Jalan-jalan

Kuliner Purwokerto? Ya Tempe Mendoan

Bagi para traveler, setiap kali bepergian pasti nggak akan pernah lupa untuk kuliner makanan khas di kota atau daerah yang dikunjungi. Bahkan kuliner makanan khas menjadi salah satu agenda wajib. Rasanya nggak lengkap kalau berkunjung ke suatu daerah tanpa mencicipi makanan lokalnya. Termasuk kalau berkunjung ke kota Purwokerto. Kota yang terletak di kaki gunung Slamet ini, memiliki berbagai macam makanan khas. Rasanya pun nggak kalah enak dengan menu dari daerah lain. Salah satu kuliner yang wajib kalian coba adalah mendoan. Yaitu makanan olahan dari tempe yang lebar dan tipis, digoreng dengan balutan tepung bumbu dan dicampur irisan daun bawang.

tempe-mendoan
Penampakan tempe mendoan

Mendoan? Hmm….Kalau mendoan mah sekarang dimana-mana banyak jual kali, nggak perlu jauh-jauh ke Purwokerto. Eits, tapi mendoan khas Purwokerto ini beda loh. Mendoan Purwokerto punya ciri khas tersendiri. Jadi tempe mendoan ini di gorengnya hanya sebentar saja dan langsung diangkat, sehingga tekstur tepungnya masih lembek (mendo). Kata orang jawa sih mendo-mendo dipangan, makanya namanya mendoan. Tapi karena nggak semua orang menyukai mendoan yang masih lembek/basah, makanya ada yang menggorengnya hingga kering supaya lebih renyah dan kriuk.

Continue reading “Kuliner Purwokerto? Ya Tempe Mendoan”

Jalan-jalan

Nonton Atraksi Lumba-lumba di Pantai Cahaya

Akhir bulan Januari kemarin, Kenzie ulang tahun. Yeay…akhirnya si baby boy makin tambah gede. Nah, kebetulan ulang tahunnya jatuh di hari Sabtu bertepatan dengan Imlek. It’s mean, hari libur jadi kakeknya juga libur juga, kagak perlu ngantor. Lah, kok kakeknya…ayahnya kemana? Ayahnya mah mau tanggal merah atau bukan, kalau bukan hari minggu ya nggak ngefek. Bahkan minggu aja kadang masih nglembur kerjaan. Karena kakeknya libur jadinya bisa nganter cucunya jalan-jalan hehehe… Jadi ceritanya neneknya Kenzie ngajakin cucunya jalan-jalan ke Kendal. Tepatnya ke pantai Cahaya, buat nonton lumba-lumba.pantai cahaya

Sekitar pukul 06.00 WIB, kami semua berangkat. Sebelumnya kami mampir dulu ketempat Om. Berhubung kami nggak tahu jalan menuju ke pantai Cahaya, jadinya minta diantar sama Om. Pukul  08.00 WIB kami semua berangkat ke pantai setelah sebelumnya mampir dulu buat sarapan soto di daerah Weleri. Perjalanan menuju ke pantai Cahaya ternyata lumayan jauh, alhamdulilah jalanan hari itu nggak padat. Dari jalan raya Weleri menuju pantai jaraknya sekitar 10 KM. Jalan menuju ke pantai juga sudah bagus. Hanya sebagian kecil yang rusak dan belum beraspal, itupun menjelang masuk ke pantai. Oh ya sebenarnya selain pantai Cahaya juga ada pantai lain yaitu pantai Sendang Sikucing yang letaknya berdekatan. Keduanya masih dalam satu wilayah di desa Sendang Sikucing, kecamatan Rowosari. Setibanya disana suasana pantai ternyata sudah cukup ramai dengan pengunjung. Maklum sih, karena hari libur. Oh ya, untuk tiket masuknya sebesar Rp 30.000/orang, sudah termasuk untuk tiket nonton atraksi lumba-lumba dan kolam renang. Sedangkan untuk parkir Rp 5.000/mobil. Kalau sepeda motor kalau tidak salah parkirnya R 2.000/motor. Continue reading “Nonton Atraksi Lumba-lumba di Pantai Cahaya”

Jalan-jalan

Ikikuwi,Tempat Belanja Souvenir Khas Semarang

kaos_semarang_8Diantara kalian adakah yang hobi traveling atau jalan-jalan? Nah, kalau iya pastinya dong sudah jadi hal umum kalau pulangnya bawa oleh-oleh. Mau itu berupa makanan atau bermacam cinderamata seperti kaos hingga gantungan kunci. Atau bahkan mungkin cuma sekedar foto atau cerita aja? hehehe… Ibarat kata nih ya, kalau kalian pergi liburan/traveling tanpa bawa pulang oleh-oleh itu seperti omdo alias omong doang tanpa ada bukti hihihi…

