
Nggak terasa sudah tahun 2026 dan tak terasa juga sudah sekitar setahunan terbilang vacum ngeblog. Ya, semenjak hamil dan melahirkan anak ke-4, saya memang sudah jarang update blog. Apalagi alasannya kalau bukan karena kesibukan ibu rumah tangga. Mengurus rumah dengan empat anak tanpa ada asisten rumah tangga bagi saya cukup menguras tenaga sekaligus emosi jiwa. Setiap kali ada waktu menulis, raga sudah capek dan pada akhirnya memilih untuk istirahat alias tidur.
Nah, untuk tahun ini saya mencoba untuk membuat resolusi lagi. Apa saja nih resolusinya? Yah, jujur saja saya nggak mau menargetkan yang muluk-muluk. Takutnya terlalu tinggi ekspekstasinya dan kalau nggak berhasil malah terlalu kecewa. Karena itu pula beberapa tahun terakhir ini saya nggak punya resolusi tahunan. Pasalnya setiap kali bikin resolusi tahunan, seringkali saya gagal menyelesaikan target yang saya buat sendiri.
Apa yang ada pada benakmu ketika mendengar tentang perempuan mantan narapida? Kemungkinan besar stereotype jelek akan muncul pada benak kamu bukan? Menjalani kehidupan dalam lapas tentu bukanlah hal mudah, apalagi bagi mereka yang bertahun-tahun menjalaninya. Saat keluar lapas pun mereka masih harus mendapatkan stigma buruk dari masyarakat meski sudah bertaubat dan menyesali perbuatannya.
Sejak lama, masalah sampah menjadi masalah aktual yang dihadapi Indonesia dan masalah tersebut terus berlanjut seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Setiap tahunnya, Indonesia menghasilkan sampah sekitar 67,8 juta ton sampah. Dari jumlah tersebut, salah satu limbah yang paling banyak dihasilkan yaitu sampah kertas yakni sekitar 10,6 %. Ironisnya, volume sampah kertas setiap 2 tahun meningkat 1 %.
