Cara Promosi Efektif dan Nggak Pakai Ribet

Dijaman yang serba online seperti sekarang ini, semakin mudah bagi kita untuk mendapatkan berbagai informasi. Segala jenis informasi dari berbagai bidang bisa kita peroleh, termasuk informasi tentang suatu produk atau jasa. Maka tak mengherankan jika media online juga menjadi salah satu tempat yang efektif untuk ajang promosi. Alhasil kita pun sering sekali menemukan berbagai macam iklan di internet.

promosi efektif

Tapi kalian ngerasa suka sebal nggak sih kalau tiba-tiba ada iklan nongol saat kita lagi asyik internetan? Mau baca artikel eh..tiba-tiba ada iklan lewat. Kalau sekali dua kali sih mungkin okelah, nggak masalah. Tapi kalau munculnya berkali-kali disetiap kita buka situs kan jadinya malas banget. Kalau sudah gitu, biasanya bakal langsung di skip atau close. Bener nggak? hehehe…

Bahkan, saking sebalnya karena iklan yang muncul bejibun dan bikin capek untuk sekadar skip & close, banyak yang akhirnya pakai ad-blocker (aplikasi blokir iklan di internet). Indonesia pun ternyata menjadi salah satu dari 3 pengguna ad-blocker terbesar di dunia setelah China dan India loh. Wiih…berarti bisa dikatakan netizen Indonesia sudah pada sebal tingkat tinggi nih sama iklan-iklan di internet.

Kalau sudah begitu, iklan-iklan tersebut jadinya useless. Sia-sia dan nggak efektif sama sekali, karena diabaikan oleh netizen yang merupakan target konsumennya. Bisa dikatakan mereka sudah “buta” iklan karena sudah nggak peduli dan nggak lagi melihat iklan yang dipasang tersebut. Apalagi kalau isi iklannya bilang bahwa produknya adalah yang nomor satu. Hmm… dijamin deh banyak yang nggak percaya. Secara gitu loh, kalau dalam bisnis pasti masing-masing produk akan mengklaim produk sendiri sebagai yang terbaik.

Read more

My 2017 Goals!

shield-417824_960_720

Sudah di bulan Desember, artinya sudah di penghujung tahun. Sebentar lagi tahun baru horeee….eh, harusnya senang apa sedih sih? Hmm…kalau saya sih sepertinya keduanya deh. Senang sih tahun baru, si Kenzie berarti bentar lagi ulang tahun dan tambah gede. Tapi sedih juga karena belum banyak hal bermanfaat yang bisa saya lakukan hiks..hiks..

Nah, kalau ngomongin pergantian tahun biasanya neh yang jadi trend adalah bikin resolusi. Semua berlomba-lomba bikin resolusi ini dan itu. Macam-macam dan beragam resolusi. Mau resolusinya sedikit atau banyak nggak masalah, karena yang jadi pertanyaan adalah bisakah kita melaksanakannya? hehehe

Kalau saya sendiri, tahun 2015 sempat bikin resolusi. Lalu apakah semuanya terlaksana? Jawabannya adalah jelas tidak hahahaha…Hanya beberapa saja yang berhasil saya wujudkan huhuhu…*miris banget kan?* Karena sadar diri akan kemampuan saya, maka di tahun 2016 saya nggak bikin resolusi. Lagian saat itu pikiran terfokus sama Kenzie, karena kebetulan lahirnya pas Januari.

