Celoteh

Karena Kalah Belum Tentu Terakhir

DSC01104-horz
Cake Waluh dan Kunyit Asem

Tahu dong kalau hari adalah hari ibu nasional? Jadi wajar saja kalau hari ini bayak yang meng-update status di media sosial bertemakan tentang ibu. Begitu buka fb, hampir semua teman-teman fb saya nyetatus sampai upload foto tentang ibu mereka. Hmm…melihat itu saya senang, iri sekaligus sedih. Senang melihat teman-teman saya menyayangi ibu mereka dan tentunya masih memiliki ibu mereka. Iri karena saya sudah tidak bisa bertemu dan berbincang apalagi memeluk ibu saya sendiri, seperti yang teman-teman saya lakukan. Sedih, karena saya kangen sama ibu saya tapi nggak sudah nggak bisa bertemu lagi di dunia ini.

Ah, sudahlah…daripada saya malah tambah sedih, lebih baik saya cerita saja kegiatan saya hari ini yang tentunya masih ada kaitannya sama hari ibu. Oh iya, sebenarnya dalam keluarga saya sendiri nggak ada trasidi perayaan hari ibu. Jangankan merayakan hari ibu, lha wong hari ulang tahun anggota keluarga juga nggak pernah dirayakan, bahkan sekadar ucapan selamat ultah. Bagi saya itu bukan masalah. Kalau saya bilang sih, itu masalah tradisi dan kebiasaan. Tiap keluarga pasti punya tradisi berbeda-beda. Kalau kata pepatah ” lain lubuk lain belalang”, betul nggak? 😉 Continue reading “Karena Kalah Belum Tentu Terakhir”

Celoteh

Looking for your “Ibu Peri”

Nah, kalau di postingan terakhir saya yang mencari “Ibu peri “. Postingan saya kali ini semoga bisa membantu teman-teman yang lagi nyari “Ibu perinya”. Hmm…jujur saja, saya sudah 6 bulan lebih ga update blog. Kalau mau minta alasan, pasti teman-teman sudah tahu dong…apalagi kalau bukan menyibukkan diri (baca: malas) hehe…Eh, tp ada benernya sih, pas nulis postingan sebelumnya itu saya pas lagi ribet-ribetnya mengurus persiapan pernikahan saya. Pasca menikah saya sibuk jadi ibu rumah tangga hehehe…*tsaaahh.

Alhamdulillah sah! :P Ini foto tanpa editan loh. Gimana? cantik kan? *maksa :D
Alhamdulillah sah! 😛
Ini foto tanpa editan loh. Gimana? cantik kan? *maksa 😀

Sebenarnya saya sudah berniat untuk menulis kelanjutan persiapan pernikahan saya dari dulu, tapi baru mood buat nulis lagi setelah terdorong *halah* dari beberapa komen yang bertanya…dan sepertinya review saya tentang perias pengantin yang saya pakai dapat berguna bagi capeng lainnya. Selain itu bulan ini kebetulan beberapa teman saya menikah dan beberapa yang lainnya sedang mempersiapkan pernikahannya. Jadinya greget gitu pengin berbagi saran dan masukan buat capeng lain.

Kalau ngomongin soal perias manten, akhirnya setelah dengan berbagai pertimbangan saya memakai jasa dari Continue reading “Looking for your “Ibu Peri””

Celoteh

Looking for my “Ibu Peri”

scarlettjohansenascinderellaKalau Cinderella yang kesehariannya biasa-biasa saja tapi mampu mempesona sang pangeran hanya dalam satu malam. Saya juga mau dong seperti dia, mempesona bagi setiap mata yang memandang saat hari pernikahan saya nanti.  Nah, untuk itu, saya juga butuh tim (baca: vendor) yang oke, serta tentunya saya butuh “Ibu Peri” yang bisa membuat saya terlihat lebih cantik dari biasanya. Untuk memilih ibu peri yang tepat ini bisa dibilang merupakan pencarian yang cukup sulit, kalau sampai salah memilih bisa-bisa bukannya jadi putri cantik bak Cinderella tapi malah jadi putri  tak dikenal dari negeri antah berantah. Buat para capeng perempuan pasti bakalan setuju kalau masalah rias merias terbilang masalah krusial dan mungkin menjadi urutan pertama dalam wedding list. Continue reading “Looking for my “Ibu Peri””

Celoteh

Bride To Be

Gambar-Baju-Pengantin-Muslim-01
I wish I could wear this on my wedding day. Ciamik sekali kan?

Masih sekitar 1,5 bulan lagi menjelang My Wedding Day dan saya belum mempersiapkan apa-apa. What??? Kaget kan? Saya sendiri juga kaget. Oke, sebenarnya bukannya belum mempersiapkan apa-apa sama sekali, tp memang belum bisa dan hanya baru beberapa persen saja. Kenapa? Saya ada di Semarang bukannya  di Purwokerto, yang notabene akan menjadi lokasi perhelatan hari bersejarah dalam hidup saya tersebut. So? Ya, saya susah dong kalau harus ngurus ini itu tapi saya nggak di lokasi. Alasan saja kamu le…Huft, dan sejujurnya itu memang hanya sekadar alasan saya saja. Alasan utamanya adalah karena saya belum ada dan belum tahu budget pasti untuk acara pernikahan saya tersebut.

