Event & Review

Serunya Belajar Food Photography

Diantara kalian ada yang hobi membuat kue atau roti? Pastinya sudah akrab dong dengan beberapa nama merk tepung terigu. Dan kalian tentunya juga sudah tahu kan salah satu produsen tepung yang terkenal yaitu PT Sriboga Flour Mill (SFM). Berawal dengan tiga merk tepung terigu unggulannya, yaitu Tali Emas, Beruang Biru, dan  Pita Merah, saat ini Sriboga telah memiiki lebih dari 50 merk tepung terigu yang memenuhi standar nasional dan internasional. Wiih, keren kan?DSC00600

Nah, hari Selasa (31/4) kemarin, saya berkesempatan mengikuti pelatihan food photography yang diadakan di Sriboga Customer Center (SCC). Diantar oleh suami, pukul 09.15 WIB saya akhirnya tiba di SCC. Awalnya saya kira saya telat, karena pukul 09.00 disuruh sudah di tempat acara. Namun ternyata hanya beberapa orang saja yang baru hadir. Setelah registrasi, kami pun menuju ruangan di lt.2 tempat acara akan berlangsung. Sambil ngerumpi ngalor-ngidul dengan teman yang lain, akhirnya setelah sekitar satu jam menunggu acara pun di mulai.

DSC00618Terbagi menjadi dua sesi, sebagai pembicara sesi pertama adalah Taufiq Annas dengan materi basic photography. Berlangsung sekitar 2 jam,  Mas Anas memberikan penjelasan tentang jenis-jenis kamera dan lensa hingga pentingnya sudut foto dan komposisi foto. Tak lupa, ia pun memberikan saran agar bisa mengambil gambar dengan komposisi yang menarik. Dari beberapa angel, ia menyarankan menghindari menggunakan komposisi dengan angel dead corner. Apa itu? yaitu pengambilan gambar dengan letak objek berada di tengah. Menurutnya hal tersebut sudah terlalu biasa sehingga sering membuat objek menjadi kurang menarik.

Selain itu, kita juga bisa loh menghasilkan foto produk yang maksimal namun dengan peralatan sederhana. Untuk jenis kamera juga nggak harus kamera yang canggih bak profesional,. Caranya yaitu kita bisa menggunakan kertas manila berwarna putih sebagai background. Sedangkan untuk tata cahaya kita bisa menggunakan 2 buah lampu belajar berwana putih dengan ukuran lampu sekitar 80-85 watt. Agar cahaya lampu tidak langsung mengenai produk, kita bisa menggunakan kertas sebagai penghalang. Dengan demikian cahaya dari lampu bisa memantul dan foto yang di hasilkan lebih oke. Jadi untuk hasil yang oke kameranya nggak harus pakai kamera DSLR atau perlengkapan bak studio foto. Kamera handphone atau kamera poket pun nggak masalah, tergantung bagaimana kita memaksimalkan penggunaannya.

DSC00659Nah, jika sesi pertama lebih membahas basic fotografi, materi pada sesi kedua lebih membahas tentang fotografi makanan. Sebagai pembicaranya adalah Diah Didi, seorang foodie blogger yang tentunya jago food photography. Blognya yang kece badai bisa kalian lihat di www.diahdidi.com. Berbekal pengalaman pribadinya, perempuan yang biasa disapa Mbak Didi tersebut berbagi ilmu bagaimana membuat foto makanan yang menarik dan menjual. Meski tidak ada kriteria khusus untuk foto yang menarik, karena setiap orang punya selera berbeda, namun menurutnya prinsip dasar foto makanan yang menarik adalah foto yang menggoda. Foto yang membuat lapar orang yang melihatnya, sehingga menimbulkan minat untuk mencicipi. Ia juga menyarankan untuk segera mengambil foto sesaat setelah makanan tersebut matang, agar tampilan foto lebih fresh dan menggoda.

