Jalan-jalan

Alat Pembayaran Transportasi Publik di Singapura

Sebentar lagi tahun baru neh…Bagi sebagian orang, tahun baru jadi ajang wajib buat dirayakan. Yup, jadi nggak usah heran kalau nanti akan berdatangan tawaran-tawaran dalam rangka perayaan tahun baru. Mulai dari diskon akhir tahun, hingga paket liburan kesana-kemari hehehe…Buat yang mau pergi liburan, silahkan segera direncanakan mau pergi berlibur kemana. Jangan lupa siapkan surat cuti kalau memang dibutuhkan.

Mengenai tempat tujuan berlibur, nggak cuma dalam negeri saja yang ramai  tapi juga luar negeri. Salah satu destinasi liburan keluar negeri adalah negera tetangga Singapura. Nah, ngomongin Singapura tentu nggak akan lepas dari sistem transportasi publiknya. Seperti yang kita tahu, Singapura merupakan salah satu negara maju yang memiliki transportasi publik yang nyaman. Transportasi publiknya yang terkenal adalah Mass Rapid Transit (MRT). Selain itu juga ada bus LRT dan juga taxi. So, bagi kalian yang baru pertama kali mau bepergian ke Singapura, perlu tahu nih tentang sistem transportasi publik di sana. Mulai dari trasportasi apa saja yang ada dan bagaimana cara menggunakannya. Continue reading “Alat Pembayaran Transportasi Publik di Singapura”

Jalan-jalan

Menjelajah Singapura (Part 1)

DSC00737

Yeay…finally we are going abroad hehehe…Yup, pertengahan April kemarin saya sama suami kesampaian juga berangkat ke Singapura. Tentang alasan kami ke Singapura, saya sudah pernah cerita di sini. Berangkat Jum’at sore dengan menempuh 2 jam penerbangan, kami tiba di Changi Airport pukul 18.45 waktu setempat. Meski sudah mau jam 7 malam, tapi di sana masih terang. Kami kemudian langsung menuju ke bagian imigrasi. Setelah itu kami naik skytrain menuju ke stasiun MRT. Tak lupa suami membeli kartu ez-link terlebih dahulu. Saya tidak perlu membeli karena sudah pinjam punya teman.

Di Singapura, alat pembayaran untuk transportasi umum kita bisa menggunakan standar tiket, kartu ez-link atau Singapore Tourist Pass (khusus turis). Kita bisa mendapatkan kartu ez-link, di ticket office sebelum pintu masuk MRT. Harga kartu ez-link S$ 12 yang berisi deposit S$ 7 dan berlaku hingga 5 tahun. Selain menggunakan ez-link kita juga bisa menggunakan Singapore Tourist Pass (STP) atau membeli standar ticket untuk sekali jalan. Memangnya apa saja perbedaan dari berbagi jenis kartu tersebut? Nanti saya akan saya buatkan postingan tersendiri. Continue reading “Menjelajah Singapura (Part 1)”

Jalan-jalan

Tips Tetap Asyik dalam Perjalanan.

Siapa yang hobi traveling hayo angkat tangannya?? Nah, buat yang hobi traveling atau sering bepergian pastinya (baca: seharusnya) sudah akrab dengan berbagai macam transportasi umum, mulai dari bus hingga kereta. Saya yang notabene merantau sejak kuliah mau nggak mau harus merasakan perjalanan jauh setidaknya 5 jam perjalanan jika ingin pulang mudik. Nah, diantara berbagai macam transportasi umum yang tersedia, saya paling benci yang namanya naik bus jika itu adalah perjalanan keluar kota. Saya mau naik bus hanya jika dalam keadaan sangat terpaksa dan tidak ada pilihan lain. Kenapa? Karena saya paling mudah terangsang untuk mabok perjalanan ketika menggunakan bus untuk perjalanan jauh. Terlebih jika busnya itu yang besar dan tertutup yang ber-AC. Nggak tahu kenapa, terkadang AC bus ada yang baunya nggak enak dan semakin bikin mual. Jadinya sudah bisa dipastikan, setiap kali saya mau pergi jauh naik bus, saya pasti siap sedia antimo, biar bawaannya ngantuk dan tertidur (meski tetap aja mabok kalau lagi kebangun). Anehnya, saya malah lebih bisa bertahan jika berada dalam Continue reading “Tips Tetap Asyik dalam Perjalanan.”

