Beberapa hari yang lalu, umurku bertambah satu tahun. Tepatnya tanggal 2 Mei kemarin, umurku berubah jadi 24 tahun. Ternyata aku bisa juga merasakan umurku diangka 24, alhamdulillah…. Yup, itu artinya aku sudah bertambah tua (dengan tampang masih muda hehehe… :D). Bertambahnya umur buatku itu berarti jatah hidupku di dunia ini berkurang lagi. Iya, berkurang loh! Bukannya bertambah, sedihkan??? Jadi kalau ada yang tanya apakah aku sedih dengan umurku yang bertambah, dengan yakin I will answer ‘’Yes, I am sad”. Kenapa? Karena
di umurku yang berangka 24 tahun ini, aku masih merasa belum menjadi ‘’sesuatu’’. Iya, sesuatu (tapi bukan sesuatu-nya Syahrini loh ya!hehe). Aku merasa belum menjadi seseorang yang bisa dibanggakan oleh orang-orang di sekitarku, terutama oleh orang tuaku. Aku merasa belum bisa melakukan pencapaian yang berarti di umurku yang hampir ¼ abad ini. Terutama aku merasa belum bisa menjadi hamba-Nya seperti yang diinginkan-Nya. Aku belum bisa menjadi hamba-Nya yang beriman dan bertakwa sebagaimana semestinya. Padahal jatah hidupku kini sudah berkurang satu tahun, yang entah dari jatah berapa tahun lagi yang masih tersisa. Bukankah itu berarti kesempatanku untuk memperbaiki diri juga sudah berkurang pula?
Celoteh
Cerita Tentang Kita
Together Time with Friends on Sunday
Hari Minggu biasanya menjadi hari ‘me time’, so kita pun bebas melakukan apa saja termasuk buat bangun lebih siang daripada biasanya *terlebih buat diriku yang masing single alias belum menikah* hihihi…Dan hari Minggu kemarin, diriku memang berencana untuk bangun lebih siang dari biasanya sebelum ponselku berbunyi dengan nyaringnya pagi itu. Yap, pagi itu aku mendapat telpon dari temanku yang mengabari kalau dirinya sedang di Semarang. So, aku pun bergegas lekas mandi pagi dan bersiap-siap untuk menemuinya. Rencana ‘me time-ku’ pun akhirnya berubah total, bukan lagi ‘me time’ tapi ‘together time’.
Singkat cerita, nggak berapa lama kemudian mereka (tiga orang temanku) menjemputku di kos. Tujuan pertama kami hari itu adalah mencari sarapan. Iya, soalnya kami semua belum sarapan, terutama dua orang temanku yang berangkat ke Semarang dari Jogja jam 04.00 pagi. Kami berempat akhirnya sarapan soto di daerah belakang kantor Gubernuran. Selesai makan dan melihat semakin ramainya pengunjung, akhirnya kami pun harus sadar diri alias segera bayar dan pergi. Tujuan selanjutnya adalah Peacock Coffee. Terletak di Jalan S. Parman tak jauh dari RS Willam Booth, Café yang buka 24 jam ini terbilang asyik buat nongkrong sama teman-teman, apalagi dengan fasilitas free wifi yang bikin pengunjung semakin betah berlama-lama. Kamipun akhirnya mulai bercerita ngalor-ngidul (lebih tepatnya nggosip hehehe) sambil menunggu kedatangan salah satu teman kami yang dalam perjalanan dari Solo. Menikmati hot Cinnamon Latte di pagi hari sambil bercengkrama dengan teman-teman, hmmm..Isn’t it so nice?
Tambah Teman dan Langsing. Mau?
Skripsi itu mengakrabkan loh! Bikin kamu jadi nambah banyak teman lebih dari yang kamu duga. Skripsi juga bikin kamu langsing. Masa sih? Hu um, iya, beneran deh. Masih nggak percaya? Percaya deh sama aku, karena aku sudah membuktikannya. Suer? Suer deh!
Skripsi itu bakal bikin kamu punya lebih akrab dan punya lebih banyak teman. Dari yang senior sampai junior, dari yang dulunya hanya sekadar tahu dan tak mau tahu dengan skripsi kamu bakalan jadi mau tahu dan lebih tahu. Kenapa? Karena ketika kamu sedang dalam proses skripsi, insting kamu akan terlatih untuk mencari teman berbagi. Iya, teman berbagi informasi tentang dosen yang jadi pembimbingmu.
Abadi
“Bahkan mautpun tak akan bisa memisahkan kita sayangku” katamu. Aku pun tersenyum ketika kau meminum air campuran abuku. #nouvelles