Jalan-jalan

Negara Terpencil yang Seperti Surga

Bagi kalian yang suka traveling, tahukah kalian negara yang paling sering dikunjungi wisatawan? Hmm…kira-kira Indonesia termasuk nggak ya? Asal kalian tahu nih ya, di tahun 2015, Organisasi Pariwisata Dunia atau UNWTO melansir beberapa negara di dunia yang paling banyak di kunjungi turis. Adapun posisi teratas di isi oleh negara-negara Eropa, Amerika Serikat, dan negara-negara besar Asia. Negara-negara tersebut memang layak untuk dikunjungi karena memiliki pemandangan yang menarik, fasilitas wisata yang menunjang, dan tentunya unik.

Eits, tapi kalau bicara soal pemandangan, tentu bukan hanya negara-negara tersebut yang bisa memberikan kesan menakjubkan. Faktanya, di planet ini terdapat ribuan pulau kecil yang mungkin memiliki pemandangan lebih indah, dari negara peringkat atas yang dilansir UNWTO. Mau tahu nggak nih negara mana saja yang memiliki pemandangan luar biasa bak surga? Check this out. Continue reading “Negara Terpencil yang Seperti Surga”

Jalan-jalan

Liburan Lebaran di Desa

Libur panjang sekolah memang paling asyik buat jalan-jalan bareng keluarga. Tapi kayaknya itu nggak ngefek sih buat emak-emak beranak bayi kayak saya hehehe…Jalan-jalan keluar kota menjelajahi tempat baru memng menjadi salah satu alternatif seru mengisi liburan. Tapi kalau buat saya yang budgetnya cekak, liburan ke luar kota paling masuk akal adalah liburan pulang mudik ke kampung. Yup, bagi saya liburan itu nggak harus selalu jalan-jalan ke tempat baru. Pulang mudik ke desa sudah cukup sebagai liburan istimewa bagi saya. Why? Karena saya bisa ketemu sama keluarga yang jarang bersua. Mungkin setahun hanya sekali bertemu bahkan ada yang lebih. Pulang mudik menjadi cerita nostalgia tersendiri buat saya.

Contohnya seperti saat lebaran kemarin. Setelah 2 kali lebaran nggak pulang mudik, akhirnya saya sekeluarga mudik juga ke Purwokerto coret. Ini merupakan lebaran ke dua saya di desa semenjak menikah. Lebaran tahun pertama menikah, Kenzie belum ada. Tahun ke-2 lagi hamil Kenzie dan saat itu adik yang lebaran di Semarang. Tahun ke-3, Kenzie masih bayi banget jadi rempong mudik bawa bayi. Buat emak-emak lainnya kayak mba Wuri sama mba Muna pasti tahu dong kerempongan pergi bawa bayi hehehe….Nah, sekarang Kenzie sudah 1,5 tahun jadi sudah besar, saatnya ngajakin Kenzie mengeksplore tanah kelahiran emaknya hehehe… Continue reading “Liburan Lebaran di Desa”

Jalan-jalan

Jalan-Jalan ke Kebun Binatang Mangkang

Akhir bulan April lalu, saya membawa Kenzie jalan-jalan ke kebun binatang Mangkang. Sebenarnya yang mau jalan kakak-kakaknya, tapi berhubung Kenzie pengin ikut kakaknya dan daripada di rumah saja, ya sudahlah… Jadi ikutan pergi saja. Lagian juga si ayah siangnya juga mau pergi kondangan sama teman-teman studio. Maka jadilah kami total ber-enam berangkat ke bonbin. Jam 9-an kami berangkat, berharapnya biar nyampe sana nggak kesiangan supaya nggak terlalu ramai. Perjalanan ke bonbin yang terletak di Jl. Walisongo KM 16, seberang Terminal Mangkang itu sebenarnya bisa dicapai dalam 20 menitan. Namun kemarin memakan waktu hampir satu jam, karena kena macet gara-gara ada truk mogok. Selain itu, sesampainya di sana, eng ing eng…ternyata sangat ramai sekali. Hmmm….Kami lupa ternyata bahwa itu hari yang bertepatan long weekend. Banyak sekali rombongan anak-anak TK yang datang dengan menggunakan bus. Continue reading “Jalan-Jalan ke Kebun Binatang Mangkang”

