Tak Terdefinisi

Tentang Bapak, Guru Terfavorit Sepanjang Hidup

Guru merupakan orang yang berjasa bagi kita, maka sudah sepantasnya kita pun menghormati dan menghargai para guru. Sebagai salah satu tanda bahwa guru merupakan profesi yang spesial adalah adanya hari guru. Banyak negara yang memperingati hari guru, salah satunya Indonesia. Di negara kita ini, hari guru diperingati setiap tanggal 25 November.

Berbicara tentang guru, banyak sekali guru yang kita miliki. Mulai dari guru TK, guru SD, SMP, SMA hingga universitas. Tak juga harus beliau yang kita temui di sekolah, namun juga beliau-beliau yang berjasa mengajarkan kepada kita tentang hal-hal yang baru. Kalau Mba Yuli dan Relita tanya siapakah guru favorit saya, maka saya akan menjawab dengan yakin bahwa beliau adalah Bapak saya. Continue reading “Tentang Bapak, Guru Terfavorit Sepanjang Hidup”

Celoteh

Tips Menyikapi Mantan

Putus cinta? Sebagian besar dari kalian mungkin sudah pernah mengalami. Kenapa saya bilang sebagian? karena nggak semuanya pernah menjalin hubungan dan ada pula yang masih langgeng dengan hubungannya dari awal hingga sekarang. Ketika perpisahan terjadi, maka kalian akan menjalani kehidupan masing-masing tanpa ada sang pacar. Namun ada kalanya terjadi kasus dimana sang mantan muncul kembali dalam kehidupan baru kita. Yang jadi masalah adalah ketika kita merasa tidak nyaman dengan kedatangannya, dan dia mulai mengurusi kehidupan pribadi kita, biasanya dengan dalih perhatian dan menjaga hubungan baik. Nah, sebelum sang mantan melangkah terlalu jauh menanggapi sikap baik kita, lebih baik simak dulu tips berikut ini: Continue reading “Tips Menyikapi Mantan”

Celoteh

Menemukanmu

Untuk menemukanmu aku harus berkali-kali terjatuh dan terbangun.

Namun akupun belajar untuk tak pernah menyerah dan menjadi lebih tegar.

Untuk menemukanmu aku harus  berkali-kali merasakan perihnya luka.

Namun dengan luka-luka itu, aku kini menjadi lebih kebal.

Untuk menemukanmu, aku  harus menguras persediaan air mataku.

Sehingga aku tak perlu lagi menangis ketika bersamamu.

Akupun harus berkali-kali berhenti di tempat yang salah,

sebelum akhirnya kini aku behenti di hatimu.

Tak mengapa, karena dengan lebih banyak tempat yang kusinggahi,

bukankah aku bisa melihat lebih banyak hal?

Sehingga akupun mengerti bahwa kamu adalah salah satu hal terbaik di dunia ini.

Pemberhentian terakhir, itulah pintaku pada-Nya dalam setiap do’a

karena kini bekal perjalananku sudah hampir habis.

Sayang, maukah kau memberiku ruang di sudut hatimu?

Bukan untuk disewakan, melainkan menjadi pemiliknya. Bolehkah?

#CelotehGalau#
  SMG040612
Celoteh

Jejak Rasa

Sayang….masih ingatkah saat itu?
Saat ketika kau menemukan hatiku remuk, tak berbentuk.
Saat ketika kau pegang hatiku dan merekatkannya satu persatu dengan senyummu
Saat ketika aku tak berdaya dan kaulah yang menopangku

Sayang…Terima kasih untuk saat itu…
Sayang…Terima kasih karena kini kau juga memberikan rasa yang sama
Ah tidak, bukan dirimu yang memberikannya tapi akulah yang memintanya
Meminta rasa yang tak pernah ku inginkan itu
Rasa yang sama seperti saat kau menemukan hatiku

Sayang…Hatiku kini mungkin memang tak lagi sama…
Sayang…Rasaku kini mungkin memang tak lagi sama…
Namun, percayalah jejakmu membekas dan tak pernah terhapus
Akan selalu ada dan menjadi bagian dari perjalananku



Celoteh

Bekerja setelah Menikah?

Hari ini, entah kenapa lagi pengin nulis lagi buat ngisi blog. Tadi iseng-iseng aja jalan-jalan ke blog tetangga. Gara-gara baca tulisan dia, aku jadi keingat beberapa hari lalu, tepatnya Selasa kemarin, aku ikut FGD untuk penelitian S3 salah satu dosen di salah satu universitas di Semarang. Sebenarnya tema disertasinya dia tentang analisi wacana, cuma kemarin agak menyinggung tentang gender. Salah satu pertanyaan kemarin adalah pendapat tentang topik artikel terkait pernikahan. Gara-gara pertanyaan itu, mau nggak mau jawaban kami para responden secara langsung maupun tidak langsung pun akhirnya menyinggung ranah gender terutama tentang posisi perempuan ketika setelah menikah. Continue reading “Bekerja setelah Menikah?”

Celoteh

Terima Kasih

        Sebuah kata terima kasih, terdengar sangat sederhana. Untuk mengucapkannya kita tak perlu biaya, sangat murah, tapi ternyata nggak sedikit orang yang enggan mengucapkannya. Coba deh ingat-ingat kembali, kapan terakhir kali kita mengucapkan terima kasih kepada orang lain atas bantuannya? Semenit, satu jam, dua jam, sehari, dua  hari, atau bahkan seminggu lalu?
       Ketika kita berbelanja di toko yang berbeda-beda, mungkin hanya berapa orang penjaga kasir yang mengucapkan terima kasih karena kita berbelanja di tokonya. Atau berapa kali sih kita mengucapkan terima kasih pada lawan bicara kita ditelepon karena mereka bersedia menerima telepon kita? Sayangnya, hal yang terlihat sepele namun sebenarnya banyak manfaatnya seperti ini jarang kita perhatikan. Kalau dipikir-pikir, sebenarnya apa sih ruginya mengucapkan terima kasih ?
      Ucapan terima kasih walaupun terdengar sepele, mengandung makna yang sangat besar. Seseorang yang mau mengucapkan terima kasih menunjukkan orang tersebut berbesar hati, mau memberikan penghargaan lawan bicaranya. Dengan mengucapkan terima kasih Continue reading “Terima Kasih”