Event

Ngabuburit di TPA Jatibarang

Bulan Ramadhan kali ini, saya punya kegiatan baru. Saya ikutan jadi relawan Rumah Zakat. Setiap sorenya Rumah Zakat punya program penyaluran buka bersama untuk anak yatim dan kaum dhuafa dengan tempat / lokasi yang berbeda setiap harinya. Nah, kebetulan hari Senin kemarin lokasi yang harus kami datangi adalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang di Gunungpati.

Karena lokasi yang jauh, maka jadwal berkumpul yang biasanya jam 3 sore diajukan 30 menit awal. Tapi emang dasar Indonesia, karena yang dipakai jam karet maka jam 15.30 lebih kami baru berangkat. Saya berdua dengan teman saya menuju TPA menggunakan angkot yang kami sewa untuk membawa paket makanan. Sedangkan yang lain menggunakan motor. Continue reading “Ngabuburit di TPA Jatibarang”

Tak Terdefinisi

Janjiku

Di bulan Puasa kayak gini, hal apa yang paling teman-teman sukai untuk dilakukan? Kalau buat saya,  hal yang paling saya sukai saat bulan Ramadhan adalah ketika bisa berkumpul berbuka puasa bersama teman-teman. Kenapa? ya senang aja gitu, kan bisa ngumpul bareng. Masa sih? Hmm…sebenarnya nggak hanya itu saja. Bisa berkumpul bareng teman so pasti menyenangkan. Tapi buat saya yang kehidupannya masih ababil ini, buka puasa bersama teman-teman bisa menjadi momen spesial.

Why? Continue reading “Janjiku”

Celoteh

Kosku Istanaku

Aiihh…sudah lama nggak ngasih makan sama rumah ini. Kemarin mampir sebentar cuma buat ngasih cemilan doang *bersihin sarang laba-laba di pojokan dan mulai nyapu*. Entah kenapa beberapa bulan terakhir saya lagi malas dan nggak mood buat nulis. Lagi banyak kerjaan yang harus dikerjakan *sok sibuk pdahal juga entah apa yang dikerjakan >.<“*.  Hmmm….sebenarnya bukan sok sibuk tapi karena saya ini termasuk orang yang gampang-gampang susah buat mengumpulkan mood nulis. Mood saya nggak mau datang di sembarang tempat *ceileh*.  Dan buat saya, tempat paling nyaman nulis ya di kos. Di kamar saya yang sempit yang ukurannya cuma 2,2 x 2,2 meter *busyet, sempit amat yak? * Biar sempit gitu, kamar saya adalah tempat ternyaman. Kamar kos saya adalah istana saya. Dunia di mana sayalah yang menjadi penguasa.  Di kamar itu pula ide-ide saya lebih sering muncul. Apalagi kalau jaringan internet yang berasal dari modem zadul saya mengalir lancar, wah…buat saya itu adalah surga dunia terkecil.  Lebay ya? hehehe….biarin aja ya…ini kan rumah saya, bebas dong mau ngapain aja hihihii 😛

Nah, ngomongin soal tempat tinggal, kos saya merupakan rumah ke-2 bagi saya. Sebagaimana layaknya fungsi rumah, kos saya merupakan tempat saya kembali setelah berjibaku dengan segala rutinitas  saya di luar.  Tempat saya melepas lelah dan letih serta segala kepenatan.  Mungkin kos saya bukanlah rumah atau tempat yang paling bagus ataupun mewah. Namun buat saya kos saya adalah rumah ternyaman setelah rumah orang tua saya tentunya.

Terletak di lantai 2, bagian yang paling saya suka dari kamar saya adalah jendela kamar saya. Yup, soalnya kamar saya merupakan salah satu kamar paling strategis (versi saya). Alasannya??? Karena kamar saya punya jendela yang menghadap keluar, sehingga saya bisa memandang hujan dari tempat tidur saya yang berada di samping jendela. Buat saya, itu adalah anugrah tersendiri. 

Alasan lainnya kenapa saya nyaman dengan kos saya sekarang Continue reading “Kosku Istanaku”