Selain berbagi ilmu tentang pentingnya background, food styling & food presentation, Mbak Didi juga memberikan tips memotret. Mulai dari bagaimana memainkan berbagai sudut pemotretan, memanfaatkan detail menggunakan efek makro atau zoom pada kamera hingga memaksimalkan pencahayaan dengan sinar matahari untuk foto yang alami. Ia menyarankan juga untuk memotong dan membuka kue untuk memperlihatkan isi dalam kue serta lapisannya agar lebih menarik. Selain itu permainan properti juga perlu dijaga tetap simple dan tidak berlebihan serta berwarna-warni. Tidak lupa juga membersihkan makanan, properti atau alas sebelum pemotretan karena noda kecil di dalam foto akan sangat kelihatan.

DSC00655
Pemotretan produk dengan peralatan sederhana

Nggak terasa dua jam pun berlalu dengan begitu cepat. Setelah mendengarkan penjelasan dari Mbak Didi dan sekaligus langsung mempraktekkan ilmu yang di dapat, rasanya masih belum puas juga loh. Tapi apa daya, jam sudah menunjukkan pukul 15.00 WIB dan acara harus berakhir hiks… Eits, tapi tenang saja saya nggak sedih-sedih amat kok. Karena akan ada food photography part 2 di periode selanjutnya. Jadi bagi yang kali ini belum ikutan, bisa datang di pelatihan yang menurut info akan diadakan akhir April nanti loh. Jika yang pertama lebih membahas secara teori, pada acara berikutnya akan lebih banyak praktek langsungnya. Gimana, tertarik ikutan nggak? hehehe… Kalau saya sih

DSC00673
Mbak Didi sedang mengajari ibu-ibu peserta dari member SCC.

Bagi yang tertarik silahkan saja daftar dan sekaligus bergabung jadi member SCC. Dijamin deh kalau jadi anggota SCC nggak rugi, yang ada malah dapat banyak keuntungan loh. Beberapa manfaat jadi member SCC antara lain:

  1. Secara otomatis diikutkan dalam program SMS Center SCC, setelah mendapatkan konfirmasi dari member.
  2. Mendapatkan informasi pelatihan di SCC, baik pelatihan aplikasi maupun non aplikasi. Pelatihan aplikasi yaitu pelatihan membuat produk makanan berbasis terigu beserta inovasi dan variasinya. Sedangkan pelatihan non aplikasi adalah pelatihan dari sisi menajemen usaha, meliputi financial, branding, packaging, pemasaran, promosi dll.
  3. Diprioritaskan mengikuti pelatihan di SCC.
  4. Mendapatkan informasi kegiatan SCC lainnya seperti joint baking demo, pameran, seminar dan lain – lain.
  5. Mendapatkan konten SMS Center berupa motivasi usaha, kuis, info pelatihan serta konsultasi tentang produk Sriboga, aplikasi produk, lokasi distributor dan konsultasi lainnya.

Tuh kan lengkap bin komplit banget deh kalau jadi member SCC. Lalu bagaimana caranya kalau mau bergabung? Caranya mudah, kalian bisa melakukan pendaftaran lewat situs www.memberscc.com atau mengisi formulir di kantor SCC. Info lebih lengkapnya silahkan hubungi saja SCC di nomor (024) 3563072 atau datang langsung ke kantornya di Jl. Gajah Mada No.19 (depan hotel Quirin).

Selain itu, bagi para konsumen yang ingin bertanya, berkeluh kesah, atau mengadukan ketidakpuasan kepada Sriboga silahkan saja loh datang ke SCC. Sebab, SCC dibentuk memang untuk melayani kebutuhan konsumen. Untuk SCC Semarang sendiri merupakan SCC ketiga setelah Jakarta dan Surabaya. Didirikan tanggal 24 September 2011, SCC Semarang menjadi satu-satunya loh yang mempunyai fasilitas baking clinic. 

So, gimana menurut kalian, seru kan kegiatan di SCC? Pastinya dong, gimana nggak seru kalau bisa dapat ilmu baru. Saya juga mau ikutan gabung loh jadi member SCC. Habisnya manfaatnya maksimal dan yang paling penting GRATISSS!!! hehehe….

DSC00671-horz
Ini dia hasil jepretan saya. Masih standar 😐
Gandjel rel
Tak lupa narsis dulu di loby SCC yang nyaman sebelum pulang 😀
Advertisements

2 thoughts on “Serunya Belajar Food Photography

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s