Jalan-jalan

Pusaka Tigade, Foto Narsis Jadi Makin Seru

Setelah seminggu menemani Kenzie mendekam di rumah sakit, saya dan suami rasanya sangat capek. Kami hanya bisa berkeliaran di rumah sakit dan nggak bisa ngapa-ngapain selain ngurusuin Kenzie. Kepala rasanya kayak mau pecah. Otak saya butuh refreshing biar pikiran nggak butek. Pucuk dicinta ulampun tiba, kok ndilalah ada yang ngajakin saya piknik hehehe…. Alhamdulilah juga Kenzie juga kondisinya sudah membaik dan sudah bisa diajak bepergian. Jadi tanpa babibu, saya pun langsung mengiyakan.

Memangnya mau piknik kemana sih? Sebenarnya nggak jauh-jauh dari Semarang kok pikniknya yaitu ke Sukorejo, Kendal. Eits, bukan ke curug sewu loh ya…meskipun tempatnya juga berdekatan dengan curug sewu. Jadi, kemarin Rabu (24/5) saya bareng teman-teman Gandjel Rel berkesempatan menyambangi wahana Pusaka Tigade. Apaan tuh? Ini adalah wahana 3D trick art milik Pusaka Group. Buat yang sudah pernah ke 3D Trick Art pasti tahu dong ya. Wahana seperti ini sebenarnya sudah bukan hal yang baru. Banyak kota sudah mempunyai wahana serupa, misalnya Semarang dengan 3D Trick Art Museum Old City, Solo dengan 3D Trick Eye De Mata, hingga Purwokerto dengan Jungkir Walik 3D Trick Art-nya.

Continue reading “Pusaka Tigade, Foto Narsis Jadi Makin Seru”

Jalan-jalan

Ramen Enak di Jakarta dengan Berbagai Pilihan Kuahnya

ramen Anda termasuk penggemar menu makanan Jepang? Tentunya sudah tak asing dengan mie khas dari negeri Sakura yang satu ini bukan, yaitu ramen. Ramen ini juga dikenal sebagai salah satu menu yang paling mudah ditemui di seluruh penjuru dunia. Selain dalam penyajian langsung nya, ia banyak dijual kedalam bentuk instan, sehingga mudah bagi Anda untuk mencarinya di pasaran, namun tak seperti dengan mengkonsumsi seri aslinya bukan. Jika Anda mencari ramen enak di Jakarta bukan hal yang sulit.

Hampir semua rumah makan dengan konsep Jepang yang ada di sana pasti akan menyajikan menu nikmat yang satu ini, mie dengan berbagai macam topping dan kuah. Patut untuk diketahui bahwa mie ramen sendiri memiliki beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan dengan kuahnya, diantaranya adalah:

  1. Shio, ia dikenal juga sebagai kuah garam, namun tentunya bukan hanya garam saja yang digunakan dalam campuran makanan yang satu ini. Ia adalah racikan bumbu tertua dari makanan yang terbuat dari mie tersebut. Tak hanya dikenal di Jepang saja, melainkan ramen China sendiri juga menggunakan kuah yang satu ini.
  2. Shoyu, shoyu adalah istilah lain dari kecap Jepang, bumbu khusus bagi Anda yang menyukai rasa ramen agak manis. Umumnya untuk jenis kaldu yang satu ini dipasangkan dengan ayam, kemudian juga seafood hingga daging babi.
  3. Miso, ia sebenarnya adalah kreasi baru dari ramen, yaitu terbuat dari pasta kacang yang sudah di fermentasi, ia mulai terkenal pada tahun 1960an, umumnya dikonsumsi ketika cuaca dingin, karena ia memiliki manfaat lainnya untuk menghangatkan tubuh.
  4. Tonkotsu, namanya mungkin sudah tak terlalu asing bagi Anda, tonkotsu atau yang lebih dikenal sebagai tulang babi. Ini adalah pilihan kuah yang paling nikmat untuk mie ramen, selain dari daging babi ia juga ditambah dengan bumbu lain seperti susu.

Bisa disesuaikan dengan selera Anda, cari tempat hangout di Jakarta yang menyediakan ramen enak maka wajib Anda mengunjungi Ichiban Sushi Restaurant, secara khusus sediakan menu makan Jepang.

