Kuliner & Dapur

Menyantap Hangatnya Pie Apel di Musim Hujan

Tentunya sekarang sudah pada tahu dong kalau sekarang ini sudah memasuki musim hujan. Kalau hujan datang apalagi saat weekend, rasanya mau pergi kemana-mana juga malas. Lebih enak berdiam diri saja di rumah, menikmati kehangatan di selimut tebal hehehe…. Tapi nggak mungkin juga dong kalau kita hanya tidur terus setiap sepanjang hujan. Meskipun mungkin nggak ada pekerjaan, tapi bosan juga kan. Untuk bisa tetap menikmati weekend meskipun hujan, banyak hal lain yang bisa dilakukan kok. Buat saya sendiri, saat hujan seperti ini yang saya inginkan hanya dua, film bagus dan makanan yang enak. Saya pun browsing resep apa yang kira-kira pas untuk menemani nonton di weekend ini. Tebak, resep apa yang saya temukan? Yup! Pie apel.

Untuk membuat pie apel yang lezat ditentukan oleh dua hal, yaitu tekstur kulit dan pemilihan buah apelnya. Nah, agar kulit pie bertekstur flaky, kita bisa menggunakan pisau pastry saat menghancurkan mentega dan tepungnya. Sedangkan untuk pemilihan buah apel dapat ditentukan sesuai selera. Jika ingin asam manis, pilihlan campuran granny smith dengan apel merah.            Continue reading “Menyantap Hangatnya Pie Apel di Musim Hujan”

Event & Review

Bok Cinta di Bustaman

DSC00330Kemarin, akhirnya hari yang di tunggu-tunggu oleh suami datang juga. Apa itu? Yaitu hari pembukaan pameran “Bok Cinta” Project di Bustaman. Hmm…apa pula itu? Mungkin ada yang pernah mendengar Bustaman? Itu adalah nama suatu kampung di daerah Purwodinatan, Semarang Utara. Kampung Bustaman ini terkenal sebagai tempat penyembelihan kambing. Yup, jadi jangan heran kalau kesana dan mencium bau kambing hehehe….

Lalu apa itu “Bok Cinta” Project? Bok Cinta sendiri merupakan idiom yang diciptakan para remaja Bustaman yang tergabung dalam Ikata Remaja Bustaman (IRB) untuk menamai sebuah tempat tongkrong mereka di salah satu sudut gang mereka yang cukup sempit. Kalau secara fisik, “Bok Cinta” berupa bangunan terbuat dari bata dan semen di teras salah satu warga dengan lebar 60 cm dan panjang 3 meter. Dalam istilah Jawa, bangunan demikian disebut “Bok” yang fungsinya sebagai tempat duduk-duduk atau nongkrong. Continue reading “Bok Cinta di Bustaman”