
Minggu lalu, saya baru saja pulang mudik ke desa. Buat yang belum tahu, saya ini berasal dari Purwokerto. Well, sebenarnya nggak di kotanya sih, soalnya hanya kecamatannya saja yang berbatasannya. Jadi, lebih tepatnya Purwokerto coret hahaha… Soalnya kalau saya bilang kecamatan tempat saya berasal, apalagi desanya, dijamin nanti 99% banyak yang nggak tahu. Kalau saya bilangnya dari Kabupaten Banyumas, lebih bingung lagi ntar. Karena Kabupaten Banyumas itu luas euy. Yang ada saya nanti dikira dari Kecamatan Banyumas, yang jaraknya sungguh nggak dekat dari desa saya. Dari ujung ke ujung gitu, lo. Jadi sepakat ya sebut saja saya berasa dari Purwokerto #maksa :p
Nah, balik lagi ke topik awal. Saat pulang mudik kemarin, saya baru tahu kalau di desa saya ada tempat yang namanya Kampung Sidat. Apa itu?
Sebagai seorang ibu, apalagi full time mom, tentunya ada saat-saat dimana saya mengalami kejenuhan. Bosan dengan rutinitas harian yang begitu-begitu saja. Terlebih di saat seperti sekarang, dengan kondisi hamil muda dan emosi labil. Saya harus menghadapi Kenzie dengan segala tingkah polahnya yang membuat saya harus benar-benar punya stok sabar tingkat dewa. Kerewelan-kerewelan anak lanang yang seperti cemburu sama calon adiknya seakan-akan makin menjadi. Karena itulah saya benar-benar butuh liburan. Sepertinya jalan-jalan berlibur ke destinasi pilihan bakal lebih meringankan beban stres ibu-ibu macam saya ini. Ya, membayangkan saya bisa berlibur ke destinasi impian pastinya bakalan menyenangkan sekali. Well, sayangnya sampai saat ini hal tersebut belum kesampaian hiks…Apalah daya, kondisi dan situasi kami belum memungkinkan huhuhu….
Semenjak lebaran kemarin, saya belum sempat pulang mudik ke Purwokerto lagi. Sebenarnya sudah pengin mudik dari kemarin-kemarin, tapi apalah daya saya dan suami masih punya kesibukan yang nggak bisa ditinggal. Biasanya kalau mudik ke Purwokerto saya lebih memilih naik kereta api, dibandingkan naik mobil atau bis. Soalnya lebih nyaman naik kereta api, apalagi kalau bawa anak. Kereta api juga sudah menjadi favorit saya semenjak dahulu. Pas zaman sebelum ada kereta Semarang-Purwokerto, saya biasanya naik travel. Pernah sih naik bis satu kali, tapi habis itu kapok karena saya mabuk perjalanan dan efeknya hingga berhari-hari. Berbanding terbalik dengan kereta api yang menjadi alat transportasi favorit, bis menjadi alat transportasi yang paling saya hindari.