Celoteh

Terkecuali Kamu

Habis baca tulisan curhat seorang teman dari lapak sebelah. Yang menarik bagi saya, disitu dia menuliskan perkataan temannya. Temannya teman saya itu bilang :

 “Sadar atau tidak semakin bertambah usia, teman-teman yang dulunya banyak ada di sekeliling kita, saat ini mulai berkurang, tinggallah teman yang memang benar teman ada di samping kita, karena semua sudah memiliki kepentingannya tersendiri, maka semakin memecah belah berdasarkan kepentingannya masing-masing”.

Seperti halnya teman saya itu, saya pun juga sepakat atas apa yang di katakan temannya teman saya itu, karena saya juga menyadarinya akhir-akhir ini. Entah kenapa, beberapa hari terakhir ini saya sedang merasa jenuh dan bosan saja. Saya merasa kehidupan saya terasa monoton. Setiap hari saya hanya berkutat dengan aktifitas yang itu-itu saja. Dimulai dari bangun tidur, lalu berurusan dengan segala hal tentang tetek bengek kehidupan kos. Menjelang siang mandi, lalu habis solat duhur langsung berangkat ke studio dan malam baru pulang. Sampai di kosan capek dan langsung tidur. Itu semuanya terjadi mulai dari Senin-Sabtu. Minggu? Saya lebih sering bermalas-malasan di kos saja, nonton TV, internetan atau tidur.

Setiap harinya, saya selalu bertemu dengan orang-orang yang sama. Dengan rekan-rekan di studio yang hanya itu-itu saja dan beberapa teman kosan. Kok beberapa? Iya, karena meskipun ada 13 orang penghuni kosan, saya belum tentu bisa ketemu mereka semua setiap hari. Anggap saja alasannya karena Continue reading “Terkecuali Kamu”

Celoteh

Antara Semarang-Jakarta

Horeee….akhirnya tiba juga hari ini. Why? soalnya finally ntar malam mau berangkat ke Jakarta for POPCON ASIA yiippii!! Seharusnya sih berangkatnya dah dari Senin malam kemarin, namun berhubung kehabisan tiket kereta sampai tanggal 27 Juni dan hari Selasa harus sudah ada yang di Jakarta buat prepare, akhirnya rombongan Papillon di bagi jadi 2 keberangkatan deh. Kloter pertama tetap berangkat hari Senin malam naik mobil, sedangkan saya bertiga sama yang lain berangkat hari ini naik kereta malam.

Penginnya sih ikutan naik mobil berangkat bareng-bareng, tapi apa daya, mobilnya jenis sedan yang cuma muat 4 orang. Alhasil, saya mengalah deh, bukan mengalah untuk berangkat menyusul tapi mengalah untuk berpisah dengan pacar saya…hiks…hiks…Ntar kan kamu ketemu sama do’i di Jakarta? Kalau ada yang bilang gitu, saya juga penginnya gitu.  Tapi kemungkinan yang nanti terjadi adalah, begitu saya nyampe Jakarta, pacar saya tercinta malah berangkat pulang balik ke Semarang. Intinya nggak bakalan ketemu dan baru ketemu lagi nanti kalau saya balik Semarang. Continue reading “Antara Semarang-Jakarta”

Celoteh

Menemukanmu

Untuk menemukanmu aku harus berkali-kali terjatuh dan terbangun.

Namun akupun belajar untuk tak pernah menyerah dan menjadi lebih tegar.

Untuk menemukanmu aku harus  berkali-kali merasakan perihnya luka.

Namun dengan luka-luka itu, aku kini menjadi lebih kebal.

Untuk menemukanmu, aku  harus menguras persediaan air mataku.

Sehingga aku tak perlu lagi menangis ketika bersamamu.

Akupun harus berkali-kali berhenti di tempat yang salah,

sebelum akhirnya kini aku behenti di hatimu.

Tak mengapa, karena dengan lebih banyak tempat yang kusinggahi,

bukankah aku bisa melihat lebih banyak hal?

Sehingga akupun mengerti bahwa kamu adalah salah satu hal terbaik di dunia ini.

Pemberhentian terakhir, itulah pintaku pada-Nya dalam setiap do’a

karena kini bekal perjalananku sudah hampir habis.

Sayang, maukah kau memberiku ruang di sudut hatimu?

Bukan untuk disewakan, melainkan menjadi pemiliknya. Bolehkah?

#CelotehGalau#
  SMG040612
Celoteh

My 24th

Beberapa hari yang lalu, umurku bertambah satu tahun. Tepatnya tanggal 2 Mei kemarin, umurku  berubah jadi 24 tahun. Ternyata aku bisa juga merasakan umurku diangka 24, alhamdulillah…. Yup, itu artinya aku sudah bertambah tua (dengan tampang masih muda hehehe… :D). Bertambahnya umur buatku itu berarti jatah hidupku di dunia ini berkurang lagi. Iya, berkurang loh! Bukannya bertambah, sedihkan??? Jadi kalau ada yang tanya apakah aku sedih dengan umurku yang bertambah, dengan yakin I will answer ‘’Yes, I am sad”. Kenapa? Karena di umurku yang berangka 24 tahun ini, aku masih merasa belum menjadi ‘’sesuatu’’. Iya, sesuatu (tapi bukan sesuatu-nya Syahrini loh ya!hehe). Aku merasa belum menjadi seseorang yang bisa dibanggakan oleh orang-orang di sekitarku, terutama oleh orang tuaku. Aku merasa belum bisa melakukan pencapaian yang berarti di umurku yang hampir ¼ abad ini. Terutama aku merasa belum bisa menjadi hamba-Nya seperti yang diinginkan-Nya. Aku belum bisa menjadi hamba-Nya yang beriman dan bertakwa sebagaimana semestinya. Padahal jatah hidupku kini sudah berkurang satu tahun, yang entah dari jatah berapa tahun lagi yang masih tersisa. Bukankah itu berarti kesempatanku untuk memperbaiki diri juga sudah berkurang pula? Continue reading “My 24th”