Ikikuwi,Tempat Belanja Souvenir Khas Semarang

Diantara kalian adakah yang hobi traveling atau jalan-jalan? Nah, kalau iya pastinya dong sudah jadi hal umum kalau pulangnya bawa oleh-oleh. Mau itu berupa makanan atau bermacam cinderamata seperti kaos hingga gantungan kunci. Atau bahkan mungkin cuma sekedar foto atau cerita aja? hehehe… Ibarat kata nih ya, kalau kalian pergi liburan/traveling tanpa bawa pulang oleh-oleh …

Read more

BCA Ngobrol Bareng Blogger Semarang

dsc_2608Sekian lama off  ngumpul acara blogger, akhirnya Rabu (31/8) kemarin kesampaian juga ngumpul bareng teman-teman blogger lagi. Kali ini saya hadir di acara BCA yang bertajuk “Ngobrol Bareng Blogger” di Nestcology Cafe Jl.Tambora No.5A Semarang. Meski acara dimulai jam 18.30 WIB, namun satu jam sebelumnya saya sudah sampai di lokasi. Setelah sampai disana dan saling sapa dengan beberapa teman blogger, kami kemudian segera melakukan registrasi. Berhubung acara belum dimulai dan belum terlalu ramai, sambil menunggu saat sholat maghrib saya pun menyempatkan berfoto-foto dulu. Kebetulan di sana juga disediakan photobooth buat para blogger sekaligus bisa bawa pulang hasil print photobooth-nya. Aiih…. tahu saja nih penyelenggaranya kalau kami hobi foto hihihi…

Nggak berapa lama setelah selesai sholat maghrib, acara pun dibuka oleh duo MC yang ramai bin kocak. Setelah beramah-tamah dengan para peserta, kami lalu dipersilakan untuk menikmati hidangan makan malam yang maknyus abis. Dengan menu yang alamaaakk…..dijamin deh jadi bikin perut pengin nambah dan nambah makan lagi, apalagi bagi saya yang busui, menunya pas banget jadi booster ASI hehehe… Suasana makan pun semakin asyik karena ada iringan live music yang menemani. Tim BCA bisa dibilang total mempersiapkan acara ini, terlihat dari pilihan tempat acara yang tentu saja makanannya mendukung, sesuai bangetlah sama tema obrolannya. Selain itu juga dekorasi dan photobooth yang disediakan, ciamik pisan.

Read more

Menjelajah Singapura (Part 3-Habis)

DSC_0219Akhirnya hari yang kami tidak tunggu-tunggu pun datang juga, yaitu hari terakhir kami di Singapura. Hanya satu hari menjelajah Singapura tentu tidaklah cukup dan belum memuaskan kami. Tapi mau tidak mau hari Minggu siang kami harus pulang kembali ke Indonesia. Karena jadwal penerbangan pesawat jam 14.00, maka kami hanya punya sisa waktu sebentar. Setidaknya jam 1 siang kami harus di bandara. Hari terakhir kami putuskan untuk ke Bugis. Tujuannya tidak lain adalah berbelanja di Bugis market, salah satu tempat belanja oleh-oleh murah.

Setelah selesai sarapan bersama dan berpamitan, jam 9 kami langsung menuju ke Bugis. Sesampainya di Bugis terlihat pasar sudah ramai oleh pengunjung meskipun belum semua kios buka. Kami pun langsung berburu barang untuk dijadikan oleh-oleh. Mulai dari gantungan kunci, magnet kulkas, dan tas. Sebenarnya harga bervariasi, lebih mahal biasanya kualitas lebih bagus. Biasanya untuk pernak-pernik oleh-oleh seperti gantungan kunci, magnet kulkas, tas atau kaos mereka menjualnya selain satuan juga borongan. Seperti gantungan kunci, 24 pcs/S$ 10 atau 4 tas/ 10 dolar.  Disana juga menjual pakaian-pakaian hingga aksesoris-aksesoris. Pokoknya mirip pasar di Indonesia pada umumnya, hanya saja di sana lebih bersih.

Read more

Menjelajah Singapura (Part 1)

DSC00737

Yeay…finally we are going abroad hehehe…Yup, pertengahan April kemarin saya sama suami kesampaian juga berangkat ke Singapura. Tentang alasan kami ke Singapura, saya sudah pernah cerita di sini. Berangkat Jum’at sore dengan menempuh 2 jam penerbangan, kami tiba di Changi Airport pukul 18.45 waktu setempat. Meski sudah mau jam 7 malam, tapi di sana masih terang. Kami kemudian langsung menuju ke bagian imigrasi. Setelah itu kami naik skytrain menuju ke stasiun MRT. Tak lupa suami membeli kartu ez-link terlebih dahulu. Saya tidak perlu membeli karena sudah pinjam punya teman.

Di Singapura, alat pembayaran untuk transportasi umum kita bisa menggunakan standar tiket, kartu ez-link atau Singapore Tourist Pass (khusus turis). Kita bisa mendapatkan kartu ez-link, di ticket office sebelum pintu masuk MRT. Harga kartu ez-link S$ 12 yang berisi deposit S$ 7 dan berlaku hingga 5 tahun. Selain menggunakan ez-link kita juga bisa menggunakan Singapore Tourist Pass (STP) atau membeli standar ticket untuk sekali jalan. Memangnya apa saja perbedaan dari berbagi jenis kartu tersebut? Nanti saya akan saya buatkan postingan tersendiri.

Read more

Bikin Paspor Sulit dan Ribet?

kantor-imigrasi-semarangYeay, Finally I got my pasport *jingkrak2*. Sebenarnya saya masih kepengin nunggu atau nyari kesempatan untuk bikin e-pasport. Sayangnya untuk sementara pelayanan e-paspor baru bisa di Kanim Jakarta saja hiks… 🙁   Dan karena kakak ipar menghibahkan hadiah menang lomba ngeblog berupa tiket PP ke Singapura untuk 2 orang, maka akhirnya saya buru-buru bikin paspor deh. Sedangkan untuk suami karena sudah punya paspor, jadi dia nggak ikutan bikin (yang ternyata belakangan baru sadar kalau paspor suami sudah mau expired dan mau gak mau harus perpanjang).

Saya memilih untuk mengajukan permohonan pembuatan paspor melalui online. Lebih praktis dan simpel. Kita hanya perlu membuka situs imigrasi yang bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Tanpa perlu repot-repot datang ke kantor imigrasi hanya untuk membuat permohonan. Apalagi sekarang lebih mudah, karena sudah nggak perlu menyertakan/mengupload scan dokumen seperti dulu. Jadi kita hanya perlu mengisi biodata saja.

Read more