Celoteh

Resolusi 2018

Nggak terasa ya sudah bulan Februari 2018. Padahal kayaknya baru kemarin tuh pergantian tahun hehehe… Nggak terasa juga si Kenzie sudah 2 tahun. Btw eniwe…sebenarnya kalau ngomongin tahun baru, kayaknya sudah lewat dan basi banget. Iya nggak sih? Nah, tahun ini sebenarnya saya nggak berencana bikin apalagi menuliskan resolusi. Pasalnya tahun lalu, resolusi saya kayaknya lebih banyak gagalnya daripada berhasilnya hehehe….Jadi saya pikir, daripada ditarget nanti malah kalau nggak kesampaian jadi rada bikin nyeri di hati, mending nggak aja deh.  

Eh, tapi…..lha kok Januari kemarin malah dapat tema arisan blog Gandjel Rel dari Lestari temanya tentang resolusi. Hmmm…jadi ya sudahlah, sepertinya memang disuruh bikin resolusi lagi nih. Dan kayaknya kali ini resolusinya harus dipajang di kamar deh. Biar apa? Supaya saya bisa selalu baca dan teringat plus terngiang-ngiang di kepala. Biar nggak lupa gitu kalau saya ada target yang harus di lakukan. Selain itu, seperti juga harus ada reward and punishment tersendiri deh biar lebih ada gregetnya. Kali saja gitu dengan reward and punishment, saya jadi lebih semangat dan lebih bisa memaksa diri untuk memenuhi semua target.

Resolusi tahun ini saya juga nggak mau terlalu muluk-muluk ah. Saya mau fokus ke sesuatu yang memang saya butuhkan bagi diri saya. I mean nggak ngalor ngidul, maunya ini itu nggak jelas mau kemana. So…Kalau kamu penasaran sama resolusi saya tahun 2018, langsung saja baca di bawah ini ya:

  1. Saya mau lebih produktif menulis di blog. Berhubung saya lagi jarang banget ngbelog, padahal sekarang saya punya dua blog. Blog yang satu ini sih masih lumayan lah ada postingannya. Lah, blog baru saya malah terbengkalai, lumutan karena hampir nggak pernah posting. Sudah setengah tahun lebih, cuma ada 1 postingan doang, kan parah banget tuh. Sebenarnya sih saya terbilangnya produktif nulis, tapi bukan untuk blog. Yes, saya nulis karena pekerjaan saya sebagai kontributor untuk media online sejak Desember lalu. Dan karena target menulis yang tiap hari, membuat saya harus begadang tiap malam untuk menyelesaikan deadline. Alhasil, saya nggak punya waktu menulis untuk di blog. So, tahun ini saya mau lebih produktif ngeblog lagi. At least, seminggu saya posting di masing-masing blog sekali. Nggak terlalu muluk-muluk juga kan?
  2. Mempercepat waktu menulis. Kalau yang ini berhubungan sama kerjaan sebenarnya. Soalnya saya untuk menuliskan satu artikel butuh waktu yang luaamaaa pakai banget. Kata editor saya, setidaknya saya bisa menulis untuk satu artikel itu paling nggak 30 menit. Hmm…What? Shock saya pas dengar itu. Apa saya mampu? Soalnya selama ini saya paling cepat butuh waktu 1 jam hanya untuk menulis saja. Belum untuk mencari referensinya dan upload tulisan. Itu pun kalau topiknya mudah dan lancar jaya tanpa gangguan-gangguan yang lain. Nah, saya pengin banget tuh bisa bisa menulis secepat itu. Mulai dari proses mencari referensi sampai upload tulisan setidaknya satu jam. Kalau saya bisa melakukannya, sungguh benar-benar saya bisa punya waktu luang lebih banyak. Dan mau nggak mau, cara melakukannya adalah dengan prakte, praktek dan praktek. Ya….Saya masih berusaha untuk mengefisienkan waktu menulis saya.
  3. Lebih sabar lagi menghadapi si bocil. Hmmm…Kenzie sekarang ini jadi anak “luar biasa”. Saya harus benar-benar punya kesabaran ekstra untuk menghadapinya. Apalagi setelah dia tahu mau punya adik, rasanya dia makin menjadi. Tambah manja banget. Saya kadang sampai hmmm….gemeeessss banget sama dia. Mau nggak mau saya harus lebih sabar dan banyak istigfar deh. Karena emosi saya nggak hanya ngaruh ke Kenzie, tapi juga ke calon adiknya. Dan untuk yang satu ini, sepertinya saya perlu pakai banget untuk ngasih reward dan punishment untuk diri sendiri.
  4. Menyelesaikan PR terhadap Kenzie. Tahun ini permasalahan yang ada pada Kenzie mau nggak mau harus saya perbaiki. Masalah apa itu? Mulai dari masalah dia susah makan, susah mandi, dan terutama menghilangkan kecanduan nontonnya. Sebelum adiknya lahir, semuanya itu harus sudah teratasi. Mau nggak mau saya harus melakukannya. Sebagai pembelajaran juga buat ngadepin adiknya nanti. Jangan sampai hal yang sama terulang apalagi kalau Kenzie juga belum “beres”. Bisa tambah rempong saya hiks…

Nah, kayaknya segitu saja resolusi tahun 2018 milik saya. Fokusnya cuma dua saja, nulis dan anak. Simple bukan? Kalau yang jawab iya, saya acungkan 4 jempol milik saya deh. Karena buat saya itu adalah yang sangat-sangat “mudah” (aamiin 1000 x deh, biar jadi beneran mudah) huhuhu… Apakah akan berhasil? Yang jelas harus ada perubahan dan kemajuan yang positif dan untuk itu saya sangat butuh dukungan dari semua pihak tentunya. Saya sangat berterima kasih sekali jika ada yang mau berbagi ide, saran maupun cerita tentang pengalamannya Sekecil apapun yang kamu bagikan, bisa jadi sangat besar artinya bagi saya. Jadi, Jangan lupa tulis komentarmu di bawah ya… 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Resolusi 2018

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s