Jalan-jalan

Cerita dalam Perjalanan Ekonomis

Finally, pagi tadi berhasil menginjakkan kaki di tanah Jakarta. Terakhir kali ke kota “hutan” ini seingat saya bulan Januari lalu, saat menghadiri nikahan seorang kawan baik. Dan seperti biasanya, saya datang menggunakan transportasi sejuta umat alias kereta api, tentunya berhubung saya ini orangnya hemat *hemat, pelit, atau nggak punya duit? hehehe…* tentu saya memilih kelas ekonomi yang menjadi favorit saya setiap kali bepergian, terutama ke Jakarta.

Kalau ada yang tanya sama saya, kenapa sih lebih milih ekonomi? baiklah, berikut ini alasan saya, cekidot yach: Continue reading “Cerita dalam Perjalanan Ekonomis”

Celoteh

Antara Semarang-Jakarta

Horeee….akhirnya tiba juga hari ini. Why? soalnya finally ntar malam mau berangkat ke Jakarta for POPCON ASIA yiippii!! Seharusnya sih berangkatnya dah dari Senin malam kemarin, namun berhubung kehabisan tiket kereta sampai tanggal 27 Juni dan hari Selasa harus sudah ada yang di Jakarta buat prepare, akhirnya rombongan Papillon di bagi jadi 2 keberangkatan deh. Kloter pertama tetap berangkat hari Senin malam naik mobil, sedangkan saya bertiga sama yang lain berangkat hari ini naik kereta malam.

Penginnya sih ikutan naik mobil berangkat bareng-bareng, tapi apa daya, mobilnya jenis sedan yang cuma muat 4 orang. Alhasil, saya mengalah deh, bukan mengalah untuk berangkat menyusul tapi mengalah untuk berpisah dengan pacar saya…hiks…hiks…Ntar kan kamu ketemu sama do’i di Jakarta? Kalau ada yang bilang gitu, saya juga penginnya gitu.  Tapi kemungkinan yang nanti terjadi adalah, begitu saya nyampe Jakarta, pacar saya tercinta malah berangkat pulang balik ke Semarang. Intinya nggak bakalan ketemu dan baru ketemu lagi nanti kalau saya balik Semarang. Continue reading “Antara Semarang-Jakarta”

Celoteh

Menemukanmu

Untuk menemukanmu aku harus berkali-kali terjatuh dan terbangun.

Namun akupun belajar untuk tak pernah menyerah dan menjadi lebih tegar.

Untuk menemukanmu aku harus  berkali-kali merasakan perihnya luka.

Namun dengan luka-luka itu, aku kini menjadi lebih kebal.

Untuk menemukanmu, aku  harus menguras persediaan air mataku.

Sehingga aku tak perlu lagi menangis ketika bersamamu.

Akupun harus berkali-kali berhenti di tempat yang salah,

sebelum akhirnya kini aku behenti di hatimu.

Tak mengapa, karena dengan lebih banyak tempat yang kusinggahi,

bukankah aku bisa melihat lebih banyak hal?

Sehingga akupun mengerti bahwa kamu adalah salah satu hal terbaik di dunia ini.

Pemberhentian terakhir, itulah pintaku pada-Nya dalam setiap do’a

karena kini bekal perjalananku sudah hampir habis.

Sayang, maukah kau memberiku ruang di sudut hatimu?

Bukan untuk disewakan, melainkan menjadi pemiliknya. Bolehkah?

#CelotehGalau#
  SMG040612