Celoteh

6 Alasan Nonton Drama Korea

Siapa diantara kalian yang suka nonton drama Korea? Hmmm….kalau ditanya kayak gitu, saya bakalan jadi salah satu yang angkat tangan hihihi… Semenjak demam Korea melanda Indonesia, nggak cuma industri musik atau K-pop aja yang punya banyak penggemar, tapi juga K-drama. Tapi kira-kira pada tahu nggak sih, kenapa banyak orang yang suka dengan K-drama? Mungkin setiap pecinta K-drama punya alasanya masing-masing yang berbeda. Saya sendiri juga punya beberapa alasan kenapa saya suka dengan K-Drama. Tapi sepertinya dari berbagai banyak alasan, berikut ini ada 6 alasan kenapa K-Drama disukai banyak orang. Nggak hanya di Indonesia, tapi juga di hampir seluruh negara Asia, bahkan hingga dunia. Continue reading “6 Alasan Nonton Drama Korea”

Celoteh · Video

Happy Holiday Indonesia

Pernah dengar “Gangnam Style”? Buat yang punya akun twitter (aktif)  so pastilah dah pernah dengar, coz “Gangnam Style” (pernah) masuk jadi trending topic.  Gara-gara Psy,  Gangnam Style yang berasal dari Korea Selatan ini emang lagi bikin heboh dunia. Nggak cuma di Asia aja, tapi benar-benar mendunia. Jadi kamu mau ngomongin tentang Gangnam Style? Eits, bukan…bukan…saya bukannya mau ngomongin  soal Gangnam Style maupun tentang si Psy, karena sudah banyak yang ngebahas. Meskipun saya yakin pasti masih banyak juga yang bingung dan bertanya-tanya, ” Gangnam Style itu apaan sih?”. Nah, buat yang belum paham dan masih bertanya-tanya, coba baca infonya di sini udah lengkap tuh.

Back to topic, jadi kamu mau ngebahas apaan sih Le?

Nah, di sini saya  malah mau ngomongin tentang Happy Holiday Indonesia. Loh kok? Iya, saya mau ngomongin Happy Holiday Indonesia. Hubungannya sama Gangnam Style apaan tuh? ya iyalah pastinya ada hubungannya, soalnya team Happy Holiday Indonesia ini sempat  bikin illegal flasmob Gangnam Style di bundaran HI Jakarta.  Buat yang belum nonton, ini nih videonya

Masih bingung dan nggak tahu juga, apa dan siapa itu Happy Holiday Indonesia? Nah, lagi-lagi ini masih berhubungan juga sama Korea Selatan. Buat yang doyan nonton reality show dari negeri gingseng, pasti tahu atau setidaknya pernah dengar dong tayangan “Running Man” atau “JackAss” dari AS?  Yup, Happy Holiday Indonesia ini ceritanya terinspirasi dari kedua acara tersebut. Jadi begini *halah* team dari Happy Holiday Indonesia ini terdiri dari 5 anak muda yang mengisi waktu liburan dengan hal-hal di luar nalar, yang dengan kata lain GILA. Itu kata mereka loh….Kalau nggak percaya baca ini. 😛

5 personilnya adalah sebagai berikut:

  • Edho Zell Pratama- yang katanya seorang MC dan Presenter yang sudah menggeliat di dunia entertainment cukup lama. *personil tergokil*
  • Muhamad Reza Oktovian- yang katanya seorang MC dan anak warnet kelas Veteran.
  • Zachry Lee-yang katanya seorang broker apartemen.
  • Indra Subrata-yang katanya juga seorang broker apartemen, dan yang terakhir adalah
  • Victor Kunaefi-yang katanya seorang DJ.

Nah, mereka berlima ini sampai sekarang sudah berhasil menelorkan *ayam kaliii bertelor*  5 video yang setidaknya sudah saya tonton. Dan video flashmob Gangnam Style mereka merupakan video ke-5 yang mereka unggah ke Youtube. Dalam video-video mereka ini nggak ada batasan, baik dalam soal bahasa dan ucapan. Alias bebas berkreasi dan berekspresi. Maka dari itu, harap maklum kalau ada “binatang ” yang kalian miliki juga muncul dari video tersebut. Dan apa yang kalian lihat dalam video itu pun asli dan original.  Kalau kata mereka sih “No Script, No Stuntman. We Are What You See”.

Terlepas dari beberapa hal yang menurut saya pribadi kurang sukai, but over all video-video mereka buat saya rasa emang lucu dan berhasil bikin saya ketawa ngakak. Nggak kalah lah sama JackAss dari AS atau Running Man dari Korea. Nonton video Happy Holiday Indonesia jadi hiburan tersendiri, setidaknya bisa ngilangin stress ataupun kejenuhan saya di sela-sela rutinitas harian yang itu-itu saja. Jadi nggak sabar pengin nonton video selanjutnya. Penasaran, kegilaan seperti apalagi yang bakal mereka lakukan hehehe… :))

Selain video ke-5 mereka yang tadi dah nampang duluan, 4 video lain mereka bisa kalian tonton di bawah ini

So, gimana menurut kalian?

