernikahan, teman saya pernah iseng melakukan survey kecil-kecilan. Menurut dia, mayoritas teman-teman perempuannya yang lahir tahun 1988 ingin menikah tahun depan. Well, I think It can be understood. Why? Karena tahun depan, kelahiran 1988 bakalan berada di umur 25 tahun. Nah, ini dia neh bedanya perempuan ma laki-laki. Karena umur 25 tahun buat wanita merupakan usia di mana kesehatan reproduksinya berada pada saat terbaik dan akan semakin berkurang seiring bertambahnya usia. Tentu ini berbeda dengan pria Continue reading “Marry U…”

Celoteh

Bekerja setelah Menikah?

Hari ini, entah kenapa lagi pengin nulis lagi buat ngisi blog. Tadi iseng-iseng aja jalan-jalan ke blog tetangga. Gara-gara baca tulisan dia, aku jadi keingat beberapa hari lalu, tepatnya Selasa kemarin, aku ikut FGD untuk penelitian S3 salah satu dosen di salah satu universitas di Semarang. Sebenarnya tema disertasinya dia tentang analisi wacana, cuma kemarin agak menyinggung tentang gender. Salah satu pertanyaan kemarin adalah pendapat tentang topik artikel terkait pernikahan. Gara-gara pertanyaan itu, mau nggak mau jawaban kami para responden secara langsung maupun tidak langsung pun akhirnya menyinggung ranah gender terutama tentang posisi perempuan ketika setelah menikah. Continue reading “Bekerja setelah Menikah?”