Event & Review

Keseruan Ulang Tahun Gandjel Rel ke-4 di Restoran Pringsewu Semarang

ultah GRApa yang terlintas di benak kamu jika mendengar kata Gandjel Rel? Bagi kamu warga Semarang, kemungkinan besar akan menjawab kue khas Semarang. Yup, memang benar sih kalau Gandjel Rel merupakan nama salah satu kue khas Semarang. Karena alasan itu pula, nama kue zadul tersebut dijadikan sebagai nama komunitas blogger di Semarang. Memiliki anggota yang semuanya perempuan dan mayoritas sudah menyandang status emak-emak, kini Gandjel Rel sudah berusia 4 tahun, lho.  Tepatnya tanggal 22 Februari lalu.

Saya sendiri baru bergabung dengan Gandjel Rel di tahun ke 2. Nah, nggak kalah dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini ulang tahun Gandjel Rel juga kembali dirayakan dengan meriah dan nggak kalah serunya. Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini sebulan sebelum hari H ada blog challenge dan video challenge bagi anggota Gandjel Rel. Sayangnya, saya nggak bisa ikutan semua. Eh, sebenarnya dari 4 tantangan blog challenge, saya sempat posting untuk tulisan pekan pertama. Tapi pekan kedua dan seterusnya saya nggak bisa kelar huhuhu….Adapun untuk perayaan ultah GR baru dirayakan sehari setelahnya, yaitu tanggal 23 Februari. Kamu penasaran dengan perayaan ultah Gandjel Rel di 2019 ini? Kalau gitu, lanjut bacanya ya! hehehe….

Bertempat di Resto Pringsewu Kota Lama, perayaan ultah GR ke-4 berlangsung meriah. Gimana nggak meriah, lha wong acaranya bertabur hadiah. Apalagi untuk acara ultah kali ini kedatangan bintang tamu yang tak biasa. Siapakah itu? Dia adalah Gus Mul, sapaan akrab Agus Mulyadi. Di acara ultah GR kemarin, penulis sekaligus redaktur mojok.co tersebut menjadi narasumber talkshow yang bertajuk “Menulis Kreatif di Media Online”. Jujur saja, saya sendiri baru kepo tulisan-tulisannya menjelang perayaan ultah GR kali ini. Dan saya pun langsung suka sama tulisan-tulisan Gus Mul.

Di acara ultah GR kemarin, Gus Mul pun berbagi tips bagaimana dia bisa kreatif menulis selama ini. Misalnya saja nih dalam hal ide tulisan. Menurut Gus Mul, ide tulisan itu sebenarnya ada  banyak di sekitar kita. Tinggal bagaimana kita bisa jeli untuk melihatnya. Untuk menangkap momen supaya bisa membantunya mendapatkan ide menulis, dia pun seringkali membawa kamera setiap bepergian.

Selain itu, pemilihan diksi dalam tulisan juga perlu diperhatikan. Kenapa? Karena dengan pemilihan diksi yang menarik dan tepat maka tentunya akan menjadikan tulisan kita enak dibaca. Sehingga kemudian orang pun akan tertarik untuk membaca tulisan kita hingga selesai. Jangan lupa juga memberikan ciri khas ketika menulis supaya tulisan yang dibuat berbeda dengan orang lain. Supaya lebih menarik, usahakan pula untuk  menulis dengan sudut pandang yang anti mainstream.

Usai Gus Mul selesai menyampaikan materinya, acara kemudian dilanjutkan dengan bagi-bagi hadiah. Mulai dari bagi-bagi hadiah untuk para pemenang lomba pekan blog, lomba video, hingga pemenang kuis. Pokoknya ultah GR ke-4 kemarin bertabur hadiah deh. Nah, sebagai acara puncaknya yaitu potong tumpeng dan kue ulang tahun GR dan dilanjutkan dengan makan siang bersama yang sudah disajikan oleh pihak Pringsewu.

Ultah GR2.jpeg

Ultah GR ke-4

Resto Pringsewu

Oh ya, ngomongin tentang makanan, mungkin sebagian besar di antara kamu sudah akrab dengan nama Pringsewu, terutama bagi kamu yang sering melewati Pantura. Pasalnya,  Pringsewu menjadi rumah makan yang hampir ada di setiap kota di sepanjang Pantura. Tapi sepertinya yang paling fenomenal sih lantaran banner Pringsewu yang sudah muncul sedari beberapa KM sebelum rumah makannya.

