Celoteh

Celoteh Sebelum Tidur

Hmmm….sudah lama sekali saya nggak berbenah di rumah saya yang satu ini. Maaf kalau saya jarang meng-update, pastinya kalian para follower blog ini sudah nggak sabar ya baca postingan saya yang terbaru *sok ngartis padahal nggak ada yang nungguin* . Iya, harap maklum saja ya, soalnya beberapa bulan terakhir saya sedang sibuk dengan kehidupan saya di dunia nyata.

Semenjak ibu meninggal awal Desember lalu, banyak hal yang terjadi dalam hidup saya. Bisa dibilang hidup saya berubah cukup drastis. Gimana nggak berubah, saat itu saya langsung resign dari studio komik Papillon dan kembali ke kota asal saya, Purwokerto. Sebagian mimpi yang sudah saya rancang pun harus saya hapus dan saya susun ulang. Jujur, terkadang rasanya masih nggak percaya kalau saya ini sudah menjadi piatu. Namun saya yakin Tuhan sudah punya skenario tersendiri untuk hidup saya dan apapun rencananya, Insyaallah itulah yang terbaik meskipun terkadang mungkin bukan yang kita inginkan. Akhirnya, saya pun berencana mencari pekerjaan di kota SATRIA saja agar bisa menemani dan mengurus bapak yang di usianya yang senja ini sering sakit-sakitan. Apalagi pertengahan Januari-Februari ini adik saya satu-satunya harus KKN di luar kota. Otomatis bapak bakalan sendirian. Saya pun sudah bersiap-siap angkat kaki dari kota ATLAS. Awal bulan Januari, saya sudah mengepak dan mengeluarkan semua barang-barang saya dari kamar kosan. Namun karena belum bisa saya bawa pulang semua, sebagian besar barang-barang tersebut masih saya campakkan dengan rapi di ruang tengah kosan.

DSC_0665
Kenangan saat wisuda

Dengan tenang saya pun pulang ke rumah dan mempersiapkan diri menjadi warga Purwokerto yang baik. Tapi kita manusia hanya berencana dan Tuhanlah yang memutuskan. Baru saja seminggu di rumah, saya mendapatkan panggilan tes kerja di Semarang. Setelah berdiskusi dengan bapak, maka akhirnya saya putuskan datang dan menerima pekerjaan tersebut. Meskipun sebenarnya saya setengah hati melakukannya. Sebagian hati saya justru berharap bapak saat itu melarang saya. Singkat cerita akhirnya saya pun kembali menetap di kota yang sudah 6 tahun lebih saya tinggali. Dan bisa kalian tebak dong, dimana sekarang saya tinggal? Yup, daripada saya pusing-pusing nyari kos baru, saya pun kembali lagi ke kos lama saya. Lagian barang-barang saya juga masih ada di kos hehehe….

Bulan pertama bekerja, saya merasakan capek yang teramat sangat. Gimana nggak, untuk sebulan pertama saya masuk kerja jam 8 pagi dan pulangnya selalu malam. Dengan pekerjaan yang monoton dan mengandalkan kecepatan tangan dan kejelian mata, setiap pulang kerja badan saya dijamin capek dan pegal. Kalau kerjaan numpuk (terutama akhir bulan) saya bahkan seringkali nggak sempat makan siang. Jadi, wajar dong kalau saya sehabis pulang kerja langsung tepar dan nggak sempat nulis hehehe…Kalau ada yang bilang, kan bisa nulis pas weekend?? Ah, sekarang kalau weekend saya  pasti pulang, itu adalah jatah saya untuk mengurus dan menemani bapak dan kalau di rumah saya sibuk jadi ibu rumah tangga. Terlebih di rumah saya  nggak ada jaringan internetnya hiks…hiks… Saya jadi terkucil dari di dunia maya. Harap maklum, rumah saya berada di pedesaan 😀 .

Tapi btw eniwe, gara-gara (salah satu) kerjaan saya di kantoran, saya jadi semakin yakin bahwa dunia kantoran bukan dunia saya. Dan disitulah saya menyadari “keajaiban komunikasi” * halah* Eh, tapi beneran loh…saya bersyukur  bahwa ternyata saya ini nggak salah ambil jurusan saat kuliah. Saya jadi kangen dengan “dunia” saya tersebut. Saya kangen saat harus wira-wiri ngurusin event, saya kangen sibuk nyari tema liputan dan narasumber, saya kangen begadang dengan pikiran buntu mencari ide untuk deadline tulisan esok hari. Ya, saya kangen  dengan dunia tersebut. Dunia yang dinamis, itulah anggapan saya. Aiiihh…terkadang rasa syukur itu datang dari sudut yang  tak terduga yah? tapi meskipun saya kurang menyukai salah satu pekerjaan saya sekarang, saya tetap bersyukur setidaknya saya masih memiliki pekerjaan. Saya pun akhirnya bisa merasakan sedikit dari banyaknya rasa menjadi pegawai kantoran. Kalau sudah gitu, kan jadi lebih mudah untuk menyusun pekerjaan impian saya di masa datang. Betul nggak? 😀

Baiklah kalau begitu, karena hari sudah larut malam dan besok saya masih harus berangkat kerja, maka saya akhiri saja postingan saya yang nggak jelas ini. Jadi intinya saya sebenarnya cuma mau bilang, Tuhan itu selalu punya cara-Nya sendiri. Ia sudah punya skenario-Nya tersendiri. Kita manusia hanya tinggal mengikuti aturan main. Hidup kita ini ibarat sebuah sulaman. Dari bawah mungkin terlihat berantakan nggak karuan, tapi ketika sudah selesai maka akan dari atas akan terlihat ciamik. Untuk itu kita hanya perlu mengikuti pola yang sudah ada. Pola yang sudah Tuhan tetapkan untuk kehidupan kita.

So, good nite and have a nice dream for you all… *peluk cium dalam mimpi :*

Advertisements

5 thoughts on “Celoteh Sebelum Tidur

  1. pertama, aku turut berduka atas ibundamu yah sayang
    kedua, tulisan ini kok sejuk yah dibacanya, entah kenapa \o/
    ketiga, acara fashion shownya gk ke tonton, ketiduran (_ _”)

    sekian dan terima nasi uduk

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s