Sembutopia dan Indonesia 2020: Sebuah Mimpi tentang Takdir Kejayaan Indonesia

Sembutopia dan Indonesia 2020

Sembutopia, mungkin di antara kamu ada yang masih asing dan baru pertama kali mendengar kata tersebut. Saya juga baru tahu belum lama ini kok, tepatnya hari Senin (5/6/2017) lalu. Jadi ceritanya, saya bersama teman-teman blogger Semarang berkesempatan hadir di acara Sembutopia yang bertajuk World No Tobacco Day. Diadakan di Aston Semarang Hotel & Convention Center, ini merupakan acara Sembutopia yang pertama kali di Semarang.

Sebagai pembicara adalah Kafi Kurnia, founder Sembutopia. Perlu kamu tahu, dia ini adalah motivator dan pakar di bidang marketing dan bisnis. Sudah menulis beberapa buku, dia juga merupakan Managing Director Peka Consultan yang konsen pada masalah kesehatan. Wah, keren ya.

Eh, tapi ngomong-ngomong, Sembutopia itu apa sih? Nah, sebelum cerita lebih lanjut, saya bakalan jelasin dulu nih sekilas tentang Sembutopia. Penasaran? Yuk, langsung saja simak penjelasannya di bawah ini:

Read more

Meja Kerjamu Berantakan, Wajarkah?

mess office desk

Apakah meja kerjamu selalu diwarnai dengan beragam alat tulis yang berserakan di sudut meja, kertas-kertas yang harus di periksa ulang dan di revisi terpencar, hingga posisi papan layar komputer dan keyboard yang nggak berhadapan? Jika iya, persiapkan hati dan mentalmu kalau ada yang bilang kamu pemalas ya. Kenapa? Pasalnya, keadaan tersebut sering kali membuat kesan bahwa kamu sebagai pengguna meja kerja tersebut adalah orang yang malas untuk bekerja. Sebaliknya, kerapihan meja kerja sering kali dikaitkan dengan keteraturan yang terkontrol.

Eits, tapi tahukah kamu, ternyata dibalik sebuah meja kerja yang berantakan, terdapat beberapa fakta menarik yang juga dapat menggambarkan bagaimana sosok si pengguna meja sesungguhnya. Bahkan bisa jadi keadaan meja yang berantakan menandakan bahwa penggunanya adalah sosok yang jenius dan kreatif, lo. Penasaran? Yuk langsung simak saja fakta-fakta menarik tentang meja kerja yang berantakan di bawah ini:

Read more

Empat Alasan Kenapa Foto atau Gambar Penting dalam Tulisan

poster-mockup-2853854_1920

Bagi seorang blogger seperti saya, menulis artikel di blog tanpa adanya foto atau gambar itu ibarat makanan hambar. Kenapa? Pasalnya foto atau gambar dalam tulisan akan merepresentasikan tulisan yang dibuat. Bahkan ada yang mengatakan, sebuah foto bisa menggambarkan ribuan kata. Ya, foto atau gambar pada akhirnya menjadi sarana komunikasi visual. Selain itu, layaknya kemasan suatu produk, foto atau gambar membuat tampilan tulisan artikel blog jadi lebih menarik dan enak dipandang. Bikin orang yang membacanya nggak bosan, terlepas dari kualitas tulisan tersebut.

Nah, berikut ini adalah beberapa alasan, kenapa foto atau gambar itu sangat penting dalam sebuah artikel:

Read more

Hello May and Welcome To My 30th

Hello May and Happy Birthday To Me…

cake 30

Yeay, Finally… Saya akhirnya memasuki umur kepala 3.  Yes, it’s big three O. Tepatnya di hari pendidikan nasional kemarin, saya berusia 30 tahun. Should I be happy? Well, actually some part of me feel exciting and the another is not. Jujur saja, ini bukanlah fase usia yang mudah. Why? Kepala 3 gitu, lo. Itu artinya saya sudah menua. Saya bukan lagi anak muda, melainkan sudah menjadi orang dewasa dan orang tua.

Dewasa? Ah…saya sendiri nggak tahu pasti, apakah saya memang sudah layak dan pantas untuk disebut sebagai orang dewasa. Karena kedewasaan itu bukan ditentukan dari umur. Jadi, saya sendiri nggak bisa menjamin bahwa saya adalah orang yang sudah bisa dewasa. Saya masih merasa bahwa saya ini masih sering bersikap childish. Padahal saya sendiri sudah punya anak kecil, bahkan mau dua pula.

Read more

KEB Intimate: Talk About Smartphone Food Photography With Pesonna Hotel Semarang

IMG_20180505_104141

Sudah sejak saya ingin sekali belajar food photography. Penasaran banget gitu, gimana sih cara bikin foto makanan yang kece dan cetar kayak di sosmed. Sampai akhirnya, minggu kemarin keinginan saya tersebut terpenuhi juga. Ya, jadi ceritanya beberapa minggu sebelumnya dapat kabar kalau KEB bakal ngadain acara di Semarang. Tentunya saya antuasias dong pengin ikutan, apalagi setelah tahu kalau temanya tentang food photography. Makin girang dan semangat deh buat ikutan. Saat tahu tanggal dan waktunya, saya pun langsung membooking si ayah buat jagaain si kecil dan alhamdulilah dia etuju, hehehe…

Tanggal 5 Mei sebagai hari acara pun tiba. Bertempat di Pesonna Hotel Semarang, acara KEB kali ini bertajuk KEB intimate: Talk About Food Photography. Oya, perlu kamu tahu, KEB intimate ini sudah dilaksanakan di beberapa kota dan kali ini giliran Semarang. Untuk para pesertanya, event KEB kali ini juga menggandeng komunitas lain yaitu Kompakers (pegiat Instagram) dan Ibu profesional.

Sedangkan sebagai pembicara adalah Hinu Indra Wardhana. Saya pun bertambah senang saat mengikuti materi, karena pembahasan food photography-nya lebih ke smartphone. Secara gitu, saya lebih sering pakai smartphone untuk memotret segala macam. Lagian saya juga belum punya kamera DSLR/SLR/mirorrless. Jadi tentu saja ilmu yang disampaikan bakal berguna banget nih buat saya. Penasaran seperti apa materinya?

Read more