Rencananya pernikahan saya ini bisa dibilang kilat, meskipun bukan mendadak. Gimana nggak, ndodok lawang yang sekaligus lamaran dilakukan tepat sebelum puasa, sekitar semingguan setelah cami sidang thesis. Saya sebenarnya penginnya Continue reading “Bride To Be”

Celoteh

Obat Stress Paling Mujarab

Wah, sudah hampir sebulan ini blog saya belom di kasih makan. Jujur, saya sebenarnya lagi nggak mood buat nulis. Nggak tahu kenapa neh. Sebenarnya sempat terlintas beberapa ide buat materi tulisan, namun idenya datang di saat-saat kurang tepat. Alhasil begitu sudah di depan si Dellfan, mood menghilang dan ide pun menguap. Jadi malu sendiri, soalnya di tulisan sebelumnya di sini saya sempat nulis tentang sang artis yang meski sibuk namun setiap harinya berhasil menghasilkan satu tulisan untuk di posting di blognya. Sedangkan saya?? Hmm…artis bukan, job seeker iya. Hadeehh, saya malu sodara-sodara *tutupin muka*.

Makanya neh, saya kuat-kuatin niat deh buat ngasih makan blog saya ini. Merelakan jeda waktu sebentar buat ngetik di pagi hari usai sahur dan solat tentunya.

Emangnya mau ngomong apaan sih?
Saya sebenarnya cuma mau cerita aja, kalau minggu kemarin saya habis buka bareng sama teman-teman saya. Biasa banget ya? nggak ada yang spesial ya? Jadi, situ nggak mau nerusin baca tulisan saya yang nggak mutu ini? Aiihh….ya sudahlah, kalau memang nggak mau nerusin baca *berharap ada yang masih mau baca* *mlipir pojokan, nulis lagi*.

Begini ceritanya, semuanya sebenarnya berawal dari Continue reading “Obat Stress Paling Mujarab”

Celoteh

Terkecuali Kamu

Habis baca tulisan curhat seorang teman dari lapak sebelah. Yang menarik bagi saya, disitu dia menuliskan perkataan temannya. Temannya teman saya itu bilang :

 “Sadar atau tidak semakin bertambah usia, teman-teman yang dulunya banyak ada di sekeliling kita, saat ini mulai berkurang, tinggallah teman yang memang benar teman ada di samping kita, karena semua sudah memiliki kepentingannya tersendiri, maka semakin memecah belah berdasarkan kepentingannya masing-masing”.

Seperti halnya teman saya itu, saya pun juga sepakat atas apa yang di katakan temannya teman saya itu, karena saya juga menyadarinya akhir-akhir ini. Entah kenapa, beberapa hari terakhir ini saya sedang merasa jenuh dan bosan saja. Saya merasa kehidupan saya terasa monoton. Setiap hari saya hanya berkutat dengan aktifitas yang itu-itu saja. Dimulai dari bangun tidur, lalu berurusan dengan segala hal tentang tetek bengek kehidupan kos. Menjelang siang mandi, lalu habis solat duhur langsung berangkat ke studio dan malam baru pulang. Sampai di kosan capek dan langsung tidur. Itu semuanya terjadi mulai dari Senin-Sabtu. Minggu? Saya lebih sering bermalas-malasan di kos saja, nonton TV, internetan atau tidur.

Setiap harinya, saya selalu bertemu dengan orang-orang yang sama. Dengan rekan-rekan di studio yang hanya itu-itu saja dan beberapa teman kosan. Kok beberapa? Iya, karena meskipun ada 13 orang penghuni kosan, saya belum tentu bisa ketemu mereka semua setiap hari. Anggap saja alasannya karena Continue reading “Terkecuali Kamu”

Jalan-jalan · Tak Terdefinisi

Antara Semarang-Jakarta

Horeee….akhirnya tiba juga hari ini. Why? soalnya finally ntar malam mau berangkat ke Jakarta for POPCON ASIA yiippii!! Seharusnya sih berangkatnya dah dari Senin malam kemarin, namun berhubung kehabisan tiket kereta sampai tanggal 27 Juni dan hari Selasa harus sudah ada yang di Jakarta buat prepare, akhirnya rombongan Papillon di bagi jadi 2 keberangkatan deh. Kloter pertama tetap berangkat hari Senin malam naik mobil, sedangkan saya bertiga sama yang lain berangkat hari ini naik kereta malam. Penginnya sih ikutan naik mobil berangkat bareng-bareng, tapi apa daya, mobilnya jenis sedan yang cuma muat 4 orang. Alhasil, saya mengalah deh, bukan mengalah untuk berangkat menyusul tapi mengalah untuk berpisah dengan pacar saya…hiks…hiks…Ntar kan kamu ketemu sama do’i di Jakarta? Kalau ada yang bilang gitu, saya juga penginnya gitu.  Tapi kemungkinan yang nanti terjadi adalah, begitu saya nyampe Jakarta, pacar saya tercinta malah berangkat pulang balik ke Semarang. Intinya nggak bakalan ketemu dan baru ketemu lagi nanti kalau saya balik Semarang. Continue reading “Antara Semarang-Jakarta”