Celoteh

Rumah Impian

Setelah menikah, tentunya setiap orang ingin tinggal di rumah mereka sendiri, termasuk saya. Namun karena satu dan lain hal, hingga saat ini saya masih tinggal bersama mertua. Meskipun demikian, tentunya suatu saat nanti saya juga ingin memiliki tempat tinggal sendiri. Nah, dalam rangka mewujudkan memiliki rumah sendiri, saya akan memulainya dari menggambarkan rumah impian saya. Bukankah untuk mewujudkan sesuatu semuanya berawal dari mimpi? Bermimpi untuk kemudian meyakinkan diri bahwa kita bisa dan selanjutnya membuatnya nyata. Dream, believe, and make it happen kalau kata Agnes Mo.

Jadi, kali ini saya mau menceritakan tentang rumah impian saya. Bukan tidak mungkin dong, semakin banyak yang tahu tentang rumah impian saya, semakin banyak yang mendo’akannya. Kalau semakin banyak yang mendo’akan, bukankah kemungkinan untuk terkabulnya do’a akan lebih besar, betul nggak? Yah… siapa tahu gitu, mba Archabella atau Mba Dian Nafi mau mengawalinya dengan membantu membuatkan desain rumahnya terlebih dahulu hihihi… Lalu kira-kira seperti apakah rumah impian seorang Allaely Hardhiani? Continue reading “Rumah Impian”

Celoteh

Ramadhan yang Berbeda

Sudah tengah malam, tinggal menunggu hitungan jam untuk saya bersantap sahur. Berhubung mata saya belum mengantuk, sepertinya tidak ada salahnya saya mencoba memainkan jemari merangkai kata. Nggak salahkan? (Kalau salah ya berarti nggak benar, nggak salah kan? hehe..). Ah, alasan sebenarnya adalah karena saya takut telat bangun dan nggak bisa sahur hehehe…

Kalau kayak gini, jadi berasa masih jadi mahasiswa. Nglembur sampai tengah malam gini bahkan hingga pagi hari hanya untuk mengerjakan sesuatu, entah itu tugas kuliah, skripsi atau bahkan kerjaan nggak jelas entah apa itu. Sehabis itu habis subuh tidur hingga siang hari. Kalau sudah gitu, biasanya di meja saya selalu ada secangkir kopi dingin yang setia menemani menanti pagi. Tapi itu dulu, karena kini saya sedikit mengurangi mengkonsumsi kopi meskipun di laci logistik saya selalu ada persediaan kopi. Selain kopi, teman lain yang tak terlewatkan adalah Continue reading “Ramadhan yang Berbeda”

Celoteh

Celoteh Sebelum Tidur

Hmmm….sudah lama sekali saya nggak berbenah di rumah saya yang satu ini. Maaf kalau saya jarang meng-update, pastinya kalian para follower blog ini sudah nggak sabar ya baca postingan saya yang terbaru *sok ngartis padahal nggak ada yang nungguin* . Iya, harap maklum saja ya, soalnya beberapa bulan terakhir saya sedang sibuk dengan kehidupan saya di dunia nyata.

Semenjak ibu meninggal awal Desember lalu, banyak hal yang terjadi dalam hidup saya. Bisa dibilang hidup saya berubah cukup drastis. Gimana nggak berubah, saat itu saya langsung resign dari studio komik Papillon dan kembali ke kota asal saya, Purwokerto. Sebagian mimpi yang sudah saya rancang pun harus saya hapus dan saya susun ulang. Jujur, terkadang rasanya masih nggak percaya kalau saya ini sudah menjadi piatu. Namun saya yakin Tuhan sudah punya skenario tersendiri untuk hidup saya dan apapun rencananya, Insyaallah itulah yang terbaik meskipun terkadang mungkin bukan yang kita inginkan. Akhirnya, saya pun berencana mencari pekerjaan di kota SATRIA saja agar bisa menemani dan mengurus bapak yang di usianya yang senja ini sering sakit-sakitan. Apalagi pertengahan Januari-Februari ini adik saya satu-satunya harus KKN di luar kota. Otomatis bapak bakalan sendirian. Saya pun sudah bersiap-siap angkat kaki dari kota ATLAS. Awal bulan Januari, saya sudah mengepak dan mengeluarkan semua barang-barang saya dari kamar kosan. Namun Continue reading “Celoteh Sebelum Tidur”

Celoteh

Some of My Stuffs….

around my room

Di postingan sebelumnya, di tanyain sama si Om Teguh Puja yang minta penampakan asli kosan saya. Tapi karena sepertinya kamar saya belum terlalu layak untuk di publish, maka untuk permulaan saya publish dulu beberapa “penghuni” kamar saya. Kebetulan kemarin jiwa fotografer saya lagi muncul, jadi setelah sedikit sentuhan  inilah beberapa penghuni kamar saya hehehehe… 😀

Di gambar yang sebelah urutan searah jarum jam adalah:

1. My coffee. Yes, that’s my favorite coffee. Actually, that’s not hot coffee but cold coffee (maybe you know the brand name hehe). I ussually drink it almost every morning and/ evening. Yeah, I am a coffee addict 😛

2. My star ornaments. I put it on my bedroom wall and it will glow in the darkness. I bought it when I came to POPCON ASIA in Jakarta. It was really cheap, 3 packs only Rp 10.000,- .  I gave one pack to my cousin and I still keep another one.

3. My board.  You can see, that are some pictures on it. On the TOP is my picture with my parent and another are my picture with my boyfriend and my friends.

4. My earphone. I love to listening music and when I listening at the night, I usually use that coz I don’t want to disturb my friends 🙂

Some of my stuffs

And the last picture is some of my stuffs on my table. It’s beside my bed. Maybe you will think that my table so disorganized. and I can understand that. Yeaaahh…but maybe that’s the art of my room hahhaha 😛

Jadi, begitulah sebagian isi istana saya yang sempit. So, tell me what do you think about me and my room????

 

*Sssstt…saya bukannya lagi nge-sok tapi saya lagi belajar bahasa bule neh, jadi jangan di ketawain ya kalau grammarnya masih acak adut* 🙂

Celoteh

Galau Tengah Malam

     Membaca tulisan seorang kawan di lapak sebelah membuatku teringat ke suatu suasana di dalam sebuah rumah di sebuah kota bernama Purwokerto.  Aku kangen dengan para penghuni di dalam rumah itu, bapak, ibu dan adekku satu-satunya. Kira-kira kalian sedang apa ya sekarang? Berandai-andai diriku ada didalam rumah itu. Rumah yang kecil, sederhana dan apa adanya, namun sangat berarti untukku.

      Tapi kini, kenyataannya ragaku tidaklah disana tapi berada di kota ini. Kota yang lima tahun terakhir sudah menjadi kota keduaku. Kota yang kala siang sangat susah untuk berdamai dengan cuacanya yang panas. Kota yang perlahan-lahan juga sudah menggerogoti hatiku.  Dan kini, mau tak mau , suka tidak suka, rela tidak rela, harus aku akui kalau kota yang agak sering kena banjir kalau ujan deras ini telah merebut sebagian hatiku dan membawanya bersamanya. Continue reading “Galau Tengah Malam”