Celoteh

8 Alasan Kenapa Suami Menjadi Best Friend

Adakah diantara kalian yang nggak punya sahabat? Hmm…kayaknya hampir semuanya pasti memiliki sahabat, iya nggak? Mau banyak atau hanya hitungan jari, itu sih lain soal. Bicara tentang sahabat, kalau ada yang tanya, siapakah sahabat yang paling dekat dengan saya? Maka dengan tanpa ragu saya akan menjawab sahabat terdekat saya adalah sang suami. Yes, sahabat terdekat saya adalah teman hidup saya.

Buat saya, keluarga sudah seharusnya menjadi sahabat terdekat. Bukan justru orang lain yang bukan keluarga. Iya sih, memang kenyataannya nggak seperti itu. Karena satu dan lain hal, banyak yang menjadikan sahabat terdekat mereka adalah orang di luar keluarga. Itu sah-sah saja kok, tapi jika orang lain saja bisa jadi sahabat kita, bukan hal yang aneh kan kalau keluarga yang kita temui hampir setiap hari lebih pantas menjadi sahabat terdekat. Kalau ada apa-apa bukankah keluarga yang jadi tempat kita kembali, yang akan menerima kita apa adanya. Well, dan bagi saya keluarga sekaligus sahabat terdekat itu ya suami saya. Pasangan hidup yang saya pilih untuk menemani saya hingga akhir hayat. Yup, dialah sahabat terdekat yang saya pilih sendiri. Kalau yang sudah menikah kayak mba Nurul pasti setuju, iya kan? iyain aja yah.. *maksa* hehehe… Trus yang masih single? Ya, kalau yang masih single kayak Tina, kan masih ada keluarga seperti orang tua atau saudara. Eh, atau jangan-jangan sudah ada calon sahabat seumur hidupnya? hohoho…. Continue reading “8 Alasan Kenapa Suami Menjadi Best Friend”

Event & Review

Bok Cinta di Bustaman

DSC00330Kemarin, akhirnya hari yang di tunggu-tunggu oleh suami datang juga. Apa itu? Yaitu hari pembukaan pameran “Bok Cinta” Project di Bustaman. Hmm…apa pula itu? Mungkin ada yang pernah mendengar Bustaman? Itu adalah nama suatu kampung di daerah Purwodinatan, Semarang Utara. Kampung Bustaman ini terkenal sebagai tempat penyembelihan kambing. Yup, jadi jangan heran kalau kesana dan mencium bau kambing hehehe….

Lalu apa itu “Bok Cinta” Project? Bok Cinta sendiri merupakan idiom yang diciptakan para remaja Bustaman yang tergabung dalam Ikata Remaja Bustaman (IRB) untuk menamai sebuah tempat tongkrong mereka di salah satu sudut gang mereka yang cukup sempit. Kalau secara fisik, “Bok Cinta” berupa bangunan terbuat dari bata dan semen di teras salah satu warga dengan lebar 60 cm dan panjang 3 meter. Dalam istilah Jawa, bangunan demikian disebut “Bok” yang fungsinya sebagai tempat duduk-duduk atau nongkrong. Continue reading “Bok Cinta di Bustaman”

Celoteh

Karena Kalah Belum Tentu Terakhir

DSC01104-horz
Cake Waluh dan Kunyit Asem

Tahu dong kalau hari adalah hari ibu nasional? Jadi wajar saja kalau hari ini bayak yang meng-update status di media sosial bertemakan tentang ibu. Begitu buka fb, hampir semua teman-teman fb saya nyetatus sampai upload foto tentang ibu mereka. Hmm…melihat itu saya senang, iri sekaligus sedih. Senang melihat teman-teman saya menyayangi ibu mereka dan tentunya masih memiliki ibu mereka. Iri karena saya sudah tidak bisa bertemu dan berbincang apalagi memeluk ibu saya sendiri, seperti yang teman-teman saya lakukan. Sedih, karena saya kangen sama ibu saya tapi nggak sudah nggak bisa bertemu lagi di dunia ini.

Ah, sudahlah…daripada saya malah tambah sedih, lebih baik saya cerita saja kegiatan saya hari ini yang tentunya masih ada kaitannya sama hari ibu. Oh iya, sebenarnya dalam keluarga saya sendiri nggak ada trasidi perayaan hari ibu. Jangankan merayakan hari ibu, lha wong hari ulang tahun anggota keluarga juga nggak pernah dirayakan, bahkan sekadar ucapan selamat ultah. Bagi saya itu bukan masalah. Kalau saya bilang sih, itu masalah tradisi dan kebiasaan. Tiap keluarga pasti punya tradisi berbeda-beda. Kalau kata pepatah ” lain lubuk lain belalang”, betul nggak? 😉 Continue reading “Karena Kalah Belum Tentu Terakhir”