Tak Terdefinisi

Don’t Watch This

Nggak sengaja tadi akhirnya nemu video ini dan setelah bertahun-tahun akhirnya tahu juga ni judul video clip.  Pertama kali lihat pas zaman masih lugu dan imut-imut (tapi sekarang masih imut-imut juga kok :P) sekitar 6 tahun lalu. Setiap kali liat ni video bikin saya sedih dan nggak jarang bikin saya mewek. Konon katanya, video ini saking populernya sampai dibikin dalam berbagai versi bahasa, mulai dari Inggris, Mandarin, Prancis bahkan sampai Tagalog. Meskipun padahal sebenarnya lirik dari lagunya berbeda dengan makna dari video clip-nya. Kalau nggak percaya ni video clip bisa bikin trenyuh hati sampeyan, silahkan tonton sendiri deh.

So, what do you think of this video clip after you watched it? Isn’t it so sad and make you want to cry?

Oh ya, di akhir video ini, kamu bakalan mendengar suara cowok. Dari info yang saya dapat, katanya itu nggak jadi bagian dari lagu ini. Tapi sebenarnya adalah kata cinta dari Shin Hyun Joon untuk Goo Hye Jin.  Kata-katanya kalau di Inggriskan artinya:

 “There is someone I love… Although I can’t be with her now… I’m still in love with her…” .

NB: Info lebih lengkap tentang video clip ini bisa kalian dapatkan http://kissinfo.net/kissen.php. Mulai dari aktor-aktrisnya, band Kiss yang jadi penyanyinya, bahkan hingga lagu versi remake-nya.

Celoteh

Korea VS Indonesia

Setelah budaya pop Jepang yang populer dengan Dorama, J-pop, manga, dan huruf kanji. Kini orang–orang mulai melirik negara tetangganya dengan K-drama, K-pop, dan huruf hangul (bahasa Korea). Masih ingat nggak sama serial Meteor Garden? Serial dari Taiwan yang pada tahun 2000-an sempat menjadi demam dan digandrungi segala umur. Dibuat dalam versi Korea, Boys Before Flower yang tayang tahun 2009 lalu pun nggak kalah booming hingga membuat para pemerannya digilai remaja.

Sebelum BBF, juga ada drama korea  Full House, Winter Sonata atau Endless Love yang sudah lebih dulu booming yang semuanya bertema cinta. Di film bertema sejarah kolosal macam Janggeum Jewel in The Palace, Hwang Ji Ni, atau The Great Korean Queen San Deuk juga nggak kalah menarik dan semakin menambah minat mempelajari kebudayaan Korea. Lalu tahun 2010 lalu juga K-Drama seperti Your Beautiful atau Personal taste yang bertema cinta, juga kembali berhasil membuat penggemar film Korea semakin bertambah. Tahun 2011 kemarin pun, Korea terlihat semakin digemari, beberapa K-Drama yang cukup populer seperti City Hunter, Secret Garden, My Girl Friend is Gumiho dan nggak ketinggalan juga drama musikal Dream High semakin melambungkan mama-nama seperti Rain, Lee Minho, Kim Hyun Jong atau Song Hae Gyo hingga Ha Jiwon. Nama-nama merekapun kini menjadi nama yang tak asing lagi.

Eits, nggak hanya para aktor dan aktris Korea saja lho, beralih ngomongin soal musik K-Pop, nama  Super Junior, SHINee, Big Bang, Wondergirls atau SNSD juga bukanlah hal yang baru. Video klip lagu-lagu mereka pun semakin sering nongol di acara televisi. Bahkan sewaktu Super Junior datang ke Indonesia mengadakan Super Show 4, antusias para ELF (sebutan untuk fans SuJu) sangatlah besar. Gimana nggak, dari jadwal dua hari manggung mereka menambah jadwal menjadi tiga hari (baru pertama kali terjadi loh SuJu konser 3 hari berturut-turut). Penjualan tiket pun langsung habis dalam hitungan menit. See? Bisa dibayangin kan seberapa kuatnya demam Hallyu melanda Indonesia. Juga nggak usah heran pula kalau saat ini tempat-tempat kursus bahasa Korea sudah mulai bertebaran, yang dulunya didominasi Jepang dan Mandarin. Menu-menu masakan Korea pun mulai dicari, begitu juga Hanbok, pakaian tradisional Korea.

Apa pasal?