Nah, buat yang mampir ke Semarang, kira-kira apa hayo oleh-oleh khas dari ibukota Jawa Tengah ini? Kalau dari makanan yang terkenal antara lain ada lumpia, wingko, bandeng presto hingga kue moaci/moci.  Tapi kalau mau beli oleh-oleh yang awet biar nggak takut basi, beli aja souvenir atau cinderamata. Apalagi sekarang sudah banyak yang jualan aneka souvenir khas Semarang. Mulai dari gantungan kunci hingga kaos. Ada berbagai merek di Semarang, salah satunya adalah Ikikuwi.

Hmm….pasti buat yang belum tahu Ikikuwi pada bertanya-tanya neh. Nggak perlu bingung, asal kalian tahu saja Ikikuwi ini adalah nama salah satu merek souvenir khas Semarang. Produknya macam-macam, ada kaos (dewasa & anak), gantungan kunci, mug, hingga dompet dan tas. Tuh kan komplit bin banget produknya hehehe…

ikikuwicollage

Tapi mahal nggak harganya? Harganya bervariasi, mulai dari Rp 10 ribu-130 ribu, tergantung produknya. Sebenarnya kalau masalah mahal atau murah mah, itu relatif. Tapi yang jelas produknya berkualitas, jadi tenang saja nggak perlu khawatir. Duh, ngiklan banget yach? hihihi…Kalaupun ngiklan tapi  yang penting kan nggak bohong, betul nggak hehehe… 😀 Kalau buat saya sih recomended. Gimana nggak, lha wong saya sendiri juga demen ama produknya Ikikuwi. Kaos saja saya sudah punya beberapa biji. Eits, asal tahu saja nih, beda sama yang lainnya, kaos Ikikuwi setiap desainnya diproduksi dalam jumlah terbatas loh. Jadi bakalan bikin kita lebih pede pakainya, soalnya nggak banyak yang punya.

Lalu belinya dimana? Kalian bisa mampir ke toko Ikikuwi yang beralamat di Jl. Bendungan Raya 1157 B Semarang Barat (Banjir Kanal Barat). Dari arah RS Karyadi, perempatan sebelum jembatan banjir kanal barat belok kanan. Satu tempat dengan rumah jahit Arifin. Tokonya buka setiap hari Senin-Sabtu mulai pukul 09.00 – 17.00 WIB . Eh, tapi kalau diluar jam itu bisa kok, asal janjian dulu ya sama ownernya yach. Kalau mau bisa kontak owner di nomor telp 085727806680. Oh ya, bagi yang nggak bisa datang ke Semarang dan mampir ke Ikikuwi, boleh loh pesan lewat online atau minta dikirim ke luar Semarang. Kalian bisa cek toko onlinenya di blognya ikikuwi.com atau ikikuwisemarang.wordpress.com atau di intagram @ikikuwi.

Gimana, masih bingung cari oleh-oleh kalau ke Semarang? Nggak lagi dong tentunya, kan sekarang sudah ada Ikikuwi. Tempat yang komplit dan lengkap buat belanja souvenir Semarangan.

 

Jalan-jalan

Alat Pembayaran Transportasi Publik di Singapura

Sebentar lagi tahun baru neh…Bagi sebagian orang, tahun baru jadi ajang wajib buat dirayakan. Yup, jadi nggak usah heran kalau nanti akan berdatangan tawaran-tawaran dalam rangka perayaan tahun baru. Mulai dari diskon akhir tahun, hingga paket liburan kesana-kemari hehehe…Buat yang mau pergi liburan, silahkan segera direncanakan mau pergi berlibur kemana. Jangan lupa siapkan surat cuti kalau memang dibutuhkan.