Celoteh

Happy Father’s Day

Tentu kalian sudah lihat dong tema Google doodle, hari ini? Seorang ayah yang lagi asyik bermain mengendarai pesawat terbang mainan bersama kedua anaknya. Tahu kenapa? Apalagi kalau bukan karena hari ini adalah hari Ayah nasional. Yup, today is Father’s Day. Tapi kalau ada yang belum tahu bisa dimaklumi kok, karena perayaan hari Ayah di Indonesia memang belum populer. Wajar saja, karena perayaannya saja baru dimulai 8 tahun lalu  tepatnya tahun 2006. doodle hari ayah prev Continue reading “Happy Father’s Day”

Celoteh

Looking for my “Ibu Peri”

scarlettjohansenascinderellaKalau Cinderella yang kesehariannya biasa-biasa saja tapi mampu mempesona sang pangeran hanya dalam satu malam. Saya juga mau dong seperti dia, mempesona bagi setiap mata yang memandang saat hari pernikahan saya nanti.  Nah, untuk itu, saya juga butuh tim (baca: vendor) yang oke, serta tentunya saya butuh “Ibu Peri” yang bisa membuat saya terlihat lebih cantik dari biasanya. Untuk memilih ibu peri yang tepat ini bisa dibilang merupakan pencarian yang cukup sulit, kalau sampai salah memilih bisa-bisa bukannya jadi putri cantik bak Cinderella tapi malah jadi putri  tak dikenal dari negeri antah berantah. Buat para capeng perempuan pasti bakalan setuju kalau masalah rias merias terbilang masalah krusial dan mungkin menjadi urutan pertama dalam wedding list. Continue reading “Looking for my “Ibu Peri””

Celoteh

Bride To Be

Gambar-Baju-Pengantin-Muslim-01
I wish I could wear this on my wedding day. Ciamik sekali kan?

Masih sekitar 1,5 bulan lagi menjelang My Wedding Day dan saya belum mempersiapkan apa-apa. What??? Kaget kan? Saya sendiri juga kaget. Oke, sebenarnya bukannya belum mempersiapkan apa-apa sama sekali, tp memang belum bisa dan hanya baru beberapa persen saja. Kenapa? Saya ada di Semarang bukannya  di Purwokerto, yang notabene akan menjadi lokasi perhelatan hari bersejarah dalam hidup saya tersebut. So? Ya, saya susah dong kalau harus ngurus ini itu tapi saya nggak di lokasi. Alasan saja kamu le…Huft, dan sejujurnya itu memang hanya sekadar alasan saya saja. Alasan utamanya adalah karena saya belum ada dan belum tahu budget pasti untuk acara pernikahan saya tersebut.

Rencananya pernikahan saya ini bisa dibilang kilat, meskipun bukan mendadak. Gimana nggak, ndodok lawang yang sekaligus lamaran dilakukan tepat sebelum puasa, sekitar semingguan setelah cami sidang thesis. Saya sebenarnya penginnya Continue reading “Bride To Be”

Celoteh

Celoteh Sebelum Tidur

Hmmm….sudah lama sekali saya nggak berbenah di rumah saya yang satu ini. Maaf kalau saya jarang meng-update, pastinya kalian para follower blog ini sudah nggak sabar ya baca postingan saya yang terbaru *sok ngartis padahal nggak ada yang nungguin* . Iya, harap maklum saja ya, soalnya beberapa bulan terakhir saya sedang sibuk dengan kehidupan saya di dunia nyata.

Semenjak ibu meninggal awal Desember lalu, banyak hal yang terjadi dalam hidup saya. Bisa dibilang hidup saya berubah cukup drastis. Gimana nggak berubah, saat itu saya langsung resign dari studio komik Papillon dan kembali ke kota asal saya, Purwokerto. Sebagian mimpi yang sudah saya rancang pun harus saya hapus dan saya susun ulang. Jujur, terkadang rasanya masih nggak percaya kalau saya ini sudah menjadi piatu. Namun saya yakin Tuhan sudah punya skenario tersendiri untuk hidup saya dan apapun rencananya, Insyaallah itulah yang terbaik meskipun terkadang mungkin bukan yang kita inginkan. Akhirnya, saya pun berencana mencari pekerjaan di kota SATRIA saja agar bisa menemani dan mengurus bapak yang di usianya yang senja ini sering sakit-sakitan. Apalagi pertengahan Januari-Februari ini adik saya satu-satunya harus KKN di luar kota. Otomatis bapak bakalan sendirian. Saya pun sudah bersiap-siap angkat kaki dari kota ATLAS. Awal bulan Januari, saya sudah mengepak dan mengeluarkan semua barang-barang saya dari kamar kosan. Namun Continue reading “Celoteh Sebelum Tidur”