Read more

Ngeblog, Berceloteh Sesuka Hati

Perhatian…perhatian….Untuk para blogger Indonesia, selamat hari blogger nasional 🙂

Nah, berhubung hari ini hari spesial buat kita-kita para blogger, maka hari ini saya mau cerita neh alasan kenapa saya ngeblog. Hmm…kira-kira menurut kalian kenapa ya? hehehe….Ngomongin alasan kenapa saya ngeblog, sebenarnya saya bingung juga kalau ada yang tanya. Soalnya alasan saya beberapa kali mengalami pergantian haluan sih..*halah* Tapi mari saya coba jabarkan secara singkat dan semoga mudah dimengerti oke? 😀

Saya mulai ngeblog (di blog ini ) sejak 5 tahun lalu, tepatnya tahun 2011. Postingan pertama saya bahkan di bulan Oktober. Awal mula saya ngeblog hmm…bisa dibilang saya butuh tempat curhat saudara-saudara. Tempat saya berceloteh tentang segala macam unek-unek dihati.

Ih…emangnya nggak punya teman gitu buat curhat? Kasian amat sampai harus curhat di blog. Bukannya nggak punya teman curhat, tapi terkadang ada hal-hal yang pengin saya curhatkan tapi nggak dapat tempat curhat yang pas. Dengan ngeblog saya sih berharapnya unek-unek tersampaikan tanpa harus gangguin teman.

Lalu kenapa nggak nulis di buku diary saja? Saja nggak rajin nulis di buku, apalagi tulisan tangan saya terbilang jelek hehehe…Bedanya curhat di buku diary sama di blog. Kalau di buku pendengarnya ya cuma si buku, tapi kalau di blog berasa ada para pendengar tak terlihat. Meskipun para pendengarnya itu adalah orang-orang tak dikenal yang nyasar mampir ke blog. Bahkan saya kepinginnya jadi kayak semacam ghost writer gitu deh…Biar bebas cerita tanpa orang kenal siapa sosok pelakunya. Jadinya saya pun nulis sesuka hati saja. Semau saya kapan mau nulis dan kapan sempatnya. 

Read more

Ketika Kamu Menikah

img_6144Menikah itu….satu kata berjuta makna. Yup, karena menikah itu artinya bukan hanya dua hati menjadi satu. Tak sekadar saya milikmu dan kamu milikku, ataupun bermakna segalanya hanya tentang kita berdua. Menikah itu berarti menggabungkan dua keluarga menjadi satu. Jadi menikah itu bukan 1+1=2,  tapi 1+1= banyak.

Kenapa banyak? Karena saat menikah bukan hanya tentang saya dan kamu, bukan hanya tentang kalian berdua saja, tapi juga mereka. Mereka yang menjadi keluarga barumu dan mereka yang menjadi tetangga barumu, termasuk pula teman dan kenalan baru. Ibarat kata, dunia kita semakin luas. Jadi, menikah itu bukanlah akhir, namun ia adalah awal dari sebuah perjalanan.

Read more

Review RS Bunda Semarang

Pengalaman melahirkan merupakan sesuatu yang mendebarkan terutama untuk yang pertama kalinya. Persiapan menyambut si kecil membuat orang tua khususnya si ibu menjadi excited. Salah satunya adalah memilih tempat persalinan. Apakah memilih melahirkan dengan bantuan dokter atau bidan? Apakah memilih di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA), Rumah Sakit Umum atau Rumah Bersalin? Saya yakin, tidak sedikit yang mengalami kegalauan memilih tempat persalinannya, termasuk saya hehehe….

Nah, setelah sebelumnya jauh-jauh hari saya survei tentang RS berikut biaya persalinannya, menjelang HPL saya masih saja galau. Baru di minggu terakhir akhirnya saya bisa memutuskan mau melahirkan dimana. Seperti sudah saya ceritakan di postingan sebelumnya, saya akhirnya memilih melahirkan di RS Bunda mengambil kamar kelas 3 yang paling murah.

Berhubungan kehamilan pertama saya ini normal dan tidak ada indikasi yang mengharuskan saya untuk operasi, saya sempat berniat melahirkan di dokter lain atau bahkan di bidan saja, yang murah bahkan gratis jika menggunakan BPJS. Namun atas beberapa pertimbangan saya akhirnya memilih melahirkan di dokter saya biasa kontrol.

Read more