Tak Terdefinisi

Janjiku

Di bulan Puasa kayak gini, hal apa yang paling teman-teman sukai untuk dilakukan? Kalau buat saya,  hal yang paling saya sukai saat bulan Ramadhan adalah ketika bisa berkumpul berbuka puasa bersama teman-teman. Kenapa? ya senang aja gitu, kan bisa ngumpul bareng. Masa sih? Hmm…sebenarnya nggak hanya itu saja. Bisa berkumpul bareng teman so pasti menyenangkan. Tapi buat saya yang kehidupannya masih ababil ini, buka puasa bersama teman-teman bisa menjadi momen spesial.

Why?

Nggak sekadar ada teman makan saat berbuka, nggak cuma sekadar bisa temu kangen saja, tapi juga akan ada cerita-cerita yang mengalir.  Seperti beberapa waktu lalu saat saya berbuka puasa bersama teman-teman saya. Sebenarnya itu adalah undangan buka bersama di rumah teman saya yang sekaligus acara syukuran rumah baru dan 7 bulan kehamilannya.

nasi pindang yang enak 😀

H-1 saya sudah konfirm kepada teman saya tersebut, insyaallah saya bisa datang. Namun  ternyata pas hari H menjelang sore cuaca yang tadinya cukup cerah malah berubah mendung. Hujan pun turun dengan derasnya. Undangan jam 5 sore, padahal rumahnya di daerah Banyumanik, sedangkan saya di Mugas. Jam 16.30 masih hujan deras disertai angin, membuat saya berpikir ulang untuk datang ke rumahnya. Saat itu, saya bahkan belum mandi sore. Singkat cerita, saya pun akhirnya tetap berangkat meskipun telat. Eits…tapi saya sudah mandi loh sebelum berangkat. Untuk sampai di TKP ternyata penuh perjuangan. Gimana enggak, jalanan macet dengan kondisi masih hujan gerimis, selain itu saya juga sempat nyasar mencari alamat rumahnya. Tapi alhamdulilah, akhirnya pas maghrib sampai juga di rumah teman saya. Meskipun sudah telat, tapi lebih baik daripada nggak sama sekali kan?hehehe…

Alhamdulilah, ternyata keputusan saya untuk tetap datang meski harus menerjang badai *halah* tidak sia-sia.  Semuanya seakan tak terbandingkan ketika saya bisa bertemu dengan teman-teman lama. Bertemu dan berkumpul dengan mereka yang kini sudah punya kesibukan masing-masing seakan menjadi barang langka. Pada akhirnya, obrolan-obrolan pun mengalir, saling bertukar cerita satu sama lain. Tak hanya saling bertanya dan berbagi kabar, tapi juga berbagi ilmu. Really? Yup, dari cerita-cerita yang terlontar kami bisa saling berbagi cerita kehidupan, mulai dari cerita tentang suka duka si A mengelola bisnisnya, cerita tentang keuletan dan kekuatan do’a si B hingga cerita rasa syukur keberuntungan ci C yang  akan ke Eropa dengan biaya gratis.

Buat saya pribadi, cerita-cerita tersebut adalah hal yang tak ternilai harganya. Cerita-cerita kehidupan yang tak sebanding dengan pengorbanan saya melewati hujan untuk bertemu mereka. Yah…mungkin hujan deras yang datang adalah ujian dari Tuhan terhadap janji saya. Jadi, memegang janji ternyata memang tidak mudah sodara-sodara. Coba kalau saya tidak memenuhi janji saya untuk datang. Saya pasti nggak bakal dapat makan gratis #eh #abaikan :)))

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s