Karena menjadi ikon rumah makan di sepanjang Pantura itu pula, agak heran juga saat pertama kali tahu Pringsewu buka cabang di Kota Lama, Semarang. Tumben gitu, lho bukanya di dalam kota hehehe….Namun pertanyaan tersebut akhirnya terjawab sudah saat kemarin hadir di acara ulang tahun Gandjel Rel. Yes, kemarin merupakan pertama kalinya saya menyambangi restoran Pringsewu. Ternyata, restoran Pringsewu yang berlokasi di Jalan Suari, No.10-12, Kota Lama Semarang tersebut memiliki konsep yang jauh berbeda dengan rantai rumah makannya.

Buka setiap hari mulai pukul 07.00-23.00 WIB, restoran yang berada tak jauh dari Gereja Blenduk itu menempati gedung berusia 150 tahun peninggalan Oei Tiong Ham, sang raja gula dari Semarang. Karena termasuk cagar budaya, bangunannya nggak banyak dirubah. Hanya diperbaiki di beberapa bagian saja tanpa mengubah arsitektur aslinya.

pringsewu

Terdiri dari dua lantai, restoran Pringsewu memiliki pintu dan jendela yang menjulang tinggi layaknya bangunan tempo dulu pada umumnya. Nuansa vintage restoran pun terasa semakin kental saat memasuki restoran. Didominasi warna hitam dan putih, restoran Pringsewu terdiri dari beberapa ruangan atau area makan. Kamu bisa memilih meja panjang jika datang beramai-ramai, atau duduk di sofa empuk yang bikin terasa. hommy. Kalau kamu suka berswafoto, dijamin deh bakalan nagih. Pasalnya setiap sudut restoran Pringsewu terasa instagramable.

Lalu bagaimana dengan makanannya? Tenang saja, soal rasa nggak perlu diragukan lagi. Yang jelas makanannya semuanya enak dan lezat. Buktinya, saat ultah GR kemarin nasi tumpeng dan makan siang yang disediakan dari Pringsewu nggak butuh waktu lama untuk menghabiskannya. Bahkan ada yang nambah euy…hehehe….

tumpeng Ultah GR

Ultah GR3

Adapun untuk menu makanannya, restoran Pringsewu menyajikan menu makanan Indonesia terutama makanan khas Jawa. Misalnya saja Nasi Bandem, lalu ada Pepes Bandeng Cabut Duri, Gurame Asam Manis, Cumi Bakar Madu dan banyak lagi menu lain. Kalau ingin dalam bentuk satuan juga ada, mulai harga 30 ribu per porsi seperti Nasi Udang Asam Manis, Nasi Ayam Saos Mangga dan Nasi Cumi Rica-Rica.

Tapi kalau lagi nggak pengin makan berat, tersedia juga beraneka camilan untuk teman ngobrol kok. Mulai dari onde-onde, tahu walik, tempe mendoan, banana roll hingga roti John. Cukup banyak pilihan bukan?

Bagi kamu penggemar kopi, restoran Pringsewu juga punya menu kopi di seperti double espresso, cappuccino dan macchiato. Bahkan, kamu juga bisa membeli biji kopi Arabika untuk diseduh sendiri di rumah, lho.

Oh iya, selain itu ada juga nih yang unik dari resto Pringsewu. Jadi, di bagian depan Resto Pringsewu ada Teraz Oei Tiong Ham. Apa lagi itu? yaitu semacam kafe tapi bukanya mulai sore hingga malam hari saja. Berada di bagian teras depan restoran, kamu bisa nongki-nongki cantik sambil ngopi dan menikmati sajian menu kekinian seperti Roti ayam, Roti Keju, Tahu Walik, Avocado Thai, dan lainnya.

Asyiknya lagi, setiap hari Senin sampai dengan Jumat ada program Tebus Murah dengan fasilitas free wifi dan stop kontaknya yang bikin acara nongkrong kamu makin seru dan asyik. Hmm, jadi pengin nyobain juga nih nongki cantik di Teraz Oei Tiong Ham dengan program Tebus Murah.

teras pringsewu

Well, over all acara ultah GR kemarin seru sekali. Nggak cuma sekadar bersuka ria sama teman-teman saja, tapi juga dapat ilmu baru. Apalagi acara di tempat yang kece dan unik pula, membuat acara ultahnya makin berkesan. Namun yang terpenting, semoga saya bisa lebih rajin ngeblog ben rak nggandjel. Kalau kamu?

 

 

Advertisements

One thought on “Keseruan Ulang Tahun Gandjel Rel ke-4 di Restoran Pringsewu Semarang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s