Celoteh

Galau Tengah Malam

     Membaca tulisan seorang kawan di lapak sebelah membuatku teringat ke suatu suasana di dalam sebuah rumah di sebuah kota bernama Purwokerto.  Aku kangen dengan para penghuni di dalam rumah itu, bapak, ibu dan adekku satu-satunya. Kira-kira kalian sedang apa ya sekarang? Berandai-andai diriku ada didalam rumah itu. Rumah yang kecil, sederhana dan apa adanya, namun sangat berarti untukku.

      Tapi kini, kenyataannya ragaku tidaklah disana tapi berada di kota ini. Kota yang lima tahun terakhir sudah menjadi kota keduaku. Kota yang kala siang sangat susah untuk berdamai dengan cuacanya yang panas. Kota yang perlahan-lahan juga sudah menggerogoti hatiku.  Dan kini, mau tak mau , suka tidak suka, rela tidak rela, harus aku akui kalau kota yang agak sering kena banjir kalau ujan deras ini telah merebut sebagian hatiku dan membawanya bersamanya.

     Ah, bukan…sebenarnya tak sepenuhnya pelakunya adalah kota ini. Pelaku sebenarnya adalah kamu. Iya, kamu. Kamulah pencuri sebenarnya. Kamu yang selalu membuatku tertawa, kamu yang selalu membuatku bingung dengan segala sikapmu. Kamu yang membuatku penasaran untuk melihat isi hatimu. Iya, itu kamu sayang…. Penyuka kopi yang terkadang mengajakku menemaninya menggambar disalah satu sudut sebuah coffee shop tak jauh dari tempat kostku. Itu kamu, laki-laki pertama yang mencicipi makan siang hasil racikan tanganku. Itu kamu, orang yang cuek, orang yang nggak romantis, yang terkadang jayus. Itu memang kamu. Orang yang tanpa aku sadari sudah mengambil dan mengikat hatiku. Orang yang tanpa kusadari  ternyata menaruh bibit rindu di lahan hatiku. Kamulah orangnya, orang yang tak pernah kulihat kemarahan dan kecemburuan dimatamu. Orang yang telah membuatku takut untuk berharap lebih. Orang yang telah membuatku takut untuk terbang terlalu tinggi. Takut suatu saat nanti kamu juga yang akan menjatuhkanku seperti yang sebelumnya.

      Ah, sudahlah…entah kenapa aku nglantur begini. Apakah ini efek tidak bersapa kabar denganmu hari ini? Atau efek racun tulisan skripsi yang masih terbengkalai di folder si Dellfan? Ataukah karena efek Kutukan 11? Entahlah…aku sendiri tak tahu pasti. Mungkin saja ini hanya karena aku sedang galau. Galau? *Aiih…Berasa ABGeh ajah…* Baiklah, kalau begitu cukup sekian kegalauanku di tengah malam tak berbintang, diantara kumpulan ribuan kata di file skripsi yang menyiksaku. Terimakasih dan Selamat Malam…

-Smg20110912-

#setelahsekianlamamendekamdifolderprivatakhirnyakuputuskanuntukmempostingnyajuga

Advertisements

2 thoughts on “Galau Tengah Malam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s