Yap, nggak lain dan nggak bukan semua ini akibat efek Hallyu (istilah fenomena demam Korea). Dan yang menjadi ‘’korban’’ efek Hallyu salah satunya adalah diriku hehehe… :p. Semua ini berawal dari salah satu mbak kostku yang hobi banget nonton Korea. Dan gara-gara sering nonton variety show Korea, akhirnya kena deh demam Korea. Hebatnya lagi, gara-gara 1 orang mbak kosku itu, kami semua satu kosan yang berjumlah total 13 orang pun terkena dampaknya. Kami semua ikutan jadi korban Hallyu.

Mungkin ada yang bertanya, apa asyiknya sih nonton Korea gitu? Ya, aku bilang itu selera sih. Kalau aku sendiri suka Korea karena acara reality show televisinya memang lucu-lucu, coba deh kalian nonton acara seperti Star King, Family Outing, Hello Baby atau We Got Married (ini favoritku), dijamin 99% bakal bikin kalian ketawa. Selain itu artis-artisnya kebanyakan nggak jaim, Lee Hyo Rin sang diva Korea nggak malu loh di ambil gambarnya saat bangun tidur tanpa make up. Coba deh artis Indonesia? Kemungkinannya kecil, kalaupun ada yang berani, pasti hanya segelintir artis saja. Dan di negeri ginseng sana, persaingannya sangat ketat banget pake nget nget nget. Iya, beneran loh…Kalau ada artis yang ketahuan pake Narkoba atau berbuat kriminal, dijamin karirnya bakalan hancur dan butuh keajaiban buat dia untuk bisa terima kembali di dunia hiburan. That’s so different in Indonesia, right?

Selain artis-artisnya cakep-cakep dan cantik-cantik (yang kuakui juga sebagian karena operasi plastik), alasan lainnya aku suka sama Korea juga karena cerita filmnya lebih fresh dan variatif jadi nggak ngebosenin. Nilai moralnya lebih dapat dan gampang ditangkap. Kalau untuk lagu-lagunya juga enak buat di dengarin, meskipun nggak ngerti sama bahasanya. Mungkin ini kali yach yang dinamakan musik itu bahasa universal. Dan selama ngerjain skripsi kemarin bisa dibilang hampir 90% lagu yang menemaniku adalah lagu-lagu K-pop. Nggak tahu kenapa, tapi lagu mereka bisa bikin aku semangat dan mengurangi stress akibat skripsi. Hardisk si Dellfan pun mayoritas berisi lagu-lagu Korea hehehe….

Tapi….meskipun suka banget sama yang namanya Korea, aku nggak termasuk yang maniak banget. Dalam arti, iya memang ngefans sama artis-artisnya, tapi bukan berarti  jadi fanatik. Masa mau mengesampingkan skripsi dan kuliah hanya demi bisa les bahasa Hangul. Atau bela-belain nguras tabungan cuma buat datang konser Super Show, padahal buat bayar kosan aja masih belum lunas. Atau sekadar bela-belain pergi ke Korea cuma buat ketemu sama artis pujaan yang kalian tahu sendiri harga tiket pesawatnya bisa buat jatah makan setahun  kali yach (lebay). Alhamdulilah meskipun jadi Korean-holic tapi masih dalam taraf wajar. Logikaku masih berjalan lebih normal dibandingkan sejumlah Korean-holic lainnya.

Dan….satu lagi, segimana cintanya sama budaya Korea bukan berarti sudah nggak cinta sama budaya sendiri, budaya Indonesia. So, please banget ya…jangan langsung buru-buru mengatakan kalau ada orang yang ngefans sama budaya negara lain terus langsung menjudge they don’t love their own culture. It doesn’t mean like that. Emangnya salah ya kalau ternyata kuping kita lebih seneng dengerin lagu Korea/Jepang/Cina/Inggris dibandingkan dengerin lagu dangdut/campursari? Salahkah kalau ternyata lidah kita lebih cocok makan masakan dari negeri paman Sam daripada makan nasi pecel lele? Aku pikir ini hanya masalah selera saja, yang tiap orang punya selera masing-masing yang berbeda.  Jadi, kalau ada yang lebih seneng nonton K-Drama dibandingkan sama sinetron-sinetron yang nggak jelas itu, wajar saja kan?

Cinta budaya sendiri bukan berarti lantas menutup rapat mata dan telinga terhadap budaya masyarakat lain. Justru dengan mengetahui budaya negara lain, akan semakin menambah kecintaan terhadap budaya sendiri. Kenapa? Karena membuat kita semakin sadar bahwa budaya kita punya keunikan tersendiri dan nggak kalah ok. Nah, kalau sudah gitu, bukankah kita bakal menjadi lebih cinta budaya sendiri? Kalau sudah cinta, kita pun otomatis akan berusaha tetap menjaganya kan? Intinya sebenarnya adalah bagaimana kita bisa pintar untuk memilah dan memilih sisi positif dari sebuah kebudayaan tertentu. Nggak mau juga kan kita melestarikan budaya korupsi di negeri kita ini? Betul begitu????