Mengenai tempat tujuan berlibur, nggak cuma dalam negeri saja yang ramai  tapi juga luar negeri. Salah satu destinasi liburan keluar negeri adalah negera tetangga Singapura. Nah, ngomongin Singapura tentu nggak akan lepas dari sistem transportasi publiknya. Seperti yang kita tahu, Singapura merupakan salah satu negara maju yang memiliki transportasi publik yang nyaman. Transportasi publiknya yang terkenal adalah Mass Rapid Transit (MRT). Selain itu juga ada bus LRT dan juga taxi. So, bagi kalian yang baru pertama kali mau bepergian ke Singapura, perlu tahu nih tentang sistem transportasi publik di sana. Mulai dari trasportasi apa saja yang ada dan bagaimana cara menggunakannya. Continue reading “Alat Pembayaran Transportasi Publik di Singapura”

Jalan-jalan

Pesta Berujung Jalan-jalan

DSC_0603Awal Mei kemarin, saya dan suami ke Jakarta.  Niat utama sih menghadiri resepsi pernikahan teman kuliah saya. Tapi tentunya sayang gitu loh, kalau kami jauh-jauh datang ke Jakarta cuma sehari dua hari buat ke resepsi saja. Saya pun akhirnya menyusun rencana jalan-jalan selama di Jakarta. Rencana perjalanan sudah disusun, tiket sudah di tangan. Hari Kamis siang (4/5) kamipun berangkat dari Semarang naik kereta Kamandaka dan turun di Tegal. Lalu dari Tegal kami naik kereta Tegal Express tujuan Jakarta. Yup, kami memang dua kali naik kereta. Kenapa? Karena kami kehabisan tiket kereta Semarang-Jakarta yang sesuai dengan anggaran kami hehehe… Dalam hitungan menit, tiket kereta langsung habis, maklum saja karena memang lagi long weekend. Kalau naik bisnis apalagi eksekutif, haduuhh…isi kantong nggak cukup. Maka jadilah kami mencari strategi lain. Dari stasiun poncol kereta Kamandaka berangkat jam 11.00 dan sampai Tegal jam 14.00. Jeda 30 menit menunggu keberangkatan Tegal Ekspress yaitu jam 14.30. Sayangnya, saat itu kereta terlambat dan baru berangkat jam 15.30. Menempuh sekitar 5 jam perjalanan, kamipun akhirnya sampai di stasiun Senen. Continue reading “Pesta Berujung Jalan-jalan”

Jalan-jalan

Menjelajah Singapura (Part 3-Habis)

DSC_0219Akhirnya hari yang kami tidak tunggu-tunggu pun datang juga, yaitu hari terakhir kami di Singapura. Hanya satu hari menjelajah Singapura tentu tidaklah cukup dan belum memuaskan kami. Tapi mau tidak mau hari Minggu siang kami harus pulang kembali ke Indonesia. Karena jadwal penerbangan pesawat jam 14.00, maka kami hanya punya sisa waktu sebentar. Setidaknya jam 1 siang kami harus di bandara. Hari terakhir kami putuskan untuk ke Bugis. Tujuannya tidak lain adalah berbelanja di Bugis market, salah satu tempat belanja oleh-oleh murah.

Setelah selesai sarapan bersama dan berpamitan, jam 9 kami langsung menuju ke Bugis. Sesampainya di Bugis terlihat pasar sudah ramai oleh pengunjung meskipun belum semua kios buka. Kami pun langsung berburu barang untuk dijadikan oleh-oleh. Mulai dari gantungan kunci, magnet kulkas, dan tas. Sebenarnya harga bervariasi, lebih mahal biasanya kualitas lebih bagus. Biasanya untuk pernak-pernik oleh-oleh seperti gantungan kunci, magnet kulkas, tas atau kaos mereka menjualnya selain satuan juga borongan. Seperti gantungan kunci, 24 pcs/S$ 10 atau 4 tas/ 10 dolar.  Disana juga menjual pakaian-pakaian hingga aksesoris-aksesoris. Pokoknya mirip pasar di Indonesia pada umumnya, hanya saja di sana lebih bersih. Continue reading “Menjelajah Singapura (Part 3-Habis)”

Jalan-jalan

Menjelajah Singapura (Part 2)

DSC_0037_3Hari pertama di Singapura, setelah selesai mandi dan sarapan, kami pun segera bersiap-siap untuk pergi. Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 saat kami keluar apartemen. Tujuan pertama kami hari itu adalah pulau Sentosa. Dari stasiun Chinese garden, kami turun di stasiun Buona Vista untuk kemudian berpindah ke jalur Circle Line (CC) menuju ke stasiun HarbourFront. Di HarbourFront kami masuk ke VivoCity dan segera mencari pintu keluar VivoCity yang menghadap ke laut. Setelah sempat kebingungan, kami akhirnya menemukan arah petunjuk menuju Broadwalk Sentosa. Ya, rencananya kami akan ke Sentosa lewat broadwalk, cara termurah dibandingkan yang lain hehehe… Continue reading “Menjelajah Singapura (Part 2)”