Celoteh

Menemukanmu

Untuk menemukanmu aku harus berkali-kali terjatuh dan terbangun. Namun akupun belajar untuk tak pernah menyerah dan menjadi lebih tegar. Untuk menemukanmu aku harus  berkali-kali merasakan perihnya luka. Namun dengan luka-luka itu, aku kini menjadi lebih kebal. Untuk menemukanmu, aku  harus menguras persediaan air mataku. Sehingga aku tak perlu lagi menangis ketika bersamamu. Akupun harus berkali-kali… Continue reading Menemukanmu

Celoteh

Jejak Rasa

Sayang….masih ingatkah saat itu? Saat ketika kau menemukan hatiku remuk, tak berbentuk. Saat ketika kau pegang hatiku dan merekatkannya satu persatu dengan senyummu Saat ketika aku tak berdaya dan kaulah yang menopangku Sayang…Terima kasih untuk saat itu… Sayang…Terima kasih karena kini kau juga memberikan rasa yang sama Ah tidak, bukan dirimu yang memberikannya tapi akulah… Continue reading Jejak Rasa

Celoteh

Bekerja setelah Menikah?

Hari ini, entah kenapa lagi pengin nulis lagi buat ngisi blog. Tadi iseng-iseng aja jalan-jalan ke blog tetangga. Gara-gara baca tulisan dia, aku jadi keingat beberapa hari lalu, tepatnya Selasa kemarin, aku ikut FGD untuk penelitian S3 salah satu dosen di salah satu universitas di Semarang. Sebenarnya tema disertasinya dia tentang analisi wacana, cuma kemarin… Continue reading Bekerja setelah Menikah?

Celoteh

Terima Kasih

        Sebuah kata terima kasih, terdengar sangat sederhana. Untuk mengucapkannya kita tak perlu biaya, sangat murah, tapi ternyata nggak sedikit orang yang enggan mengucapkannya. Coba deh ingat-ingat kembali, kapan terakhir kali kita mengucapkan terima kasih kepada orang lain atas bantuannya? Semenit, satu jam, dua jam, sehari, dua  hari, atau bahkan seminggu lalu?    … Continue reading Terima Kasih