Obat Stress Paling Mujarab

Wah, sudah hampir sebulan ini blog saya belom di kasih makan. Jujur, saya sebenarnya lagi nggak mood buat nulis. Nggak tahu kenapa neh. Sebenarnya sempat terlintas beberapa ide buat materi tulisan, namun idenya datang di saat-saat kurang tepat. Alhasil begitu sudah di depan si Dellfan, mood menghilang dan ide pun menguap. Jadi malu sendiri, soalnya di tulisan sebelumnya di sini saya sempat nulis tentang sang artis yang meski sibuk namun setiap harinya berhasil menghasilkan satu tulisan untuk di posting di blognya. Sedangkan saya?? Hmm…artis bukan, job seeker iya. Hadeehh, saya malu sodara-sodara *tutupin muka*.

Makanya neh, saya kuat-kuatin niat deh buat ngasih makan blog saya ini. Merelakan jeda waktu sebentar buat ngetik di pagi hari usai sahur dan solat tentunya.

Emangnya mau ngomong apaan sih?
Saya sebenarnya cuma mau cerita aja, kalau minggu kemarin saya habis buka bareng sama teman-teman saya. Biasa banget ya? nggak ada yang spesial ya? Jadi, situ nggak mau nerusin baca tulisan saya yang nggak mutu ini? Aiihh….ya sudahlah, kalau memang nggak mau nerusin baca *berharap ada yang masih mau baca* *mlipir pojokan, nulis lagi*.

Begini ceritanya, semuanya sebenarnya berawal dari

Read more

Terkecuali Kamu

Habis baca tulisan curhat seorang teman dari lapak sebelah. Yang menarik bagi saya, disitu dia menuliskan perkataan temannya. Temannya teman saya itu bilang :

 “Sadar atau tidak semakin bertambah usia, teman-teman yang dulunya banyak ada di sekeliling kita, saat ini mulai berkurang, tinggallah teman yang memang benar teman ada di samping kita, karena semua sudah memiliki kepentingannya tersendiri, maka semakin memecah belah berdasarkan kepentingannya masing-masing”.

Seperti halnya teman saya itu, saya pun juga sepakat atas apa yang di katakan temannya teman saya itu, karena saya juga menyadarinya akhir-akhir ini. Entah kenapa, beberapa hari terakhir ini saya sedang merasa jenuh dan bosan saja. Saya merasa kehidupan saya terasa monoton. Setiap hari saya hanya berkutat dengan aktifitas yang itu-itu saja. Dimulai dari bangun tidur, lalu berurusan dengan segala hal tentang tetek bengek kehidupan kos. Menjelang siang mandi, lalu habis solat duhur langsung berangkat ke studio dan malam baru pulang. Sampai di kosan capek dan langsung tidur. Itu semuanya terjadi mulai dari Senin-Sabtu. Minggu? Saya lebih sering bermalas-malasan di kos saja, nonton TV, internetan atau tidur.

Setiap harinya, saya selalu bertemu dengan orang-orang yang sama. Dengan rekan-rekan di studio yang hanya itu-itu saja dan beberapa teman kosan. Kok beberapa? Iya, karena meskipun ada 13 orang penghuni kosan, saya belum tentu bisa ketemu mereka semua setiap hari. Anggap saja alasannya karena

Read more

Antara Semarang-Jakarta

Horeee….akhirnya tiba juga hari ini. Why? soalnya finally ntar malam mau berangkat ke Jakarta for POPCON ASIA yiippii!! Seharusnya sih berangkatnya dah dari Senin malam kemarin, namun berhubung kehabisan tiket kereta sampai tanggal 27 Juni dan hari Selasa harus sudah ada yang di Jakarta buat prepare, akhirnya rombongan Papillon di bagi jadi 2 keberangkatan deh. Kloter pertama tetap berangkat hari Senin malam naik mobil, sedangkan saya bertiga sama yang lain berangkat hari ini naik kereta malam.

Penginnya sih ikutan naik mobil berangkat bareng-bareng, tapi apa daya, mobilnya jenis sedan yang cuma muat 4 orang. Alhasil, saya mengalah deh, bukan mengalah untuk berangkat menyusul tapi mengalah untuk berpisah dengan pacar saya…hiks…hiks…Ntar kan kamu ketemu sama do’i di Jakarta? Kalau ada yang bilang gitu, saya juga penginnya gitu.  Tapi kemungkinan yang nanti terjadi adalah, begitu saya nyampe Jakarta, pacar saya tercinta malah berangkat pulang balik ke Semarang. Intinya nggak bakalan ketemu dan baru ketemu lagi nanti kalau saya balik Semarang.

Read more

Menemukanmu

Untuk menemukanmu aku harus berkali-kali terjatuh dan terbangun. Namun akupun belajar untuk tak pernah menyerah dan menjadi lebih tegar. Untuk menemukanmu aku harus  berkali-kali merasakan perihnya luka. Namun dengan luka-luka itu, aku kini menjadi lebih kebal. Untuk menemukanmu, aku  harus menguras persediaan air mataku. Sehingga aku tak perlu lagi menangis ketika bersamamu. Akupun harus berkali-kali … Read more

My 24th

Beberapa hari yang lalu, umurku bertambah satu tahun. Tepatnya tanggal 2 Mei kemarin, umurku  berubah jadi 24 tahun. Ternyata aku bisa juga merasakan umurku diangka 24, alhamdulillah…. Yup, itu artinya aku sudah bertambah tua (dengan tampang masih muda hehehe… :D). Bertambahnya umur buatku itu berarti jatah hidupku di dunia ini berkurang lagi. Iya, berkurang loh! Bukannya bertambah, sedihkan??? Jadi kalau ada yang tanya apakah aku sedih dengan umurku yang bertambah, dengan yakin I will answer ‘’Yes, I am sad”. Kenapa? Karena di umurku yang berangka 24 tahun ini, aku masih merasa belum menjadi ‘’sesuatu’’. Iya, sesuatu (tapi bukan sesuatu-nya Syahrini loh ya!hehe). Aku merasa belum menjadi seseorang yang bisa dibanggakan oleh orang-orang di sekitarku, terutama oleh orang tuaku. Aku merasa belum bisa melakukan pencapaian yang berarti di umurku yang hampir ¼ abad ini. Terutama aku merasa belum bisa menjadi hamba-Nya seperti yang diinginkan-Nya. Aku belum bisa menjadi hamba-Nya yang beriman dan bertakwa sebagaimana semestinya. Padahal jatah hidupku kini sudah berkurang satu tahun, yang entah dari jatah berapa tahun lagi yang masih tersisa. Bukankah itu berarti kesempatanku untuk memperbaiki diri juga sudah berkurang pula?

Read more