Celoteh

Lapas Itu Menakutkan?

DSC00221Apa yang ada dalam benak kalian ketika mendengar kata lapas? Menyeramkan?Menakutkan?Mungkin bagi sebagian orang berpikiran seperti itu, bahwa lapas itu adalah tempat yang tidak bersahabat. Penuh dengan kekerasan seperti yang digambarkan dalam film-film atau media. Saya juga awalnya berpikiran sama. Tapi itu dulu…dulu sebelum saya menginjakkan kaki sendiri dan melihat dengan mata kepala saya sendiri ke lapas.

Yap, dan beberapa waktu lalu, saya akhirnya menginjakkan kaki ke lapas untuk pertama kalinya. Tepatnya ke lapas wanita kela IIA Semarang. Begitu memasuki lapas, seketika semua bayangan saya tersebut langsung menghilang. Karena faktanya, keadaan di lapas wanita Semarang terlihat jauh berbeda dari imajinasi saya. Oh ya, alasan saya ke lapas karena ada pelatihan Pertolongan Pertama di sana yang diadakan oleh Rumah Zakat bekerjasama dengan Safety Code (perusahaan pelatihan keselamatan) dari Jakarta. Continue reading “Lapas Itu Menakutkan?”

Celoteh

Terkecuali Kamu

Habis baca tulisan curhat seorang teman dari lapak sebelah. Yang menarik bagi saya, disitu dia menuliskan perkataan temannya. Temannya teman saya itu bilang :

 “Sadar atau tidak semakin bertambah usia, teman-teman yang dulunya banyak ada di sekeliling kita, saat ini mulai berkurang, tinggallah teman yang memang benar teman ada di samping kita, karena semua sudah memiliki kepentingannya tersendiri, maka semakin memecah belah berdasarkan kepentingannya masing-masing”.

Seperti halnya teman saya itu, saya pun juga sepakat atas apa yang di katakan temannya teman saya itu, karena saya juga menyadarinya akhir-akhir ini. Entah kenapa, beberapa hari terakhir ini saya sedang merasa jenuh dan bosan saja. Saya merasa kehidupan saya terasa monoton. Setiap hari saya hanya berkutat dengan aktifitas yang itu-itu saja. Dimulai dari bangun tidur, lalu berurusan dengan segala hal tentang tetek bengek kehidupan kos. Menjelang siang mandi, lalu habis solat duhur langsung berangkat ke studio dan malam baru pulang. Sampai di kosan capek dan langsung tidur. Itu semuanya terjadi mulai dari Senin-Sabtu. Minggu? Saya lebih sering bermalas-malasan di kos saja, nonton TV, internetan atau tidur.

Setiap harinya, saya selalu bertemu dengan orang-orang yang sama. Dengan rekan-rekan di studio yang hanya itu-itu saja dan beberapa teman kosan. Kok beberapa? Iya, karena meskipun ada 13 orang penghuni kosan, saya belum tentu bisa ketemu mereka semua setiap hari. Anggap saja alasannya karena Continue reading “Terkecuali Kamu”