Jalan-jalan

Kuliner Purwokerto? Ya Tempe Mendoan

Bagi para traveler, setiap kali bepergian pasti nggak akan pernah lupa untuk kuliner makanan khas di kota atau daerah yang dikunjungi. Bahkan kuliner makanan khas menjadi salah satu agenda wajib. Rasanya nggak lengkap kalau berkunjung ke suatu daerah tanpa mencicipi makanan lokalnya. Termasuk kalau berkunjung ke kota Purwokerto. Kota yang terletak di kaki gunung Slamet ini, memiliki berbagai macam makanan khas. Rasanya pun nggak kalah enak dengan menu dari daerah lain. Salah satu kuliner yang wajib kalian coba adalah mendoan. Yaitu makanan olahan dari tempe yang lebar dan tipis, digoreng dengan balutan tepung bumbu dan dicampur irisan daun bawang.

tempe-mendoan
Penampakan tempe mendoan

Mendoan? Hmm….Kalau mendoan mah sekarang dimana-mana banyak jual kali, nggak perlu jauh-jauh ke Purwokerto. Eits, tapi mendoan khas Purwokerto ini beda loh. Mendoan Purwokerto punya ciri khas tersendiri. Jadi tempe mendoan ini di gorengnya hanya sebentar saja dan langsung diangkat, sehingga tekstur tepungnya masih lembek (mendo). Kata orang jawa sih mendo-mendo dipangan, makanya namanya mendoan. Tapi karena nggak semua orang menyukai mendoan yang masih lembek/basah, makanya ada yang menggorengnya hingga kering supaya lebih renyah dan kriuk.

Continue reading “Kuliner Purwokerto? Ya Tempe Mendoan”

Jalan-jalan

Nonton Atraksi Lumba-lumba di Pantai Cahaya

Akhir bulan Januari kemarin, Kenzie ulang tahun. Yeay…akhirnya si baby boy makin tambah gede. Nah, kebetulan ulang tahunnya jatuh di hari Sabtu bertepatan dengan Imlek. It’s mean, hari libur jadi kakeknya juga libur juga, kagak perlu ngantor. Lah, kok kakeknya…ayahnya kemana? Ayahnya mah mau tanggal merah atau bukan, kalau bukan hari minggu ya nggak ngefek. Bahkan minggu aja kadang masih nglembur kerjaan. Karena kakeknya libur jadinya bisa nganter cucunya jalan-jalan hehehe… Jadi ceritanya neneknya Kenzie ngajakin cucunya jalan-jalan ke Kendal. Tepatnya ke pantai Cahaya, buat nonton lumba-lumba.pantai cahaya

Sekitar pukul 06.00 WIB, kami semua berangkat. Sebelumnya kami mampir dulu ketempat Om. Berhubung kami nggak tahu jalan menuju ke pantai Cahaya, jadinya minta diantar sama Om. Pukul  08.00 WIB kami semua berangkat ke pantai setelah sebelumnya mampir dulu buat sarapan soto di daerah Weleri. Perjalanan menuju ke pantai Cahaya ternyata lumayan jauh, alhamdulilah jalanan hari itu nggak padat. Dari jalan raya Weleri menuju pantai jaraknya sekitar 10 KM. Jalan menuju ke pantai juga sudah bagus. Hanya sebagian kecil yang rusak dan belum beraspal, itupun menjelang masuk ke pantai. Oh ya sebenarnya selain pantai Cahaya juga ada pantai lain yaitu pantai Sendang Sikucing yang letaknya berdekatan. Keduanya masih dalam satu wilayah di desa Sendang Sikucing, kecamatan Rowosari. Setibanya disana suasana pantai ternyata sudah cukup ramai dengan pengunjung. Maklum sih, karena hari libur. Oh ya, untuk tiket masuknya sebesar Rp 30.000/orang, sudah termasuk untuk tiket nonton atraksi lumba-lumba dan kolam renang. Sedangkan untuk parkir Rp 5.000/mobil. Kalau sepeda motor kalau tidak salah parkirnya R 2.000/motor. Continue reading “Nonton Atraksi Lumba-lumba di Pantai Cahaya”